Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Proposal Skripsi Pentingya Pendidikan Akidah Akhlak

under arsip:  Perkuliahan.com.
Judul postingan :  Pentingya pendidikan akhlak untuk siswa
Bidang  postingan  :  Perilaku Keagamaan Siswa, pengaruh materi akidah akhlak terhadap perilaku keagamaan murid, contoh perilaku keagamaan siswa dan Pentingya pendidikan akhlak dan perilaku yang baik, contoh perilaku siswa 
data post by: perkuliahan.com edisi; 93, nex pendidikan islam dan Perilaku Keagamaan Siswa
_______________________________________

PENDAHULUAN

 

  • A.    LATAR BELAKANG MASALAH

 

Seiring dengan perkembangan jaman, kehidupan umat manusia mengalami perubahan yang sangat pesat. Perubahan ini tidak hanya berdampak positif pada ranah kehidupan sosial, budaya, etika dan estetika, namun juga berdampak negatif pula dalam setiap kehidupan dengan beragam bentuk. Dari cara berpakaian, tutur kata bahkan tidak sedikit generasi muda yang melakukan pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, demi tercapainya derajat umat manusia yang mulia disisi Allah .

Hiburan malam dengan berbagai ragam suguhan yang dapat menggoda iman merupakan salah satu imbas dari masukan-masukan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran seperti di Indonesia ini. Cara pandang terhadap budaya barat yang tidak selektif inilah yang perlu kita sikapi bersama sehingga generasi muda tidak tercemari oleh virus-virus yang akan dapat merusak moralitas mereka.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penting untuk meningkatkan pendidikan akhlak dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan terhadap anak tidak mungkin akan berhasil apabila tidak ada kerjasama yang baik antara orang tua di rumah, guru di sekolah dan lingkungan masyarakat. Ketiga komponen inilah yang akan mewarnai watak dan perilaku setiap individu.

Komponen pertama yang berpengaruh dalam pembentukan akhlak anak adalah orang tua. Sebagai orang tua bertanggung jawab atas kemajuan dan pertumbuhan jasmani, rohani dan kecerdasannya. Yaitu dengan mengasuh, mendidik dan memeliharanya supaya terhindar dari kerusakan jasmani, rohani dan akhlaknya.

Kepribadian anak merupakan hasil dari pengaruh ekspresi kepribadian orang tuanya, baik yang disadari maupun yang tidak disadarinya dan sikap sadarnya terhadap anak maupun cara-caranya membesarkan anak.[1]

Komponen kedua yang berpengaruh dalam pembentukan akhlak adalah guru. Guru secara luas merupakan salah satu faktor dominan dalam proses belajar mengajar. Hal ini pernah digambarkan oleh Imam Syafi’i dalam sebuah syair yang artinya “ bangun dan hormatilah guru kalian, dengan segala penghormatan, karena guru hampir sama dengan utusan Tuhan “.[2]

Guru adalah orang yang menunjukkan kamu ke jalan yang mengarahkan suatu kebajikan, kebahagiaan dan keberhasilan.[3] Guru memegang peranan yang sangat dominan, jika seorang guru tidak berkompeten meskipun sarana dan pembelajarannya tersedia cukup baik, tidak menjamin proses belajar mengajar yang dilakukan akan mencapai kualitas.

Komponen yang ketiga adalah lingkungan, karena lingkungan juga sangat berperan dalam menentukan pembentukan pola perilaku pada anak. Anak yang hidup di lingkungan bebas maka akan memiliki kecenderungan pada diri pribadinya sifat-sifat yang kurang baik. Demikian sebaliknya anak yang hidup dan dibesarkan di lingkungan yang baik maka akan memiliki kecenderungan sebagai anak yang berkepribadian luhur.

