Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Contoh Pidato Memperingati hari Sumpah Pemuda

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Contoh Pidato peringatan isra’ mi’raj
data post: Perkuliahan.com. edition of : 208 / naskah sambutan sumpah pemuda

Contoh pidato memperingati hari sumpah pemuda ini merupakan contoh pidato yang dibuat guna memenuhi tugas pembutan contoh pidato SMA, dalam materi pelajaran bahasa indonesia.Namun contoh pidato memperingati hari sumpah pemuda ini bisa dijadikan referensi dan pelajaran buat yang membutuhkanya. terutama untuk belajar dan untuk acuan pembuatan naskah pidato tentang hari pahlawan yang biasanya disuruh oleh guru sekolah. semoga bermanfaat.

CONTOH PIDATO HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati, Bp. ………. selaku guru bahasa Indonesia yang selalu mengajar dan mendampingi kita dengan sabar, tabah dan tak kenal putus asa, teman-temanku kelas XII SS 2 senasib seperjuangan yang saya cintai dan saya sayangi

Puji syukur kehadirat Allah  SWT. yang telah memberikan rahmat, taufik serta hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam kesempatan kali ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam tak lupa selalu kita sanjungkan kepada nabi kita yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju zaman islamiyyah.

Teman-teman sekalian, hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi negara kita; yakni hari di mana para pemuda-pemuda, para pejuang kemerdekaan mengikrarkan sumpah mereka: yakni sumpah pemuda. Dan pastinya teman-teman sudah menghafalnya. Begitu perntingnya hari ini seperti halnya peristiwa 10 November, Pancasila, dan bhinneka tunggal ika. Dimana para pahlawan dan para pejuang dahulu berkorban mati-matian dengan taruhan nyawa.

Namun kebanyakan pemuda sekarang telah melupakan apa yang dulu telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita. Para pemuda sekarang lebih senang menikmati perkembangan teknologi, pacaran, dan hal-hal negatif lainnya. Tak sedikit pula dari mereka yang membolos sekolah untuk melakuakn hal-hal yang tidak penting, seperti nongkrong, ngenet, dan lain-lain. Itukah balasan yang kita persembahkan kepada para pahlawan yang mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan negara kita?

Lalu, hal apakah yang dapat kita lakukan untuk mengenang dan membalas jasa para pahlawan, nenek moyang kita yang telah berusaha mati-matian untuk mendapatkan kemerdekaan yang telah kita nikmati ini? Apakah kita cukup membalasnya dengan malas-malasan belajar, di kelas yang ber-AC, fasilitas memadai, padahal para pemuda dulu tidak dapat menikmati pendidikan seperti yang kita rasakan sekarang. Sudahkah kita menjadi pemuda Indonesia, pemuda-pemudi yang dapat menghargai bangsa sendiri?

Bumi pertiwi ini, merupakan karunia yang diberikan Allah kepada kita yang patut kita syukuri. Keindahan dan kekayaan alamnya, keberagaman budayanya, dan segala macam keunikan-keunikan lainnya yang membuat negara kita ii menjadi istimewa dibandingkan negara lain.

Kekayaan alam laut kita yang memiliki begitu banyak ikan, tapi justru yang mengambil adalah orang-orang negara tetangga kita.

Begitu juga kekayaan alam kita lainnya, seperti emas di PT Freeport, Irian Jaya. Perusahaan tersebut menghasilkan banyak sekali emas. Tapi yang menikmati bukan negeri kita sendiri. Tidak sedikit pula beberapa kebudayaan kita yang sudah diakui oleh negara lain, seperti lagu rasa sayange, angklung, dan lain-lain.

Sementara itu, para pemerintah yang susah kita amanati untuk mengatur pemerintahan negeri ini, mereka malah menyakahgunakan jabatannya untuk meraup kekayaan, tanpa mempedulikan rakyatnya yang kelaparan dan kurang pendidikan.

Mengetahui semua itu, apa yang kita lakukan? Ke manakah kita? Ke manakah para pemuda bangsa yang seharusnya memperjuangkan itu semua? Banyak dari pemuda bangsa kita yang malah memilih “produk luar negeri”, padahal produk itu adalah buatan bangsa kita yang diakui oleh luar negeri. Tak pernah ada yang mencari tahu mengapa semua itu bisa terjadi, tapi malah menyalahkan pemerintah, menkritik, mengkritik dan mengkritik. Apakah generasi sekarang hanya bisa menkritik, mengkritik dan mengkritik, tanpa melakukan suatu hal yang lebih berarti? Bagaimana jadinya negeri ini kalau generasi yang ada seperi itu?

