Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Proposal SEMINAR PELAJAR

Under arsip: Perkuliahan.com.
data post: Perkuliahan.com. edition of : 194 ( by key Proposal SEMINAR PELAJAR, proposal kegiatan pelajar, download proposal kegiatan pelajar ) 

berikut pedoman dan contoh proposal kegiatan seminar pelajar, dalam hal ini perkuliahan mengambil contoh proposal seminar kegiatan pelajar NU.  yang mana ini merupakan contoh kegiatan PW IPNU Jawa Tengah kemaren.  kenapa saya mempostingnya disini  karena saya merasa perlu menyimpan data yang berkait organisasi, dan dikarenakan kalau disimpan di flaskdisk kena virus atau rawan hilang maka, disimpan di postingan selain lebih aman juga insyaALLAH LEBIH BERMANFAAT, karena akan banyak yang bisa melihat dan tentunya yang ingin mengadakan kegiatan seminara atau apapun jenisnya. contoh proposal ini bisa dijadikan acuan. Salam dari IPNU Banjarnegara

CONTOH Proposal SEMINAR PELAJAR

……………………………

SEMINAR PELAJAR NU DAN RAPAT KERJA WILAYAH II IPNU JAWA TENGAH

 Dengan tema:

Peran Pelajar NU dalam Upaya Turut Serta Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI

 A.  DASAR PEMIKIRAN

Pelajar adalah generasi masa depan bangsa. Pelajar dituntut bisa mempersiapkan segala hal baik mental, watak, kepribadian, keimanan, kemandirian, SDM maupun keterampilan yang bisa menopang eksistensi bangsa ini di masa mendatang. Oleh karena itu, peran pelajar dalam pembangunan bangsa ini mempunyai peran sangat signifikan. Bahkan sejarah membuktikan bahwa para pelajarlah yang memulai tonggak kebangkitan nasional ketika Budi Utomo didirikan oleh para mahasiswa Stovia tahun 1908. Revolusi kemerdekaan juga dipelopori para pelajar muda yang berbakat dan cerdas seperti Soekarno, Hatta, Syahrir, Yamin, M Roem, Wahid Hasyim, Soebarjo, Tan Malaka, dll. Sampai era sekarang pun pelajar tetap menjadi pelopor bagi terciptanya kehidupan bangsa yang demokratis, maju dan sejahtera.

Berbicara pelajar maka tidak bisa melepaskan diri dari dunia pendidikan. Bisa disebut pendidikan adalah kawah candradimuka bagi masa depan nasib bangsa ini. Ketika kita salah dalam mengelola pendidikan maka pertaruhannya adalah masa depan bangsa ini akan jaya ataukah akan semakin terpuruk dan punah? Sementara fakta yang ada saat ini menunjukkan maish ruwetnya sistem pendidikan kita, baik dalam hal penataan kurikulum, sistem UAN yang menyisakan banyak persoalan, beaya pendidikan yang mahal, fasilitas yang terbatas, guru yang belum maksimal, hingga out-put pendidikan yang masih dipertanyakan kualitasnya. Berbagai persoalan tersebut menjadi PR bagi semua elemen bangsa untuk benar-benar serius menanganinya, baik pemerintah, legislatif, aktivis LSM, akademisi, pekerja profesional, aktivis ormas, dan berbagai organisasi kepelajaran dan kepemudaan.

Pada saat bangsa Indonesia kini masih menghadapi berbagai tantangan besar baik di bidang pendidikan maupun yang lainnya, maka IPNU berada pada garda depan untuk meneruskan cita-cita para pendiri negara Indonesia, yaitu mempertahankan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 45, dengan membangun sistem dan tata pemerintahan yang demokratis, menciptakan kedamaian, kesejahteraan bangsa dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan semangat perjuangan menegakkan Islam ahlussunnah wal jama’ah.