Pendidikan agama Islam merupakan proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku yang sesuai dengan nilai dan norma agama. Hal ini senada dengan pernyataan Muh Atiyah Al Abrasy dalam bukunya At tarbiyatul Islamiyah Falasifatuha yang berisi : “ Orang yang mendalami Islam akan melihat bahwa tujuan yang tertinggi adalah membentuk akhlak dan pendidikan rohani, setiap pelajar harus menyebutkan

 

soal moral, setiap guru haruslah orang yang bermoral, dan setiap pendidik haruslah mengutamakan moral agama dari yang lain “.[4]

Pendidikan adalah suatu aktifitas atau usaha pendidikan terhadap anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang muttaqin.[5] Perwujudan dalam membantu anak didik secara sistematis dan pragmatis, seorang guru harus mampu menanamkan nilai Islami melalui pengajaran agama dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

Materi pelajaran aqidah akhlak yang berisikan tentang keimanan dan akhlak terpuji, dengan tujuan akan terbentuknya anak didik atau pribadi siswa yang muttaqin. Keterkaitan antara pendidikan dan pembentukan perilaku siswa itu sangatlah penting, supaya menjadi orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek ) yang berkualitas, terbekali oleh iman, amal shalih dan ahlakul karimah. Dasar inilah yang akan menghantarkan siswa menuju kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Lembaga pendidikan agama yang senantiasa mengkaji ilmu-ilmu agama lebih mendalam tentunya mulai saat ini harus mampu menjadi pelopor pembentukan kader-kader bangsa yang memiliki ahlakul karimah yang luhur dan bertanggung jawab melaksanakan kewajibannya. Hal ini tampak jelas dalam firman Allah  yang berbunyi :

 

 

 

Artinya : “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru akan kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung “ ( QS. Ali Imron : 104 )

Begitu pentingnya pendidikan aqidah akhlak terhadap pembentukan perilaku siswa, maka ada sebuah tekad pada diri penulis untuk mengadakan penelitian tentang “ Hubungan Materi Pelajaran Aqidah Akhlak dengan Perilaku Keagamaan Siswa Kelas V dan VI pada MI Al Iman Tuguran Kota Magelang “

 

  1. B.     IDENTIFIKASI MASALAH

Sebuah penelitian akan mendapatkan hasil yang diinginkan dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat maka masalah yang dihadapi harus diidentifikasi terlebih dahulu. Dalam penelitian ini masah yang dihadapi adalah :

  1. Pengaruh lingkungan terhadap pembentukan perilaku
  2. Pendidikan aqidah akhlak di sekolah terhadap pembentukan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.

 

  1. C.    PEMBATASAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka sangat perlu adanya pembataasan masalah. Hal ini dilakukan untuk menyerderhanakan permasalahan dan tidak mengurangi sifat ilmiahnya suatu pembahasan. Subyek penelitian dibatasi pada siswa kelas V dan VI  Madrasah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang.

Penelitian ini hanya meliputi hubungan prestasi mata pelajaran aqidah akhlak dengan perilaku siswa Madrasah Ibtidaiyah  Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang.

Maksud prestasi belajar dalam penelitian ini hanya sebatas kemampuan pencapaian prestasi belajar materi pelajaran aqidah ahlak yang di lihat melalui nilai raport siswa.

Sedangkan pembatasan masalah dalam pembahasan perilaku siswa  pada Madrasah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang ini meliputi tingkah laku keseharian siswa, antara lain adalah :

  1. Beribadah kepada Allah SWT.
  2. Berbhakti kepada orang tua dan guru
  3. Perilaku sesama teman

 

  1. D.    RUMUSAN MASALAH

Untuk memudahkan melakukan penelitian penulis perlu menguraikan rumusan masalah. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :

  1. Bagaiman prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa kelas V dan VI Madrasah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang ?
  2. Bagaiman perilaku keagamaan siswa kelas V dan VI Madraah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang ?
  3. Adakah hubungan prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak dengan perilaku keagamaan siswa Madraah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang ?

