Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

TUGAS MAKALAH Teknologi Bahan Bangunan

 under arsip:  Perkulihan.com.

Judul Artikel /makalah :  TUGAS MAKALAH Teknologi Bahan Bangunan

Bidang  artikel /makalah  : tugas kampus, tugas makalah arsitektur

admin PART  ( authorithy Handi Condro KP, Fastikom UNSIQ)

…………………………………………………………………………………………………………………………

TUGAS MAKALAH Teknologi Bahan Bangunan

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah tentang BAHAN BANGUNAN yaitu mata kuliah TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN.

Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umat yang telah meneladani perjuangannya.

 

Dengan segala kemampuan dan kekurangan yang ada, alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Yang tentu saja tak kuasa melepas pihak-pihak yang telah banyak membantu terselesaikannya proses penulisan tugas ini. Untuk itu, tiada ungkapan terpantas melainkan ungkapan rasa terima kasih yang tulus bagi mereka yang telah rela meluangkan bantuan. Rasa terima kasih ini pun, terlebih kami sampaikan kepada yang terhormat :

Bp.dosen pengampu mata kuliah TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN.

  1. HANDI CANDRA.
  2. SARIF HIDAYAT.

Berkat dorongan dan bantuan tersebut, maka penulis berhasil menyelesaikan penulisan TUGAS MAKALAH ini. Untuk itu, kepada semua pihak yang telah membantu, penulis panjatkan doa harapan semoga dicatat sebagai amal shalih yang akan memperoleh keridhoan dari Allah SWT.

Namun demikian, penulis tak berpretensi bahwa karya skripsi ini tanpa cacat. Untuk itu, segala saran serta kritik yang bersifat positif, sangat penulis harapkan hadir melengkapi dan menyempurnakan.

Akhirnya, kepada Allah-lah penulis berharap semoga karya sederhana ini memberikan manfaat bagi orang lain. Amiin.

 

Tugas Akhir Teknologi Bahan Bangunan, Semester lll                                                                                                              !!!

 

PERKEMBANGAN BAHAN BANGUNAN DI INDONESIA.

Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi. Umumnya sebuah peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari teknik teknik bangunan maupun sarana dan prasarana yang dibuat ataupun ditinggalkan oleh manusia dalam perjalanan sejarahnya.

Karena bangunan berkaitan dengan kemajuan peradaban manusia, maka dalam perjalanannya, manusia memerlukan ilmu atau teknik yang berkaitan dengan bangunan atau yang menunjang dalam membuat suatu bangunan. Perkembangan Ilmu pengetahuan tidak terlepas dari hal tersebut seperti halnya arsitektur, teknik sipil yang berkaitan dengan bangunan. Bahkan penggunaan trigonometri dalam matematika juga berkaitan dengan bangunan yang diduga digunakan pada masa Mesir kuno dalam membangun Piramida. Bahkan pada masa sekarang, bangunan bangunan berupa gedung tinggi dianggap merupakan ciri kemajuan peradaban manusia.

Pada awalnya manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai sarana dan prasarana ataupun infrastruktur dalam kehidupannya. Seperti halnya memanfaatkan gua sebagai tempat tinggal. Kemudian memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai bahan-bahan untuk membuat infrastruktur seperti halnya batu, tanah dan kayu. Kemudian setelah ditemukan bahan bahan tambang yang dapat digunakan untuk membuat alat atau benda yang menunjang sebuah bangunan seperti halnya barang logam dan mengolah bahan bahan alam seperti mengolah batuan kapur, pasir dan tanah. Dalam perkembangannya, manusia membuat bahan bahan bangunan dari hasil industri atau buatan manusia yang bahan-bahannya bakunya diambil dari alam.

Dengan melihat perkembangan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun rumah, rata-rata saat ini dinding rumah banyak yang menggunakan bata ataupun batako, sehingga perlu diperhatikan sekali pengetahuan dasar dasar teknis cara membangun rumah yang benar.
Yang dimaksud disini adalah agar rumah yang sudah dibangun tahan terhadap pergerakan tanah ataupun gempa.Beberapa tahun yang lalu saat terjadi gempa di Yogyakarta, banyak sekali bangunan-bangunan yang roboh, sedangkan bangunan tersebut ada sebagian yang tidak dilewati jalur gempa, seharusnya bangunan tersebut kalaupun rusak tidak langsung roboh seketika.
Dua hari setelah gempa diYogyakarta, saya pergi keYogya kebetulan sebagian saudara saya ada

 

Tugas Akhir Teknologi Bahan Bangunan, Semester lll                                                                                                               1

yang tinggal di daerah Bantul, melihat rumah-rumah yang hancur akibat gempa tersebut, dari pengamatan saya sebagian rumah tersebut saat membangun tidak memperhatikan dasar-dasar teknis membangun yang benar.

