Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Contoh Pidato Menyambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus/ HUT RI
under arsip:  Perkuliahan.com
Title Post :  Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus
Post Category  : CONTOH PIDATO, CONTOH SAMBUTAN, CONTOH PIDATO Resmi, Contoh – Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus
next Post : Contoh  Pidato Menyambut Tahun Baru Islam

………………………….

arsip data Perkuliahan.com.edisi : 156

berikut salah satu format teks pidato yang akan kita bahas dalam forum kuliah Perkuliahan.com., kalai ini dengan judul / tema  ” Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus , dalam contoh pidato ini hanya sebagai sampel, sedang untuk  kontekstualisasi dan penyesuaian bisa disesuaikan sendiri.  beberapa contoh pidato yang diposting dalam perkuliahan.com ini saya dapatkan berbagai sumber dan beberapa media share sperti  ziddu, dotdoc 4shared dsb. yang mana menurut saya file-file disana untuk dokumentasi, sehingga dengan mohon izin kepada pemilik file untuk di share agar lebih bermanfaat. Perkuliahan.com. kali ini dengan postingan beberapa judul pidato, kalau untuk yang ada sumber identitas pengupload maka akan saya cantumkan tapi kalau tidak ada  maka tidak saya cantumkan” Alhamdulillah sekarang bisa repost contohnya pidato  dengan tema ”  Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus   ”

Untuk pidato yang membutuhkan Muqodimah Bahasa Arab  lainya bisa dilihat di ” Contoh Pembukaan Pidato “

Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

(untuk memilih moqodimah pidato yang lainya bisa dilihat pada “ Contoh Pembukaan Pidato

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

Yang Terhormat:

Bapak Lurah beserta Isteri

Bapak Ketua Rw dan Bpk Ketua RT

Panitia Penyelenggara 17 Agustus 1945

Undangan yang kami muliakan; serta

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Proklamasi Kemerdekaan, yang kita peringati setiap tanggal 17 Agustus, adalah sebuah peristiwa bersejarah yang bermula pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau “Dokuritsu Junbi Cosakai”, berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan olehIndonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu.Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaanIndonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan ‘hadiah’ dari Jepang (sic).

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaanIndonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di JalanMedan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dariTokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesiamakin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

under arsip:  Perkuliahan.com
Title Post :  Contoh Pidato Menyambut  Hari Kemerdekaan 17 Agustus