Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam

Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam 

  under arsip:  Perkuliahan.com.

Judul postingan : Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam

Bidang  postingan  : fungsi pendidikan islam, manfaat pendidikan islam, tugas  pendidikan islam, kurikulum makalah pendidikan islam

……………. : arsip data perkuliahan.com edisi 82:

Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam 


Pada hakekatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses yang berlangsung secara kontinyu dan berkesinambungan. Berdasarkan hal ini, maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya dan berlangsung sepanjang hayat[1]. Konsep ini bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik yang senantiasa tumbuh dan berkembang secara dinamis, mulai dari kandungan sampai akhir hayatnya. Ditinjau dari sudut pandang sosiologis dan antropologis, fungsi utama pendidikan untuk menumbuhkan kreativitas peserta didik dan menanamkan nilai-nilai yang baik[2]. Secara umum tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dari tahap ke tahap kehidupan sampai mencapai titik kemampuan optimal. Sementara fungsinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan berjalan dengan lancar[3]. Telah literatur di atas, dapat dipahami bahwa, tugas pendidikan Islam setidaknya dapat dilihat dari tiga pendekatan. Ketiga pendekatan tersebut adalah ; pendidikan Islam sebagai 1) pengembangan potensi, proses pewarisan budaya, serta interaksi antara potensi dan budaya.

Sebagai pengembangan potensi tugas pendidikan islam adalah menemukan dan mengembangkan kemampuan dasar yang dimiliki peserta didik, sehingga dapat di aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari[4].Sementara sebagai pewarisan budaya, tugas pendidikan islam adalah alat transmisi unsur-unsur pokok budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga identitas umat tetap terpelihara dan terjamin dalam tantangan zaman. Adapun sebagai interaksi potensi dan budaya, tugas pendidikan Islam adalah sebagai proses transaksi (memberi dan mengadopsi) antara manusia dan lingkungannya.Dengan proses ini, peserta didik (manusia) akan dapat menciptakan dan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk mengubah atau memperbaiki kondisi-kondisi kemanusiaan dan lingkungannya[5]. Untuk menjamin terlaksananya tugas pendidikan Islam secara baik, hendaknya terlebih dahulu dipersiapkan situasi-kondisi pendidikan yang bernuansa elastis, dinamis, dan kondusif yang memungkinkan bagi pencapaian tugas tersebut. Hal ini berarti bahwa pendidikan Islam dituntut untuk dapat menjalankan fungsinya, baik secara struktural maupun institusional.Secara struktural, pendidikan Islam menuntut adanya struktur organisasi yang mengatur jalannya proses pendidikan. Baik pada dimensi vertikal maupun horizontal.

Sementara secara institusional, ia mengandung implikasi bahwa proses pendidikan yang berjalan hendaknya dapat memenuhi kebutuhan dan mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang. Untuk itu diperlukan kerjasama berbagai jalur dan jenis pendidikan mulai dari sistem pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah[6].Semakin luas wawasan manusia terhadap dirinya dan alam sekitarnya, semakin banyak hal yang ingin diketahuinya, lewat pendidikan, kecenderungan (fitrah) ingin tahu (curiosity) itu dilayani dan dibimbing sehingga muncullah berbagai ilmu pengetahuan baru yang sebelumnya masih tersembunyi. Dengan demikian pendidikan berfungsi sebagai kunci pembuka jalan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan berbagai ketrampilan, tanpa pendidikan semua tidak akan terjadi.Dari kajian antropologi dan sosiologi secara sekilas kajian diatas dapat diketahui adanya 3 fungsi pendidikan :

a.       Mengembangkan manusia subyek didik mengenai dirinya dan alam sekitarnya, sehingga dengannya akan timbul kemampuan membaca (analisis), akan mengembangkan kreativitas dan produktivitas.

b.      Melestarikan nilai-nilai insani yang akan menuntun jalan kehidupannya sehingga keberadaannya, baik secara individual maupun sosial lebih bermakna.