Lalu bagaimana sikap kita seharusnya mengahadapi kenyataan saat ini? Bagaimana caranya kita bisa menjadi pemuda-pemudi yang dapat menghargai bangsa inik? Hal apa yang dapat kita lakukan untuk membuat suatu perubahan dan mengembalikan keistimewaan bumi pertiwi ini?

Kita tak perlu susah-susah untuk  menjadi pemimpin atau presiden untuk mengubah negeri ini menjadi lebuh baik. Kita tak perlu memaksa diri kita untuk berjiwa nasionalis untuk menjadi pemuda yang dapat mengahargai negeri ini dengan sebenarnya. Hal yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah: pertama; belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh. Di sini kita mempelajari pelajaran-pelajaran seperti ekonomi, geografi, PPKn, dan sebagainya. Hal ini untuk meningkatkan kecerdasan IQ kita. Kita juga belajar ilmu-ilmu agama seperti aqidah akhlak, fiqh, dan qur’an hadits. Ini untuk meningkatkan kecerdasan spiritual kita (SQ). Dan dalam berorganisasi dan tugas-tugas lain, kita pernah melakukan CIVIC PEDULI, I-Care, dan berkunung ke LAPAS. Hal ini untuk meningkatkan kecerdasan emosi kita (EQ).

Langkah selanjutnya adalah bagaimana kita dapat menggabungkan ketiga kecerdasan itu dan mengaplikasikannya dengan seimbang. Sehingga apa yang kita lakukan merupakan sikap yang sesuai dengan agama, ilmu pengetahuan dan peduli terhadap lingkungan kita. Dan paling tidak kita harus mengetahui, mengenal budaya dan produk asli Indonesia. Dengan banyak membaca buku-buku tentang kebuadayaan Indonesia, jangan hanya membaca novel-novel atau komik saja. Kita juga bisa mengenal budaya dan produk Indonesia dengan pergi ke daerah-daerah di Indonesia, jangan hanya kita pergi ke mal atau tempat wisata lainnya yang hanya memberikan hiburan saja tanpa memberikan sisi edukatifnya.

Pemuda Indonesia adalah pemuda yang dapat membanggakan bangsanya, karena itu jadilah pemuda-pemudi yang produktif, yang menghasilkan dan bukan hanya bisa menikmatinya saja tanpa memelihara.

Pemuda yang produktif haruslah kreatif dan inovatif, ciptakanlah produk-produk baru asli Indonesia yang tentunya akan memberikan manfaat serta kontribusi yang besar bagi bangsa ini. Dan jangan lupa, setelah menghasilkan suatu produk baru, patenkan! Jangan mengulangi kesalahan para pendahulu kita yang lupa untuk mematenkan produk asli Indonesia dan akhirnya produk tersebut dipatenkan oleh negara lain.

Terakhir, satu hal yang terpenting, yang merupakan kunci agar bisa belajar untuk menghargai bangsa ini adalah: JANGAN MENGELUH. Mengapa? Karena dengan mengeluh kita tidak akan memperoleh sisi positif dari suatu masalah atau fenomena yang terjadi di negara ini, yang kita lihat hanyalah sisi negatif, negatif, dan negatif.

Karena itulah, saudara-saudaku, para pemuda-pemudi bangsa, buatlah bangga bumi pertiwi yang kita cintai ini dengan menghargainya sepenuh hati, dengan mencintainya seperti kita mencintai keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita sayangi. dan kobarkanlah semangat Sumpah Pemuda kita sebagaimana semangat para pemuda bangsa 80 tahun silam untuk menyatukan bangsa ini dan membangun bangsa ini dari keterpurukan.

Jayalah Negaraku, Jayalah Bangsaku, Jayalah Indonesiaku!

Jayalah Pemuda-Pemudi Indonesia, pemuda-pemudi kebanggaan bangsa!

Kurang lebihnya saya mohon maaf, terima kasih.

Wabilahittaufiq Wal Hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Contoh Pidato Memperingati hari Sumpah Pemuda / Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Contoh Pidato peringatan isra’ mi’raj
data post: Perkuliahan.com. edition of : 208 / naskah sambutan sumpah pemuda