Jawa Tengah adalah salah satu kawasan yang menjadi basis gerakan IPNU di Indonesia. Berbagai persoalan yang ada di Jawa Tengah menuntut adanya peran aktif kader dan alumni IPNU untuk menanganinya.  Di Jawa Tengah, terdapat ribuan alumni dan kader IPNU yang aktif di berbagai bidang. Para alumni dan kader IPNU juga sudah banyak yang mengisi ruang-ruang atau pangkalan-pangkalan strategis baik di pemerintahan maupun swasta: ada yang di pangkalan politik, bisnis, ormas, dakwah, akademik, birokrasi, dan yang lain. Keberadaan para alumni dan kader IPNU di berbagai ruang pangkalan strategis tersebut tentunya sangat menggemberikan dan itu menunjukkan proses kaderisasi yang IPNU lakukan sudah memperlihatkan beberapa titik keberhasilan. Akan tetapi, kalau kita, masih banyak pangkalan gerakan yang belum diisi oleh kader IPNU. Artinya, penyebaran kita belum merata. Ini juga ditambah dengan belum maksimalnya kapasitas atau SDM kader IPNU di semua bidang.

Dari hasil refleksi yang kita lakukan termasuk setelah mendengarkan pandangan KH. Musthofa Bisri ketika kita sowan ke rumahnya sekitar Februari 2011. Beliau mengatakan, ada persoalan serius pada penyebaran para alumni dan kader NU yang selama ini ada. Yaitu mulai dari penyebarannya yang tidak tertata rapi, konflik yang berlarut-larut, hingga kaderisasi yang belum maksimal. Harus diakui memang masing-masing masih berjalan sesuai dengan ritme dan obsesi individualnya, dengan pertaruhan sebatas untuk menggapai kepentingan diri (individual), dan seakan terjadi kebuntuan komunikasi antara sesama alumni dan kader IPNU yang tersebar di banyak pangkalan tersebut, sehingga belum bisa menjadikan kolektivitas sebagai sesama kader aswaja menjadi pertaruhan bersama yang mesti diperjuangkan dimana antara satu dengan yang lain mestinya harus saling membahu.

Waktu itu, Gus Mus sempat iri pada organ lain yang alumninya menyebar di berbagai pangkalan tetapi bisa menyatu untuk berbicara soal kepentingan strategisnya, padahal basis massa atau secara grass root tidak begitu kuat, dan amat jauh dengan kekuatan grass root IPNU selaku bagian dari basis kultural warga nahdliyyin, tetapi mereka bisa kuat menguasai berbagai sektor strategis di negeri ini. Dalam konteks ini, bukan berarti kita harus meniru organ tersebut, tetapi kita harus mulai sadar akan pentingnya penataan penyebaran alumni dan kader untuk menguasai berbagai sektor strategis dengan pertaruhan kolektif kita untuk mendakwahkan Islam ahlussunnah wal jama’ah di bumi nusantara, dan mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa nusantara sebagaimana amanah organisasi. Artinya, pertaruhan kita adalah pertaruhan soal survivalitas kita dan generasi kita yang akan datang. Kegagalan maupun keberhasilan kita dalam membangun desain gerakan hari ini akan berdampak pada keberadaan ideologi keislaman dan kebangsaan yang kita anut di masa generasi mendatang. Tidak sebatas itu, desain yang kita lakukan juga dalam rangka menjalankan mandat kita selaku hamba Allah yang menjadi khalifah di muka bumi ini.

