Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Tujuan Pendidikan Pesantren

postingan ” tujuan pendidikan pondok pesantren ” merupakan tulisan dari skripsi teman saya, dan mengizinkan posting agar lebih bermanfaat untuk sesama, terutama agar memahami tentang pendidikan pesantren di Indonesia, sehingga artikel / makalah pendidikan pesantren ini diharapkan bisa bermanfaat.
 
Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : sejarah pondok pesantren
data post: Perkuliahan.com. edition of : 180

Visi / Tujuan Pendidikan Pesantren

dalam tujuan pendidikan pesantren ini merupakan kajian yang mendalam dan filosofis tentang tujuan pesantren dalam mendidik, sehingga pemahaman tentang tujuan pendidikan pesantren merupakan pemahaman yang bersifat analitis.

Pesantren memang unik dan setiap orang mengenal bahwa pesantren merupakan suatu sistem pendidikan klasik dan mungkin tradisional di negeri ini. Namun, melalui kebanggaan tradisionalitasnya, tidak bisa dipungkiri, justru pesantren menjadi lebih suvive – bertahan berabad-abad- bahkan dianggap sebagai alternatif didalam glamouritas dan hegemoni modernisme yang pada saat bersamaan mencatat tradisi sebagai masalah.

Basis kekuatan eksistensial pesantren, menurut Azyumardi Azra, pada satu pihak terletak pada corak dan pada paham keislaman masyarakat Jawa itu sendiri, pada pihak lain, basis eksistensial peasantren terletak pula pada integrasi lembaga ini ke dalam struktur-struktur sosial yang ada.[1]

Tujuan pendidikan tidak semata-mata untuk memperkaya pikiran santri dengan penjelasan –penjelasan, tetapi untuk meninggikan moral, melatih dan mempertinggi semangat, menghargai nilai-nilai sepiritual dan kemanusiaan, mengajarkan sikapdan tingkah laku yang jujur dan bermoral, dan menyiapkan para santri untuk hidup sederhana dan bersih hati.

Setiap santri diajar agar menerima etik agama di atas etik-etik yang lain. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah untuk mengejar kepentingan kekuasan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian (`ibadah) kepada Tuhan. Pesantren yang memiliki kepentingan mendasar untuk menanamkan tradisi keilmuan Islam terhadap santri, perlu untuk dirumuskan ulang tujuan pendidikan dan pengajarannya. Jika tidak demikian, maka akan terjadi kesenjangan.

Hal ini terjadi, menurut Nurchalish Majid, dikarenakan belum adanya kesiapan bagi pesantren untuk memahami pola-pola budaya Barat, apalagi mengimbangi, merespon saja terkadang mengalami kesulitan. Kepentingan tersebut adalah dalam rangka merealisasikan dua visi utamanya yaitu ;

Pertama, untuk menyebarluaskan ajaran tentang universalitas Islam ke seluruh pelosok Nusantara yang sangat pluralis. Hal ini oleh para Wali telah membuktikan dan berhasil menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam lingkungan masyarakat, tanpa meninggalkan jati diri pesantren.

Kedua, untuk memberikan respon terhadap situasi dan kondisi sosial suatu masyarakat yang tengah dihadapkan pada runtuhnya sendi-sendi moral dengan “Amar ma’ruf nahi munkar”.  Ini berarti pesantren menjadi agen perubahan dan selalu melakukan pembebasan masyarakat dari segala keburukan moral, penindasan politik, kemiskinan ilmu pengetahuan dan bahkan kemiskinan ekonomi.[2]

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang mempunyai karakteristik tersendiri, berbeda dengan model pendidikan yang lain, maka pondok pesantren terutama pesantren lama pada umumnya tidak merumuskan secara eksplisit dasar dan tujuan pendidikan.

Walau demikian tujuan pendidikan pondok pesantren dapat dipahami dari fungsi yang diembannya, yaitu sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam. Dan dari sinilah dapat diketahui bahwa tujuan pendidikan pondok pesantren sesungguhnya tidak hanya semata-mata bersifat keagamaan, akan tetapi mempunyai relefansi pula dengan kehidupan nyata dan berkembang dalam masyarakat. Memperhatikan tujuan tersebut di atas, maka tujuan pendidikan pondok pesantren dapat diidentikan dengan tujuan pendidikan Islam, yakni, pendidikan keseimbangan antara kepentingan dunia dan kepentingan akhirat.

