Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Model Pembelajaran Konstruktivisme

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Makalah Macam Model Pembelajaran

data post: Perkuliahan.com. edition of : 223/ apa yang dimaksud dengan  Pembelajaran Konstruktivisme

Model Pembelajaran Konstruktivisme

Model kostrukvisme adalah salah satu pandangan tentang proses pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengetahuan diri  (self-regulation). Pada akhir proses belajar, pengetahuan akan dibangun sendiri oleh anak melalui pengalamannya dari interaksi dengan lingkungannya.[1]

Konflik kognitif tersebut terjadi saat interaksi antara konsep di awal yang telah dimiliki siswa dengan fenomena baru yang dapat diintegrasikan begitu saja, sehingga diperlukan perubahan/modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru.

Perolehan pengetahuan siswa diawali dengan diadopsinya hal baru sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Kemudian hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki sebelumnya. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa, maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak seimbangan dalam struktur kognisinya dapat memodifikasi struktur kognisinya menuju keseimbangan sehingga terjadi asimilasi. Namun tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mengerti) karena ketidak mampuan berakomodasi.

Berdasarkan pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model konstrukvisme dalam pembelajaran adalah suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental yang telah dimilikinya. Pendidik lebih berperan sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran.

Secara rinci dapat dikemukakan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar yang mengacu pada model konstrukvisme seorang pendidik harus memperhatikan hal sebagai berikut:

a.       Mengakui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa sebelumnya;

b.      Menekankan pada kemampuan minds-on dan hands-on.

c.       Mengakui bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual.

d.      Mengakui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif.

e.       Mengutamakan terjadinya interaksi sosial.

 

Implikasi model pembelajaran konstrukvisme dalam pembelajaran meliputi 4 tahapan yaitu: (a) apresiasi, (b) eksplorasi, (c) diskusi dan penjelasan, dan (d) pengembangan dan aplikasi.[2]

Tahap pertama, siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Bila perlu pendidik memancing dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui sehari-hari dengan mengakaitkan konsep yang akan dibahas. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan, mengilustrasikan pemahamannya tentang konsep itu.

Tahap kedua, siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian dan perintepretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang pendidik. Secara berkelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Secara keseluruhan, tahap ini akan memenuhi rasa keingintahuan siswa tentang fenomena alam disekelilingnya.

Tahap ketiga, saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil observasi ditambah dengan penguatan pendidik, maka siswa membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang konsepsinya.

Tahap keempat, pendidik berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya, baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang berkaitan isu-isu dilingkungannya.

Belajar menurut teori konstruktivistik adalah lebih dari sekedar mengingat, seseorang yang mampu memahami dan mampu menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari, mereka harus mampu memecahkan masalah, menemukan (discovery) sesuatu untuk dirinya sendiri,  dan berbuat dengan berbagai gagasan.  Oleh sebab itu bukanlah orang yang            mampu memberikan pengetahuan pada siswa, sebab siswa yang harus mengkonstruksikan pengetahuan didalam memorinya sendiri.

Prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh teori konstruktivistik meliputi spesifikasi, generalitivikas, pemantauan, kemujaraban personal. Strategi belajar yang dikembangkan yaitu membuat catatan, belajar, kelompok, metode PQ4R yaitu priview, question, read, reflect on the material, recite,dan review. [3]



[1] Iwan, Op. Cit, hlm. 8

[2] Ibid.  hlm. 9

[3]  Chatarina Tri anni, dkk. Psikologi Belajar, UPT MKK UNNES, cet. 2, 2005, hlm. 56.

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : Makalah Macam Model Pembelajaran

data post: Perkuliahan.com. edition of : 223/ apa yang dimaksud dengan  Pembelajaran Konstruktivisme

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*