Selama ini PW IPNU Jawa Tengah hasil Konferensi Wilayah (konferwil) di Semarang(Desember 2009), hingga bulan Mei 2011 ini, sudah melakukan banyak hal terkait kerja organisasi, baik di bidang penataan aparatur organisasi, pengembangan cabang, pengembangan wacana intelektualitas dan peningkatan kapasitas kader, membangun jaringan, berdakwah di masyarakat maupun pengembangan kapasitas kader, mengacu hasil Konferwil di Semarang tersebut. Setelah separuh periode kepengurusan berjalan dan masih menyisakan separuh masa lagi (akhir 2012) maka saatnya kini waktu yang tepat untuk mengadakan evaluasi sekaligus merumuskan poin-poin strategis yang harus dijalankan untuk sisa waktu periode kepengurusan ini. Hal-hal positif yang sudah dihasilkan oleh PW IPNU Jawa Tengah periode 2009-2012 hendaklah bisa diteruskan dan lebih dimaksimalkan sambil melengkapi hal-hal yang belum sempat dikerjakan. Dalam konteks demikian itulah kegiatan Seminar Pelajar Aswaja dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PW IPNU Jawa Tengah, akan menemukan titik signifikansinya yang diharapkan bisa menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan kolektif pelajar aswaja & kader IPNU untuk meneguhkan perjuangan membangun bangsa dan negara Indonesia yang tercinta ini berdasarkan pancasila dan UUD 45 sebagaimana cita-cita IPNU, sekaligus mendakwahkan Islam ahlussunnah wal jamaah.

B.  NAMA DAN TEMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah Seminar Pelajar Aswaja dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PW IPNU Jawa Tengah dengan tema Peran Pelajar NU dalam Upaya Turut Serta Menjaga Keutuhan dan Kedaulatan NKRI”.

 C.  DASAR KEGIATAN

Dasar kegiatan ini adalah:

1.   Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) IPNU;

2.   Peraturan Organisasi dan Administrasi IPNU;

3.   Rapat Pleno PW IPNU Jawa Tengah pada tanggal 23 Juli 2011.

D.  BENTUK DAN MAKSUD KEGIATAN

Bentuk kegiatan Seminar Pelajar Aswaja dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PW IPNU Jawa Tengah adalah Seminar Pelajar Aswaja dan sidang-sidang (Rakerwil) II tahun 2011. Seminar Pelajar Aswaja dimaksudkan untuk memantapkan visi kepelajaran dan kependidikan. Sidang-sidang Rakerwil II dimaksudkan untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi pengembangan organisasi, kaderisasi, dakwah, dan rekomendasi.

E.  PESERTA 

Peserta Seminar Pelajar Aswaja dan Rapat Kerja Wilayah PW IPNU Jawa Tengah terdiri atas:

  1. Peserta Penuh: empat (4) orang delegasi tiap PC IPNU x 36 Cabang dari kabupaten dan kota se Jawa Tengah.
  2. Peserta peninjau: Unsur Pembina PW IPNU Jawa Tengah, media massa, dan tamu undangan baik dari unsur pemerintah, lembaga pendidikan, guru, siswa, aktivis LSM, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

Total peserta penuh dan peninjau sekitar 250 orang.

F.   PENYELENGGARA

Penyelenggara kegiatan ini adalah Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah. Konfirmasi menghubungi nomor 085293192255 (Agus).

G.  WAKTU DAN TEMPAT

          Waktu kegiatan Seminar Pelajar NU dan Rapat Kerja Wilayah PW IPNU Jawa Tengah ini berlangsung mulai hari Jum’at-Ahad, 22 – 24 Juli 2011 di Kampus STIENU / INISNU Jepara.

H. PENUTUP

Demikian profile kegiatan ini kami susun dan sampaikan untuk dijadikan pertimbangan bagi pihak-pihak terkait demi suksesnya acara tersebut. Semoga kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses, mendapat ridlo dan perlindungan dari Alloh SWT, dan membawa kebaikan bagi masa depan organisasi dan bangsa kita. Amiiin.

 

Wallahul muwafiq ilaa Aqwamith thoriq

Semarang, 10 Rajab 1423 H

12 Juni 2011 M

 Pimpinan Wilayah

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama

Provinsi Jawa Tengah

M U H A I M I N

Ketua

M. AGUS LUQMAN

Sekretaris

Category: Contoh Proposal
  • alfi says:

    assalamualaikum,,bagaimana dengan beasiswa bagi siswa yangbaru lulus smk yang pengen banget untuk kuliah tapi gak ada biaya?

    January 23, 2013 at 11:31

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*