Tujuan pendidikan yang diselenggarakan dapat diketahui dengan jalan menanyakan langsung kepada para penyelenggara dan pengasuh pesantren atau dengan cara memahami fungsi-fungsi yang dilaksanakan baik dalam hubungannya dengan para santri maupun dengan masyarakat sekitarnya. Berdasarkan wawancara dengan para pengasuh pesantren, Prof. Mastuhu, sebagaimana dikutip oleh Qodri Abdillah Azizy, menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan pesantren adalah :

“Menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkhidmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat sekaligus menjadi Rasul, yaitu menjadi pelayanan masyarakat sebagaimana kepribadian Nabi Muhammad Saw (mengikuti sunnah Nabi), mampu berdiri sendiri, bebas dan teguh dalam kepribadian, menyebarkan agama atau menegakkan Islam dan kejayaan umat Islam di tengah-tengah masyarakat (‘izzu-l-Islam wa-l-muslimin) serta mencintai ilmu dalam rangka mengembangkan kepribadian Indonesia.”[3]

Dari rumusan tujuan tersebut tampak jelas bahwa pendidikan pesantren sangat menekankan pentingnya tegaknya Islam di tengah-tengah kehidupan sebagai sumber utama moral yang merupakan kunci keberhasilan hidup bermasyarakat. Di samping berfungsi sebagai lembaga pendidikan dengan tujuan seperti yang telah dirumuskan di atas, pesantren mempunyai fungsi sebagai tempat penyebaran dan penyiaran agama Islam.[4]

Memahami tujuan pendidikan pesantren haruslah lebih dahulu memahami tujuan hidup manusia menurut Islam. Tujuan pendidikan pesantren harus sejalan dengan tujuan hidup manusia menurut Islam. Sebab pendidikan hanyalah cara yang ditempuh agar tujuan hidup itu dapat dicapai.

Al-Qur’an menegaskan, bahwa manusia diciptakan di muka bumi untuk menjadi khalifah yang berusaha melaksanakan ketaatan kepada Allah dan mengambil petunjuk-Nya dan Allahpun menundukkan apa yang di langit dan bumi untuk mengabdi kepada kepentingan hidup manusia dan merealisasikan hidup ini. Jika tujuan hidup manusia yaitu mengembangkan pikiran manusia dan mengatur tingkah laku serta perasaannya berdasarkan Islam, dengan demikian tujuan pendidikan Islam (pesantren) adalah merealisasikan ubudiyah kepada Allah di dalam kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat.[5]

Sebagaimana kita ketahui bahwa pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan swasta yang didirikan oleh perseorangan (kyai) sebagai figur central yang berdaulat menetapkan tujuan pendidikan pondoknya yang mempunyai tujuan tidak tertulis yang berbeda-beda. Tujuan tersebut kita asumsikan sebagai berikut :

Tujuan khusus : “Mempersiapkan para santri untuk menjadi orang yang alim dalam ilmu agama yang dijarkan oleh kyai yang bersangkutan serta mengamalkannya dalam masyarakat”.

Tujuan umum : “Membimbing anak didik mejnadi manusia yang berkepribadian Islam yang sanggup dengan ilmu agamanya menjadi mubaligh Islam dalam masyarakat melalui ilmu dan amalnya”.[6]

Akan tetapi untuk menciptakan rumusan formal dari tujuan pondok pesantren yang bersifat integral, komprehensif meliputi segala jenis pondok pesantren dalam hubungannya dengan masa pembangunan sekarang, jangan terlepas dari tujuan pembangunan yang ditetapkan dalam Undang-Undang.



[1]Islamil SM dkk (Ed.), Dinamika Pesantren Dan Madrasah, Pustaka Pelajar, Jogyakarta, 2002, hlm. 171

[2]Nur Cholis Madjid, Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan, Paramadina, Jakarta, 1997,  hlm. 3-5

[3]Qodri Abdillah Azizy, Op.Cit., hlm. 145.

[4]Ibid., hlm. 146.

[5]Abdul Munir, et.al., Rekonstruksi Pendidikan dan Tradisi Pesantren (Religiusitas Iptek), Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1998, hlm. 189.

[6]Djamaluddin, & Abdullah Aly, Op.Cit., hlm. 106.

Under arsip: Perkuliahan.com.
next post : sejarah pondok pesantren

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*