Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Manfaat Mengetahui Ayat Makiyah Dan Madaniyah

Manfaat  Mengetahui Ayat Makiyah Dan Madaniyah

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Ciri ciri Surat Makiyah
data post: Perkuliahan.com. edition of : 232/  hikmah mengetahui ayat makkiyah dan madaniyyah

AYAT MAKKIAH MADANIAH 

Berikut Ini Merupakan beberapa hikmah dari  mengetahui dan memahami tentang  ayat madaniah / ayat al quran yang turun di madinahdan ayat makiyyah yang merupakan ayat al-qur’an yang turun di makkah / ayat makkiyyah, dari pembedaan dan klarifikasi tentang penciri khasan ayat madaniah dan madaniyyah, sehingga bisa diambil hikmah dan pelajaran darinya

pembahasan tentang ayat madaniyah dan makkiyah ini juga telah di bahas dalam tulisan sebelumnya juga  yang merupakan tulisan gabungan dari tulisan yang masih satu penulis yaitu Tulisan seputar ayat madaniyah dan ayat makkiyah, oleh Wahyudi Ja‘far, S.Ag yaitu pada  postingan yang terkait

Berikut Faedah Mengetahui Makki Madani :

Mempelajari dan mengetahui ilmu mengenai Makki dan Madani

dapat memberi faedah yang besar, antaranya:

1. Sebagai alat bantu penafsiran al-Qur’an, sebab pengetahuan tentang

tempat turunnya ayat dapat membantu memahami ayat

tersebut dan penafsirannya yang benar, sekalipun yang menjadi

pegangan adalah pengertian umum lafaz, bukan sebab yang khusus.

Dan dengan itu pula para penafsir dapat membedakan antara ayat

yang nasikh dan mansukh bila ada ayat yang kontradiktif. dengan

pastinya, bahwa ayat Makkiah dihapus oleh ayat Madaniah yang

turun belakangan.

2. Dengan gaya bahasa Qur’an yang memiliki karakteristik gaya

bahasa Makki dan Madani sangat tepat memanfaatkannya untuk

menyeru menuju jalan Allah.

3. Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Qur’an, sebab

turunnya wahyu kepada Rasulullah sejalan dengan sejarah da’wah,

baik priode Mekah maupun priode Medinah15.

Pada faedah point pertama yaitu membantu mengetahui ayat

nasikh-mansukh hal itu berseberangan dengan seorang pemikir asal

Sudan yang bernama Mahmoud Mohamed Taha (w. 1985 M). Ia

mengatakan bahwa ayat-ayat al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua

bagian yaitu ayat-ayat makiyyah yang merupakan ayat-ayat dasar (ayat

al-ushul) dan ayat-ayat madaniyyah yang merupakan ayat-ayat cabang

(ayat al-furu’). Melalui konsep naskhnya yang sangat kontradiktif

dengan pendapat para ulama terdahulu. Dengan radikalnya mengatakan

bahwa ayat-ayat Madaniyyah dinasakh oleh ayat-ayat makiyyah.

Dan secara otomatis ayat-ayat madaniyyah tidak terpakai untuk zaman

modern ini dan yang diberlakukan adalah ayat-ayat makiyyah. Alasan

Mahmoud adalah bahwa syariah Islam itu berevolusi jadi yang cocok

syariat itu didasarkan pada ayat-ayat makiyyah. Selama ini menurut

Mahmoud bahwa Syariat Islam banyak didasarkan kepada ayat-ayat

madaniyyah karena memang ayat-ayat madaniyyah inilah yang secara

rinci hal-hal praktis pedoman hidup umat Islam. Sementara ayat-ayat

makiyyah berisi prinsip-prinsip umum ajaran Islam.

Under arsip: Perkuliahan.com.

next post : Ciri ciri Surat Makiyah