Pentingya Motivasi dalam Kerja

“Pentingnya Motivasi Kerja dalam Bekerja”

 

Latar Belakang

Konsep motivasi pada dasarnya merupakan sebuah konsep yang bersifat universal, berlaku dalam bidang dan unsur apapun,  dari agama sampai seni sekalipun, sehigga prinsip universal ini banyak menjadi kajian manajemen, terutama manajemen sumber daya manusia, karena sumber daya manusia merupakan salah satu komponen terpenting  dan memegang suatu peran yang berpengaruh  dalam mencapai tujuan baik individu maupun kelompok dalam suatu organisasi maupun perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengelola Sumber Daya Manusia  sebaik mungkin, dan sangat wajar bila ada yang berpendapat jika  kunci sukses suatu perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana saja. Tapi faktor manusia merupakan faktor yang terpenting pula. (J. Ravianto, 1986

Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, produktivitas kerja dari tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya penyesuaian. Seperti peningkatan motivasi dan pengalaman kerja yang baik. Sehingga setiap karyawan dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi.

Motivasi dan pengalaman kerja yang baik dapat juga menunjang keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sebab melalui adanya dua faktor tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas kerja yang tinggi sehingga menunjang keberhasilan perusahaan. Sebaliknya jika tingkat produktivitas kerja menurun akan menghambat perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya.

Oleh karena itu perkembangan mutu Sumber Daya Manusia semakin penting keberadaannya. Hal ini mengingat bahwa perusahaan yang mempekerjakan Sumber Daya Manusia, menginginkan suatu hasil dan manfaat yang baik dan dapat mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan.

Pembahasan

Pengertian dan Hakikat Motivasi dalam Bekerja

Istilah motivasi dalam bahasa inggris berasal dari perkataan “motion” yang bersumber pada perkataan latin “movere” yang berarti bergerak. Menurut arti katanya, motivasi atau motivator berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan-dorongan. Motivasi dapat juga diartikan konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan yang ada pada diri karyawan yang memulai dan mengarahkan perilaku-perilaku.

Di dalam perusahaan yang berorientasi pada keuntungan, motivasi merupakan hal yang terpenting bagi manajer, manajer berusaha memahami perilaku karyawan agar dapat mempengaruhi karyawan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Maka salah satu tugas manajer adalah memberikan motivasi  (dorongan) kepada para bawahannya supaya bisa bekerja sesuai dengan pengarahan yang diberikan sehingga para karyawan dapat saling bekerjasama dan mampu mencapai hasil maksimal.

Motivasi bukanlah satu-satunya yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. Ada dua faktor yang terlihat, kemampuan perseorangan dan pemahamannya tentang perilaku apa yang diperlukan untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi. Dalam jurnal penelitian Rahmila Sari (Jurnal Analisis: 2012) menjelaskan bahwa motivasi sangat berpengaruh terhadap kinerja, sebagaimana unsur-unsur lain, seperti stress juga mempengaruhi penurunan kinerja.

Berbagai Teori Motivasi Kerja

Dalam bukunya Drs. M Manullang dikemukakan empat pendapat yang mempengaruhi jalan pikiran para ahli dalam hal teori motivasi, keempat pendapat itu adalah:

  1. Teori A.H. Maslow seperti yang dikutip Manullang (2001), mengatakan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia dimasukkan dalam lima kategori yang di susun menurut prioritas, antara:
  1. Kebutuhan badaniyah (psychological needs)

Kebutuhan yang meliputi sandang, pangan, dan lain-lain.

  1. Kebutuhan akan keamanan (safety needs)

Kebutuhan ini meliputi baik kebutuhan akan keamanan jiwa atau harta.

  1. Kebutuhan sosial (social needs)

Kebutuhan sosial meliputi kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain, kebutuhan akan perasaan dihormati.

  1. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs)

Kebutuhan akan penghargaan berupa kebutuhan akan harga diri dan pandangan baik dari orang lain terhadap kita

  1. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs)

kebutuhan akan kepuasan diri yaitu kebutuhan untuk mewujudkan diri.

