Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL

PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL
under arsip:  Perkuliahan.com.
Judul postingan :  PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL
Bidang  postingan  :  PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL 
………………………………………………………………………………………………………………….
data post by: perkuliahan.com edisi; 94, nex pendidikan islam

PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL

  1. Pengertian Pendidikan

Berbicara tentang pengertian pendidikan kita tidak akan menentukan arti yang sama antara satu dengan lainnya, karena masing-masing tokoh mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam mengartikan pendidikan. Hal itu tergantung pada sisi yang dianggap paling tepat oleh para tokoh pendidikan untuk membentuk dan menentukan sebuah konsep tentang pendidikan.

John Dewey berpendapat: “Etimologically, the word education means just a process of leading or bringing up”. Artinya secara etimologi, kata pendidikan berarti suatu proses untuk memimpin dan membimbing.[1]

Ahmad Tafsir berpendapat, pendidikan adalah berbagai usaha yang dilakukan oleh seseorang (pendidik) terhadap seseorang (anak didik) agar tercapai perkembangan maksimal yang positif.[2]

Pendidikan menurut  Arifin M.Ed. adalah:” ikhtiar manusia untuk membantu dan mengarahkan fitrah manusia (anak) supaya berkembang sampai kepada titik maksimal yang dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan”.[3]

Sedangkan  Zahara Idris mengartikan pendidikan sebagai berikut :

“Pendidikan adalah serangkaian kegiatan interaksi yang bertujuan antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan mempergunakan media, dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya agar dapat mengembangkan potensinya semaksimal mungkin menjadi manusia dewasa”.[4]

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.[5]

Dari beberapa pengertian tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha secara sadar yang dilakukan oleh orang yang lebih dewasa (sebagai pendidik) dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap manusia atau “fitrah“, agar dapat berkembang secara maksimal, sesuai dengan tujuan  pendidikan.

2. Pengertian Pranatal

Istilah “Pranatal“ dalam Kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti ”pra-lahir” atau ”sebelum lahir”.[6] Istilah tersebut digunakan sebagai sebutan bagi anak yang masih berada dalam kandungan. Jadi dengan kata lain pranatal adalah masa anak dalam kandungan sampai lahir.

Dengan demikian, yang dimaksud pendidikan anak dalam kandungan atau pendidikan pranatal adalah pendidikan yang diberikan kepada anak sebelum lahir atau sejak dalam kandungan sampai anak tersebut lahir. Jadi apapun yang dilakukan oleh orang tua, itulah pendidikan yang diberikan pada anak dalam kandungan (pranatal).

Jika pengertian pendidikan pranatal itu dikaitkan dengan pengertian pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka pendidikan anak dalam kandungan merupakan usaha secara sadar yang dilakukan oleh orang yang lebih dewasa (sebagai pendidik) dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap manusia agar dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan tujuan pendidikan, yang dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan ibu (pranatal) sampai anak tersebut lahir ke dunia.

Pendidikan pranatal bersifat peneladanan atau pembiasaan orang tua. Sikap dan apapun perbuatan orang tua pada saat anak masih dalam kandungan ataupun sudah lahir sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak. Jadi orang tua harus selalu menjaga sikap dan tingkah lakunya agar tetap sesuai dengan ajaran agama sebagai upaya pendidikan anak dalam kandungan (pendidikan pranatal).

 



[1] John Dewey, Democracy and Education the Macmillan Company, New York, 1994, hlm. 10

[2] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Rosda Karya, Bandung, 2000, hlm. 28

[3] H.M Arifin. M.Ed, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama, Bulan Bintang, Jakarta, 1976, hlm.10

[4] H. Zahara Idris., Op. Cit., hlm.9

[5] UU RI no. 2/1989, Sistem Pendidikan Nasional, Aneka Ilmu, Semarang, 1992, hlm. 2

[6] Departemen P Dan K, Op. Cit., hlm. 699

PENGERTIAN PENDIDIKAN PRANATAL
under arsip:  Perkuliahan.com.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*