Seperti sloof ada yang tidak menggunakan besi yaitu dibuat dengan rolag ( pasangan 1 bata disusun miring), kolom menggunakan pasangan 1 bata, diatas dinding tidak diberi ring balk,(mungkin diantara pembaca ada yang bingung apa yang dimaksud dengan ring balk, sloof dan lain-lain silakan baca disini) tidak ada ikatan antara dinding dan kuda-kuda, ada juga yang menggunakan sloof dan kolom beton tetapi besi maupun ukuran tidak sesuai yang disaratkan oleh Peraturan Beton Indonesia.
Saya sempat mengamati ada rumah yang hampir roboh, dindingnya sudah miring, ternyata ujung dari besi ring balk tidak di kni atau di tekuk, saat terjadi pergerakan, ikatan ring balk lepas.

Agar Struktur rumah yang kita buat tahan terhadap geseran ataupun gempa ( tidak roboh seketika) perlu diperhatikan dasar-dasar membangun rumah yang benar mulai dari cara membuat fondasi ( baca disini), membuat sloof ( baca disini)
Dan juga perlu diperhatikan prinsip dasar agar rumah tersebut tahan terhadap gempa , setiap struktur dari bangunan harus terikat dengan baik, seperti fondasi dengan sloof, sloof dg kolom dan dinding, kolom dengan ring balk dan seterusnya, dan juga perlu diperhatikan kwalitas dari bahan bangunan, ada juga rumah yang roboh bukan masalah struktur, tetapi Isu pemanasan global masih menghangat di segala bidang kehidupan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan buana, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan.

Belum usai berbenah menata lingkungan, krisis ekonomi global kembali menggoyang sendi-sendi kehidupan kota dan kita, termasuk sektor properti. Krisis yang datang beruntun dan bertubi-tubi seharusnya sanggup menggugah kesadaran kita.
Bentuk arsitektur bangunan (rumah, gedung) harus berempati, tanggap, dan memberikan solusi. Salah satunya adalah memadukan bangunan (rumah, gedung) yang hemat energi dan ramah lingkungan. Beberapa bangunan Bali condotel sudah mulai mengembangkan bangunan seperti ini.
Bak ibarat tubuh, kita perlu melakukan diet mengurangi kadar kolesterol dalam bangunan dan menjadikan bangunan lebih langsing dan segar yang dapat menyehatkan diri sendiri (kantong tabungan, bangunan, penghuni) dan lingkungan (warga, kota) serta menghindari stroke komplikasi sosial. Untuk itu, kita perlu mengenali pokok-pokok permasalahan dan upaya-upaya yang dapat dilakukan.
Pembangunan bangunan hemat energi dan ramah lingkungan harus murah, mudah, dan berdampak luas. Pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan

 

hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga pemakaian produk hijau (green product) terus dilakukan untuk turut mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung mendorong pembangunan bangunan berarsitektur lokal terasa lebih ramah lingkungan dan selaras dengan lingkungan asal. Desain bangunan (green building) hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, dan material ramah lingkungan (green product).Bangunan hijau mensyaratkan layout desain bangunan (10 persen), konsumsi dan pengelolaan air bersih (10 persen), pemenuhan energi listrik (30 persen), bahan bangunan (15 persen), kualitas udara dalam (20 persen), dan terobosan inovasi (teknologi, operasional) sebesar 15 persen.Seberapa besar bangunan (rumah, gedung) yang akan dibangun? Cukup adalah cukup. Volume bangunan dijaga agar biaya pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan terkendali dan lebih hemat.

Bangunan dirancang dengan massa ruang, keterbukaan ruang, dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang yang secara klimatik tropis berfungsi untuk sirkulasi pengudaraan dan pencahayaan alami merata ke seluruh ruangan agar hemat energi. Termasuk dalam lantai keramik atau marmer. Kalau bisa cukup melakukan poles marmer, jangan sampai menggantinya, karena bagian yang diganti hanya akan menjadi “sampah”.

 under arsip:  Perkulihan.com.

Category: Makalah Tekhnik
  • rela says:

    ijin download bisa gak ?

    December 2, 2013 at 15:19

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*