  1. Teori Frederich Herzberg yang dijelaskan oleh Manullang, (2001) berpendapat faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik terdiri dari:
  • Keberhasilan pelaksanaan
  • Pengakuan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Tanggung jawab
  • Pengembangan
  1. Teori Douglas Mc Gregor, menurut Manullang (2001) mengemukakan dua pandangan yang saling bertentangan  tentang kodrat manusia, yang dia sebutkan sebagai teori X dan teori Y.
  1. Asumsi Teori X
  • pada umumnya manusia tidak senang bekerja
  • pada umumnya manusia tidak berambisi, tidak ingin tanggung jawab
  • pada umumnya manusia harus diawasi dengan ketat dan sering harus dipaksa untuk memperoleh tujuan organisasi.
  1. Asumsi Teori Y
  • Bekerja adalah kodrat manusia, jika kondisi menyenangkan.
  • Pengawasan diri sendiri tidak terpisahkan untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Manusia dapat mengawasi diri sendiri dan memberi prestasi pada pekerjaan yang diberi motivasi dengan baik.
  1. Teori David Mc Clelland di dalam buku karya Manullang (2001) menyebutkan bahwa orang yang mempunyai kebutuhan atas keberhasilan yakni mempunyai keinginan kuat untuk mencapai sesuatu, ciri-cirinya:
  1. mereka menentukan tujuan tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah, tetapi tujuan itu cukup menantang untuk dikerjakan dengan baik.
  2. mereka menentukan tujuan seperti itu, karena mereka secara pribadi dapat mengetahui bahwa hasilnya dapat dikuasai bila mereka kerjakan sendiri.
  3. mereka senang kepada pekerjaanya itu dan merasa sangat berkepentingan dengan keberhasilannya sendiri.
  4. mereka lebih suka bekerja di dalam pekerjaan yang dapat memberikan gambaran bagaimana keadaan pekerjaannya.

Unsur-unsur Penggerak Motivasi untuk Bekerja

Motivasi tenaga kerja akan ditentukan oleh motivatornya. Motivator yang dimaksudkan adalah merupakan mesin penggerak motivasi tenaga kerja sehingga menimbulkan pengaruh perilaku individu tenaga kerja yang bersangkutan.

Unsur-unsur penggerak motivasi adalah (Siswanto, 1987):

  1. Prestasi
  2. Penghargaan
  3. Tantangan
  4. Tanggung jawab
  5. Pengembangan
  6. Keterlibatan
  7. Kesempatan

Pada umumnya bentuk motivasi yang sering dianut oleh perusahaan meliputi empat unsur, yaitu (Siswanto ,1987):

  1. Kompensasi dalam bentuk uang

Kompensasi yang diberikan kepada tenaga kerja biasanya berwujud uang. Kompensasi sebagai kekuatan untuk memberi motivasi selalu mempunyai reputasi nama yang baik dan memang sudah selayaknya demikian.

  1. Pengarahan dan pengendalian

Pengarahan yang dimaksud menentukan bagi tenaga kerja tentang apa yang seharusnya mereka kerjakan dan apa yang harus tidak mereka lakukan. Sedangkan pengendalian dimaksudkan untuk menentukan bahwa tenaga kerja harus mengerjakan  hal-hal yang diinstruksikan

  1. Penetapan pola kerja yang efektif

Pada umumnya, reaksi terhadap kebosanan kerja menimbulkan penghambat yang berarti bagi output produktivitas kerja

  1. Kebajikan

Kebajikan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang diambil dengan sengaja oleh manajemen untuk mempengaruhi sikap atau perasaan para tenaga kerja. Dengan kata lain kebajikan adalah usaha untuk membuat tenaga kerja bahagia.

Unsur-unsur  penggerak motivasi kerja ini telah dibuktikan dalam penelitian Helga Margareth, (Skripsi :2012) Hasil Pengujian hipotesis telah membuktikan bahwa motivasi (dimensi kepuasan kerja) berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Nilai signifikan yang diperoleh dari uji korelasi sebesar 0,419 atau 41,9% yang artinya memiliki hubungan yang sedang berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja.

Jenis-jenis Motivasi Kerja

Ada dua jenis motivasi yang secara proses berbeda dalam mempengaruhi seseorang, yaitu:

  1. Motivasi Positif

Proses untuk mempengaruhi seseorang menjalankan sesuatu dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan “hadiah” yang dapat berwujud uang tambahan, penghargaan dan lain sebagainya.

Motivasi positif dapat dilakukan sebagai berikut:

  • penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan
  • informasi yang jelas tentang sesuatu hal
  • pemberian perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai individu
  • persaingan yang sehat
  • partisipasi dalam manajemen yang demokratis
  • kebanggaan dalam pekerjaan
  • uang
  1. Motivasi Negatif

Proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melaksanakan sesuatu yang diinginkan. Tetapi teknik dasar  yang digunakan lewat kekuatan yang dimiliki untuk memaksa. Misalnya bila seseorang tidak melakukan suatu yang diinginkan, maka ia akan kehilangan sesuatu, biasanya berupa uang atau mungkin jabatan.