c.       Membuka ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan kemajuan hidup individu maupun sosial[7].Fungsi pendidikan Islam, dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 151كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ “Sebagaimana kami telah mengutus kepada kamu sekalian seorang rosul diantara kau yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu, menyucikan mu, mengajarkan al-Kitab, dan al-hikmah, dan mengajarkan kepadamu yang belum kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah : 5)[8]Dari ayat di atas ada lima 5 fungsi pendidikan yang dibawa Nabi Muhammad, yang dijelaskan dalam tafsir al-Manar karangan Muhammad Abduh adalah :Yang dimaksud dengan 5 fungsi pendidikan ialah :

a.       Membacakan ayat-ayat kami, (ayat-ayat Allah) ialah membacakan ayat-ayat dengan tidak tertulis dalam al-Quran (al-Kauniyah), ayat-ayat tersebut tidak lain adalah alam semesta. Dan isinya termasuk diri manusia sendiri sebagai mikro kosmos.[9]Dengan kemampuan membaca ayat-ayat Allah wawasan seseorang semakin luas dan mendalam, sehingga sampai pada kesadaran diri terhadap wujud zat Yang Maha Pencipta (yaitu Allah).

b.      Menyucikan diri merupakan efek langsung dari pembacaan ayat-ayat Allah setelah mengkaji gejala-gejalanya serta menangkap hukum-hukumnya. Yang dimaksud dengan penyucian diri menjauhkan diri dari syirik (menyekutukan Allah) dan memelihara akhlaq al-karimah.  Dengan sikap dan perilaku demikian fitrah kemanusiaan manusia akan terpelihara.

c.       Yang dimaksud mengajarkan al-kitab ialah al-Quran al-karim yang secara eksplisit berisi tuntunan hidup. Bagaimana manusia berhubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitarnya.

d.      Hikmah, menurut Abduh adalah hadits, akan tetapi kali al-hikmah diartikan lebih luas yaitu kebijaksanaan, maka yang dimaksud ialah kebijaksanaan hidup berdasarkan nilai-nilai yang datang dari Allah dan rasul-Nya. Walaupun manusia sudah memiliki kesadaran akan perlunya nilai-nilai hidup, namun tanpa pedoman yang mutlak dari Allah, nilai-nilai tersebut akan nisbi. Oleh karena itu, menurut Islam nilai-nilai kemanusiaan harus disadarkan pada nilai-nilai Ilahi (al-Quran dan sunnah Rasulullah)e.

Mengajarkan ilmu pengetahuan, banyak ilmu pengetahuan yang belum terungkap, itulah sebabnya Nabi Muhammad mengajarkan pada umatnya ilmu pengetahuan yang belum diketahui oleh umat sebelumnya. Karena tugas utamanya adalah membangun akhlak al-Karimah.[10]Namun sebagai antisipasi kedepan dan dalam memberikan wawasan global, nabi banyak menganjurkan umatnya untuk belajar dan menuntut ilmu dari siapa saja dan dari manapun sumbernya : اطلب العلم ولو بالصين”Tuntutlah ilmu walau ke negeri China”Dengan mengembalikan kajian antropologi dan sosiologi ke dalam perspektif  al-Quran dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan Islam adalah :

a.       Mengembangkan wawasan yang tepat dan benar mengenal jati diri manusia, alam sekitarnya dan mengenai kebesaran ilahi, sehingga tumbuh kemampuan membaca (analisis) fenomena alam dan kehidupan serta memahami hukum-hukum yang terkandung didalamnya. Dengan himbauan ini akan menumbuhkan kreativitas sebagai implementasi identifikasi diri pada Tuhan “pencipta”

b.      Membebaskan manusia dari segala analisis yang dapat merendahkan martabat manusia (fitrah manusia), baik yang datang dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar.c.       Mengembalikan ilmu pengetahuan untuk menopang dan memajukan kehidupan baik individu maupun sosial.[11]
[1] H Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta : Ciputat Pers, 2002 ), hlm..32[2] M. Habib Thoha, op.cit., hlm. 59[3]  M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam; (Jakarta : Bina Aksara,1987), hlm. 33-34[4]  Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21, (Jakarta : Pustaka Al Husna, 1988), hlm. 57[5]  Hasan Langgulung, Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke-21 (Jakarta : Pustaka Al-Husna, 1988), hlm. 57[6] Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta : Ciputat Pers, 2002), hlm. 33-34[7] Ahmadi, Ideologi Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2005), hlm. 33[8] Hafizh Dasuki, dkk, Departemen Agama RI ,al-Qur’an dan Terjemah,(Semarang; Tanjung Mas  Inti Semarang,1992),hlm.38 [9] M. Abduh, Tafsir al-Manar, Juz III (Beirut : Darul Ma’arif, t.th), hlm. 29[10] Ibid., hlm. 30[11]  Ahmadi, op.cit., hlm. 36-37
Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam   under arsip:  Perkuliahan.com.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*