Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling

Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling Islam
Under arsip:  Perkuliahan.com.
Post title :Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling Islam
Post  Category   : BK, bimibingan konseling / Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling Islam
berkit data yang masuk dari share rental komputer Banjarnegara, data post: perkuliahan.com edition of : 102,


Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling Islam

       Dalam pengertian harfiyyah, metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan, karena kata metode berasal dari meta yang berarti melalui dan hodos berarti jalan.[1] Metode lazim diartikan sebagai jarak untuk mendekati masalah sehingga diperoleh hasil yang memuaskan, sementara teknik merupakan pernerapan metode tersebut dalam praktek. Dalam pembicaraan ini kita akan melihat bimbingan dan konseling sebagai proses komunikasi .Oleh karenanya, berbeda sedikit dari bahasan-bahasan dalam berbagai buku tentang bimbingan dan konseling, metode bimbingan dan konseling Islam ini akan diklasifikasikan berdasarkan segi komunikasi tersebut.

Metode bimbingan dan konseling Islam berbeda halnya dengan metode dakwah. Sebagai kita ketahui metode dakwah meliputi : metode ceramah, metode tanya jawab, metode debat, metode percakapan antar pribadi, metode demonstrasi, metode dakwah Rasulullah SAW, pendidikan agama dan mengunjungi rumah (silaturrahmi).[2] Demikian pula bimbingan dan konseling Islam bila dikalsifikasikan berdasarkan segi komunikasi, pengelompokannya menjadi : (1) metode komunikasi langsung atau disingkat metode langsung, dan (2) metode komunikasi tidak langsung atau metode tidak langsung.

1.                  Metode BIMBINGAN konseling langsung

Metode langsung (metode komunikasi langsung) adalah metode di mana pembimbing melakukan komunikasi langsung (bertatap muka) dengan orang yang dibimbingnya. Metode ini dapat dirinci lagi menjadi:

a.      Metode bimbingan konseling  individual

Pembimbing dalam hal ini melakukan komunikasi langsung secara individual dengan pihak yang dibimbingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mempergunakan teknik:

1.      Percakapan pribadi, yakni pembimbing melakukan dialog langsung tatap muka dengan pihak yang dibimbing;

2.      Kunjungan ke rumah (home visit), yakni pembibing mengadakan dialog dengan kliennya tetapi dilaksanakan di rumah klien sekaligus untuk mengamati keadaan rumah klien dan lingkungannya;

3.      Kunjungan dan observasi kerja, yakni pembimbing / konseling jabatan melakukan percakapan individual sekaligus megamati kerja klien dan lingkungannya.

b.      Metode kelompok

Pembimbing melakukan komunikasi langsung dengan klien dalam kelompok. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik-teknik:

1.   Diskusi kelompok, yakni pembimbing melaksanakan bimbingan dengan cara mengadakan diskusi dengan / bersama kelompok klien yang mempunyai masalah yang sama.

2.   Karya wisata, yakni bimbingan kelompok yang dilakukan secara langsung dengan mempergunakan ajang karya wisata sebagai forumnya.

3.   Sosiodrama, yakni bimbingan / konseling yang dilakukan dengan cara bermain peran untuk memecahkan / mencegah timbulnya masalah (psikologis).[3]

4.    Psikodrama, yakni bimbingan / konseling yang dilakukan dengan cara bermain peran untuk memecahkan / mencegah timbulnya masalah (psikologis).

5.   Group teaching, yakni pemberian bimbingan / konseling dengan memberikan materi bimbingan / konseling tertentu (ceramah) kepada kelompok yang telah disiapkan.

Di dalam bimbingan pendidikan, metode kelompok ini dilakukan pula secara klasikal, karena sekolah umumnya mempunyai kelas-kelas belajar.

2.      Metode tidak langsung

Metode tidak langsung (metode komunikasi tidak langsung) adalan metode bimbingan / konseling yang dilakukan melalui media komunikasi massa. Hal ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok, bahkan massal. [4]

a.    Metode individual

1.      Melalui surat menyurat.

2.      Melalui telepon dan sebagainya.

b.   Metode kelompok / massal

1.   Melalui papan bimbingan.

2.   Melalui surat kabar / majalah.

3.   Melalui brosur.

4.   Melalui radio (media audio).

5.   Melalui televisi.

Metode dan teknik mana yang dipergunakan dalam melaksanakan bimbingan atau konseling, tergantung pada :

1.   Masalah / problem yang sedang dihadapi / digarap.

2.   Tujuan penggarapan masalah.

3.   Keadaan yang dibimbing / klien.

4.   Kemampuan pembibing / konselor mempergunakan metode / teknik.

5.   Sarana dan prasarana yang tersedia.

6.   Kondisi dan situasi lingkungan sekitar.

7.   Organisasi dan administrasi layanan bimbingan dan konseling.

8.   Biaya yang tersedia.[5]

Dengan melihat uraian di atas, metode-metode yang telah diuraikan itu bukanlah satu-satunya metode yang digunakan oleh para ahli, mengingat masih ada penjabaran lain dengan variasi yang lain pula  meskipun subtansinya sama.[6]


[1] M. Arifin, op.  cit,  hlm. 43.

[2] Asmuni Syukir, Dasar-dasar Strategi Dakwah Islam, (Surabaya: al Ikhlas, 1983), hlm. 104 – 160.

[3] Thohari Musnamar, op.cit, hlm.49-51.

[4] Ibid.

[5] Ibid.

[6] Lihat M. Arifin, op. cit, hlm. 43 – 50.

Metode dan Teknik Bimbingan dan Konseling Islam

Under arsip:  Perkuliahan.com.

  • ayisyah says:

    top banget, teeruslah berkarya ok!
    salam persahabatan…….

    May 8, 2013 at 10:02

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*