Berbagai Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Motivasi Kerja

  1. Lyman Porter dan Raymond Mices

Ada tiga faktor utama yang berpengaruh pada motivasi

  • ciri-ciri pribadi seseorang (personal characteristic)
  • tingkat dan jenis pekerjaan (job characteristic)
  • lingkungan kerja (work situation dan characteristic)
  1. Sumber lain mengungkapkan

Motivasi merupakan suatu rangkaian interaksi antara banyak faktor yang dimaksud meliputi:

  • individu dengan segala unsur
  • situasi dimana individu bekerja
  • perilaku atas perbuatan yang ditampilkan oleh individu
  • timbulnya persepsi dan bangkitnya kebutuhan baru, cita-cita dan tujuan
  • proses penyesuaian yang harus dilakukan masing-masing individu terhadap pelaksanaan pekerjaan
  • pengaruh yang datang dari berbagai pihak.

Pembahasan dan Kesimpulan

Manusia sebagai unsur dalam suatu organisasi perusahaan  merupakan faktor yang berperan penting dalam menentukan sukses atau tidaknya tujuan perusahaan, terutama  dalam peningkatan kualitas dan profesionalisme, sehingga perusahaan harus berusaha memanfaatkan sumber daya manusia yang dimilikinya dengan cara memberikan motivasi yang tepat sasaran untuk mencapai tujuan kerja perusahaan yang lebih maksimal, dan teori ini telah dibuktikan oleh Helga Margareth dalam penelitianya diatas.

Pemanfaatan sumber daya manusia secara optimal merupakan kunci utama pengembangan organisasi agar organisasi dapat berjalan lancar dan efisien, karena jika tidak maka akan kesulitan mengorganisir sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan, terlebih jika memahami teorinya Douglas Mc Gregor yang  mengemukakan dua pandangan yang saling bertentangan  tentang kodrat manusia, yang dia sebutkan sebagai teori X dan teori Y, yang seakan saling bertentangan, sehingga peranan motivasi sangatlah penting.

Sumber daya  manusia yang sifatnya dinamis memiliki kemampuan berkembang tanpa batas dan harus  didukung dengan strategi manajemen sumber daya manusia, karena organisasi yang memiliki peralatan yang canggih dari teknologi paling baru akan sulit dalam mencapai tujuannya bila para pekerjanya tidak mempunyai motivasi kerja yang baik. Demikian pula sebaliknya, bila organisasi sudah memiliki sumber daya manusia yang terbaik dengan semangat dan motivasi baik, didukung dengan yang lain sebagai pendukungnya seperti fasilitas teknologi, maka sebuah hasil maksimal akan tercapai.

Bentuk motivasi ini sangatlah banyak, sehingga teknik dan cara memotivasi karyawan tidak bisa digeneralisir, sebagaimana pendapat yang diuraikan Lyman Porter dan Raymond Mices tentang berbagai perbedaan faktor motivasi yang dipengaruhi oleh kebutuhan dan karakter individu yang berbeda. Dari pendapat Lyman Porter dan Raymond Mices menunjukan bahwa pentingya memahami karakteristik dan teknik memotivasi karyawan yang berbeda harus dengan pengamatan dan tinjaun yang komprehensif.

Begitu pentingya motivasi dalam kerja dalam sebuah perusahaan,  sehingga  ada sebuah analogi sederhana terkait strategi motivasi ini diantaranya memotivasi dengan gaji yang tinggi dengan ungkapan “ Jikalau ingin melihat karyawanmu bekerja garang penuh semangat bagaikan harimau, maka berilah daging, tapi sehebat apapun karyawanmu yang laksana harimau jika engkau kasih makan rumput, maka akan mengembek seperti kambing”  dari pernyataan ini menunjukan pentingya motivasi dalam perusahaan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Daftar Pustaka

Bedjo Siswanto, Produktivitas dan Penerapan, ( LSIUP: 1987)

Helga Margareth, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan (kasus pada divisi network management pt indosat, tbk.) (Skripsi :2012)

M.Manullang, Manajemen Personalia, Edisi Revisi, (Ghalia Indonesia: 2001)

Rahmila Sari “Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Stres Kerja secara Bersama-Sama Berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Makassar” Jurnal Analisis, Vol.1 No.1 : 87 – 93, Juni 2012,

..........

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *