Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Apa Pengertian metode CTL( Contextual Teaching and Learning )

Pengertian metode CTL
Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Model Pembelajaran Konstruktivisme
data post: Perkuliahan.com. edition of : 224/ apa yang dimaksud dengan  Pembelajaran metode CTL

 


Pengertian metode CTL

Metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Prestasi Belajar

Perkuliahan.com, berikut cakupan dan definisi tentang metode dalam belajar yang sering diakai, yaitu metode CTL.

Pembelajaran kontekstual atau contextual teaching and learning (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.[1] Landasan filosofis CTL adalah kontruktivisme yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, tetapi merekonstruksikan atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya. Sebuah kompetensi akan terbangun secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara mantap dan maksimal apabila pembelajaran dilakukan secara kontekstual yaitu pembelajaran yang didukung situasi dalam kehidupan nyata.

Dalam suatu pembelajaran, pendekatan memang bukan segala-galanya. Masih banyak faktor lain yang ikut menentukan keberhasilan suatu pembelajaran. Faktor-faktor tersebut antara lain kurikulum yang menjadi acuan dasarnya, program pengajaran, kualitas guru, materi  pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar dan teknik/bentuk penilaian.

26

Ini berarti pendekatan hanyalah salah satu faktor dari banyak faktor yang perlu mendapatkan perhatian dalam keseluruhan pengelolaan pembelajaran. Walaupun demikian, penetapan pendekatan tertentu (dalam hal ini pendekatan kontekstual) dalam suatu pembelajaran dirasa penting karena dua hal. Pertama, penentuan isi program, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar dan teknik/bentuk penilaian harus dijiwai oleh pendekatan yang dipilih. Kedua, salah satu acuan untuk menentukan keseluruhan tahapan pengelolaan pembelajaran adalah pendekatan yang dipilih.

Kesadaran perlunya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran berdasarkan adanya kenyataan bahwa sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pemanfaatannya dalam kehidupannya.

Atas dasar pengertian di atas, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1)      Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan yang nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting).

2)      Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas bermakna (meaningful learning).

3)      Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing).

4)      Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman (learning in group).

5)      Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply).

6)      Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together).

7)      Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi menyenangkan (learning as an enjoy activitiy).[2]

Secara lebih sederhana Nurhadi (2002) mendeskripsikan karakteristik pembelajaran kontekstual dengan cara menderetkan sepuluh kata kunci yaitu:[3]

1)      Kerjasama

2)      Saling menunjang

3)      Menyenangkan, tidak membosankan

4)      Belajar dengan gairah

5)      Pembelajaran terintegrasi

6)      Menggunakan berbagai sumber

7)      Siswa aktif

8)      Sharing dengan teman

9)      Siswa kritis dan

10)  Guru kreatif

Gerakan akar rumput CTL menunjukkan bahwa CTL layak berada di jantung sistem pendidikan setiap masyarakat. CTL menghilangkan pemisahan antara pembelajaran teoritis dan praktis. CTL memadukan gagasan dan tindakan, mengetahui dan melakukan, berpikir dan bertindak. Sebagai suatu pendekatan menyeluruh terhadap pendidikan, CTL cocok dengan cara otak berfungsi yang merupakan sistem dari berbagai sistem.

 



[1] Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual (Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah), Bumi Aksara, Jakarta, 2007, hal. 41

[2] Ibid, hal. 42

[3] Ibid.

next post : Model Pembelajaran Konstruktivisme
data post: Perkuliahan.com. edition of : 224/ apa yang dimaksud dengan  Pembelajaran metode CTL