Bukan Semacam Testimoni | MM UTY Angkatan 25

IMG-20170406-WA0008

Penampakan Personil MM UTY Angkatan 25

Sebenarnya ini seperti tak sengaja,saya nambahi tulisan di postingan foto kali ini, niatan sih cuma pengen posting foto kelas yang aggotanya komplit, tampak semua batang hidungya. alhamdulillah kemarin atas niatan tulus  Pak Pami (Pegawai admisi), kita diambil gambarnya tuh, itupun bukan kita masyarakat kelas yang minta.. Pas tiba-tiba disela jam pelajaran beliau menyapa kita di kelas,”sini pumpung komplit tak fotoin” katanya.  Itupun pake cameraphone salah satu dari kita.

Sepintas tidak ada yang istimewa dari kejadian tersebut,, tapi tidak bagi saya. Karena saya punya catatan tentang hal ini, biasanya orang bagian administrasi  kampus serem-serem, jaim, dan tak sedikit yang  galak, tapi entah kenapa ini orang-orang di MM UTY kok saya rasakan beda, seperti ada manis-manisnya (ekpresi le minerale).  Mereka care,  nuansa melayaninya dapet,  penuh keramahan, baik saat kita berkepentingan di admisi, maupun saat diluar itu.  kita juga dibuatkan group WA kelas sebagai interaksi akademik dan non-akademik untuk sekedar tegur sapa. read more

Definisi dan pengertian Mitos Menurut Ahli

Pengertian Mitos Menurut Para ahli

Mitos menurut Barthes merupakan “cara berpikir dari suatu kebudayaan tentang sesuatu, cara untuk mengkonseptualisasikan atau memahami sesuatu.[1] Barthes disini memikirkan mitos sebagai mata rantai dari konsep-konsep terkait. Barthes menambahkan, bila konotasi merupakan ‘pemaknaan tatanan kedua dari penanda, mitos merupakan pemaknaan tatanan kedua dari petanda”.[2]

Mitos adalah salah satu jenis sistem semiotik tingkat dua. Barthes mendefinisikannya sebagai tipe wicara, hal ini karena mitos adalah “cara orang berbicara, jadi bahasa sebagaimana kita pakai”.[3] Sebagai sebuah tipe wicara, menurut Barthes segala sesuatu  bisa menjadi mitos asalkan disajikan oleh sebuah wacana. Mitos tidak ditentukan oleh objek pesannya, namun oleh cara mitos mengutarakan pesan itu sendiri. Mitos hanya bisa memiliki landasan historis, karena mitos adalah tipe wicara yang dipilih oleh sejarah, sebab mitos tidak mungkin berkembang dari sifat dasar sejumlah hal. read more