 

  1. E.     PENEGASAN ISTILAH

Hal ini penulis maksudkan supaya tidak terjadi perbedaan penafsiran dan interprestasi judul skripsi. Adapun istilah dalam skripsi ini yang perlu dijelaskan adalah :

  1. Hubungan

Keadaan berhubungan atau dihubungkan.[6] Maksudnya menjelaskan tentang ada tidaknya hubungan prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak dengan perilaku keagamaan siswa.

  1. Prestasi belajar

Hasil yang telah dicapai atau dilakuakan dan dikerjakan.[7], yaitu prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak Madrasah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang.

  1. Aqidah Akhlak

Mata pelajaran aqidah akhlak adalah sub mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar yang membahas ajaran agama Islam dalam segi aqidah dan akhlak. Mata pelajaran aqidah akhlak merupakan bagian dari mata pelajaran aqidah Islam yang memberikan bimbingan pada siswa agar memahami, menghayati, meyakini kebenaran ajaran agama Islam serta bersedia mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.[8]

  1. Perilaku Keagamaan

Menurut Abu Ahmadi perilaku adalah sikap seseorang yang dimanifestasikan kedalam bentuk perbuatan.[9] Kaitannya dengan perilaku keagamaan yaitu perilaku bersifat keagamaan seseorang yang tampak dalam bentuk perbuatan.

 

  1. F.     TUJUAN PENELITIAN

Tujuan pokok dari penelitian ini pada hakekatnya adalah jawaban dari rumusan permasalahan di atas yaitu :

  1. Untuk mengetahui bagaiman prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak siswa Madraah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang.
  2.  Untuk mengetahui bagaiman perilaku siswa kelas V dan VI Madrasah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang.
  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan prestasi belajar mata pelajaran aqidah akhlak dengan perilaku siswa Madraah Ibtidaiyah Al Iman Tuguran Kota Magelang ?

 

  1. G.    SISTEMATIKA PENULISAN
    1. Bagian Awal

Bagian awal terdiri dari halaman sampul, halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman motto, persembahan, kata pengantar dan daftar isi.

  1. Bagian Inti

BAB I             :  PENDAHULUAN

Terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, sistematika penulisan

BAB II :    KAJIAN TEORI

Terdiri dari prestasi belajar,mata pelajaran aqidah akhlak, perilaku siswa, hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran

aqidah akhlak dengan perilaku siswa dan hipotesis

BAB III :   METODE PENELITIAN

Terdiri dari populasi dan sample, variabel dan metode pengumpulan data dan analisis

BAB IV :  ANALISIS HASIL PENELITIAN

Mencakup diskripsi data, uji hipotesis dan pembahasan       penelitian.

BAB V :  PENUTUP

Mencakup kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang  selanjutnya akan bermanfaat bagi perkembanan teori maupun praktek bidang yang diteliti.

 

 



[1] Rohman Natawijaya, Psikologi Perkembangan ( Jakarta, Abadi, 1979 ) hal. 106

[2] Chabib Thoha, dkk, Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah ( Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1998 ) hal. 24

[3] Mudjab Mahali, Adab dan Pendidikan Dalam Syariat Islam ( Yogyakarta, BPFE, 1984 ) hal. 36

[4] Mahfud Salahudin, Methodologi Pendidikan Agama ( Surabaya, Bina Ilmu, 1987 ) hal. 11

[5] Abu Ahmadi, dkk, Ilmu Pendidikan ( Jakarta, Rineka Cipta, 1991 ) hal. 111

[6] WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia ( Jakarta, Balai Pustaka, 1976 ) hal. 362

[7] “ Ibid “ hal. 768

[8] Keputusan Menteri Agama, 1993, hal. 1

[9] Abin Syamsudin Makmun, Psikologi Kependidikan ( Bandung, Remaja Rosdakarya, 1996 ) hal. 26

Category: Contoh Proposal

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*