Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Makalah Macam Model Pembelajaran

data post: Perkuliahan.com. edition of : 223/ apa yang dimaksud pembelajaran Cooperative Learning

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama di antara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya.siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan  masalah-masalah yang kompleks. Jadi hakikat sosila dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif.[1]

1)    Ciri-ciri Model pembelajaran kooperatif  : [2]

a.   Untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.

b.  Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

c.   Jika dalam kelas, terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok juga terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda-beda.

d.  Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.

2)   Tujuan Pembelajaran kooperatif , yaitu:[3]

a)   Hasil belajar akademik

Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Banyak ahli yang berpendapat bahwa model kooperatif unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit.

b)   Penerimaan terhadap keragaman

Model kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam perbedaan latar belakang. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, kemampuan akademik dan tingkat sosial.

c)   Pengembangan keterampilan sosial

Model kooperatif bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif antara lain adalah: berbagai tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

3)  Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif ada enam langkah utama seperti tertera dalam tebel berikut:

Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif.

Fase ke

Indikator

Aktivitas/kegiatan guru

1.

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar

2.

Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan

3.

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

4.

Membimbing kelompok bekerja dan belajar Guru membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas

5.

Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6.

Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.

 4) Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif di Kelas

Dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif sebagai berikut: (a) diperlukan tugas perencanaan, misalnya: menentukan pendekatan yang tepat, memilih topik yang sesuai dengan model ini, pembentukan kelompok siswa, menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa, mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan.

Dalam pembelajaran kooperatif dapat dilakukan melalui macam-macam pendekatan, guru dapat memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pendekatan-pendekatan pada model kooperatif misalnya yaitu: tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), tipe Jigsaw, tipe investigasi kelompok, dan tipe pendekatan structural. Berikut ini ditunjukkan perbandingan di antara keempat pendekatan tersebut.

 

Perbandingan Beberapa Pendekatan dalam Pembelajaran Kooperatif

 Pendekatan

Unsur

STAD JIGSAW Kelompok Penyelidikan Pendekatan Struktur
Tujuan kognitif Informasi akademik sederhana Informasi akademik sederhana Informasi akademik tingkat tinggi dan keterampilan inkuiri Informasi akademik sederhana
 

Tujuan sosial

Kerjasama dalam kelompok Kerjasama dalam kelompok Kerjasama dalam kelompok kompleks Keterampilan kelompok dan sosial
Struktur kelompok Kelompok heterogen dengan 4 – 5 orang anggota Kelompok heterogen dengan 4 – 5 anggota dan menggunakan kelompok asal dan ahli. Kelompok hterogen dengan 4 – 5 orang anggota Bervariasi berdua, bertiga, kelompok dengan 4-6 orang anggota
Pemilik Topik Biasanya guru Biasanya guru Biasanya siswa Biasanya guru
Tugas umum Siswa dapat menggunakan LKS dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya Siswa mempelajari materi dalam kelompok ahli kemudian membantu anggota kelompok asal mempelajari materi itu. Siswa menyelesaikan inkuiri komplek Siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan baik social dan kognitif
Penilaian Tes mingguan Bervariasi, missal tes mingguan Menyelesaikan proyek dan menulis laporan, dapat menggunakan tes essay Bervariasi
Pengakuan Lembar pengakuan dan publikasi lain Publikasi lain Lembar pengakuan dan publikasi lain Bervariasi

 

Namun perlu diketahui juga bahwa sebelum pembelajaran kooperatif dimulai, sebaiknya kepada siswa diperkenalkan terlebih dahulu apa itu pembelajaran kooperatif dan bagaimana aturan-aturan yang harus diperhatikan. Agar pembelajaran dapat berjalan lancar, sebaiknya kepada siswa diberitahukan. Petunjuk-petunjuk tersebut antara lain sebagai berikut:

1.      Tujuan pelajaran

2.      Apa saja yang akan dikerjakan siswa dalam kelompok

3.      Batas waktu untuk menyelesaikan tugas

4.      Jadwal pelaksanaan kuis untuk STAD dan Jigsaw

5.      Jadwal presentasi kelas untuk kelompok penyelidikan

6.      Prosedur pemberian nilai penghargaan individu dan kelompok

Selain beberapa hal di atas, perlu juga diketahui bagaimana cara membentuk kelompok, pedoman penilaian, dan sistem penghargaan. Berikut contoh cara mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan akademik.

 

Pengelompokan Siswa Berdasarkan Kemampuan Akademik

 

Kemampuan

No

Nama

Rangking

Kelompok

Tinggi

1.

Lailatul Ulya

1.

A

2.

Mujiyanti

2.

B

3.

Nanda Nurvia P.

3.

C

4.

Lailatul Ulya

4.

D

Sedang

5.

Muh. Afifullah M A

5.

D

6.

Nensia Jendri Ibror

6.

C

7.

Ade Erma

7.

B

8.

A. Rendo Adisaputro

8.

A

9.

Andi Abdul Mufid

9.

A

10.

Muh. Afifullah M A

10.

B

11.

Nensia Jendri Ibror

11.

C

12.

Wahyu Cahaya

12.

D

Rendah

13.

Aditya Lesmana

13.

D

14.

Dwi Anton Wijaya

14.

C

15.

Dwi Sutanto

15.

B

16.

Eka Amalia Masithoh

16.

A



[1] Irianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Prestasi Pustaka, Jakarta. 2007, hlm. . 41

[2] Iwan, OP. Cit. hlm. 3

[3] Irianto,  Op. Cit.  hlm. . 42

Category: Sekolahan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*