Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

makalah tentang Prestasi Belajar Siswa

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul Artikel /makalah :  makalah tentang Prestasi Belajar Siswa

Bidang  artikel /makalah  : tugas makalah  pendidikan, makalah evaluasi belajar siswa

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

1.      Pengertian  Prestasi Belajar (tentang belajar siswa)

Presatasi belajar terdiri dari dua kata yaitu : Prestasi dan belajar, prestasi menurut bahasa adalah hasil belajar yang telah dicapai.8 Menurut Suharsini Arikunto mengarti belajar  sebagai sesuatu yang terjadi karena adanya usaha  untuk mengadakan perubahan terhadap diri si pelaku belajar.9 Belajar menurut bahasa yaitu berusaha memperoleh  pengetahuan atau ilmu.10 Sedangkan menurut Oemar Hamalik, belajar adalah sebagai bentuk  pertumbuhan dan perubahan baru dalam bertingkah laku berkat pengalaman dan  latihan 11.

Dari beberapa pengertian diatas dapat penulis simpulkan bahwa prestasi belajar  merupakan kemampuan sipelaku belajar dalam  usahanya untuk mengadakan perubahan berkat pengalaman dan pelatihan sehingga mendapatkan pengalaman baru, konsep dan ketrampilan serta  terbentuk sikap yang baru.


 

2.   Teori-teori Belajar

Pelaksanaan  pembelajaran disekolah-sekolah juga tidak lepas dari teori  belajar  untuk mengatahui lebih dalam  tentang teori-teoori mana yang diterapkan  dalam pembelajaran SKI,  ada baiknya  penulis kemukakan  teori-teori belajar, antara lain :

a)      Teori belajar ilmu jiwa daya

Dalam diri manusia terdapat jiwa daya  yang masing-masing mempunyai  fungsi sendiri-sendiri seperti daya mengingat, daya menangkap pengetahuan, daya berfikir dan lain-lain, jadi dalam otak manusia  terdapat berbagai daya  ada daya-daya yang berfungsi dengan baik maka perlu dilatih dengan baik.

b)      Teori belajar Gestalt.

Menurut teori ini manusia tidak dipandang sebagai jumlah dari             daya-daya tetapi merupakan sebagai keseluruhan individu yang bertindak dan berfikir. Jadi keseluruhan itu dipandang lebih berarti daripada bagian-bagian. Dalam praktek pembelajaran yang menyangkut teori ini berusaha menjadi bahan pengajaran sebagai satu kesatuan dari sini dimulai pembelajaran baru yang berkembang ke hal-hal  yang  khusus  sebagai bagian dari  keseluruhan tadi.

c)      Teori belajar Asosiasi

Teori ini berlawanan dengan teori gestalt, menurut teori belajar asosiasi belajar itu harus dimulai dari bagian-bagian  baru di jumlahkan menjadi  keseluruhan.

d)      Teori belajar FB Skinner

Menurut teori ini  dalam pembelajaran diperlukan adanya ketepatan  dalam memberikan stimulus kepada siswa sehingga siswa dapat merespon dengan tepat  sesuai dengan apa yang diharapkan oleh  guru. Kemudian ikatan stimulus dengan respon  diperkuat melalui  latihan. Ketika seorang siswa dapat merespon dengan tepat  maka akan timbul  kepuasan pada diri siswa tersebut,  akibatnya  timbul dorongan  yang lebih kuat lagi, dengan demikian ikatan stimulus dan respon menjadi semakin kuat, kondisi ini disebut dengan reinforcement.

e.    Teori belajar Thorndike

Teori belajar Thorndike lebih dikenal dengan teori belajar koneksionisme. Dan menurut  teori ini belajar  adalah  kegiatan  problem solving  atau pemecahan masalah  hasil hasil dari percobaan trorndike menghasilkan tiga hukum :

1.      Low of effect artinya sesuatu  cenderung  akan diulangi lagi apabila  menyenangkan atau mengenakan bagi orang yang mengerjakannya.

2.      Low of execise adalah kondisi  yang memperkerat antara stimulus dengan respon  melalui kegiatan latihan atau berkat latihan dapat memperkuat antara stimulus dengan respon.

3.      Low of readiness adalah  prinsip kegiatan siswa dalam menerima pelajaran. Kesiapan berpengaruh terhadap  lemah atau kuatnya  stimulus dengan respon.

      Melalui wawasan teoritis diatas maka prilaku belajar dan proses belajar dapat diperbaiki dengan mengunakan teori-teori belajar yang relefan dengan kemampuan guru dan siswa  serta memperhatikan alat-alat yang tersedia 12

3.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Prestasi Belajar  Siswa

Siswa dalam melakukan proses belajar tidak mungkin berjalan dengan baik dan mendapatkan prestasi yang baik secara terus menerus tanpa ada faktor-faktor yang mempengaruhi.

Berikut ini akan penulis  jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi  prestasi belajar siswa. Suharsini Arikunto membagi faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa terbagi menjadi dua :

a.       Faktor Internal

Factor internal  adalah kondisi  dari sipelaku  belajar  yang meliputi, kondisi psikis (kejiwaan) dan kondisi fisik misalnya cemas, sedih,  kurang percaya, sehat, sakit, ragu-ragu dll.

b.      Faktor Eksternal

Factor eksternal  yaitu segala sesuatu yang ada di luar diri sipelaku  belajar, hal ini berupa sosial  maupun non sosial, sosial berarti orang-orang yang berbeda di sekitar  pelaku  belajar. Sedangkan  non sosial  berarti sesuatu  yang berbeda  disekeliling sipelaku belajar yang bukan manusia, misalnya: suhu, cuaca, udara, kebisisngan, bau yang  tidak enak,  dll.13

Pendapat lain datang dari Sumardi Suryabrata,  ia membagi faktor-faktor tersebut menjadi 4 bagian :

1)      Bahan atau alat yang dipelajari

Bahan  atau hal yang dipelajari ikut menentukan  proses  belajar,  yang  terjadi  dan  bagaimana hasil yang diharapkan guru dalam menyajikan pelajaran hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Di samping itu penyajianya harus  menggunakan  bahasa yang mudah  dipahami agar materi  dapat mudah diterima oleh siswa.

2)      Faktor lingkungan

Faktor instrumen dapat dikelompokkan menjadi  2  kelompok yaitu ; lingkungan alam lingkungan sosial, lingkungn alam misalnya : keadaan suhu dan kelembaban udara, belajar bila faktor alam mendukung maka  hasilnya  akan baik, faktor sosial yaitu;  hubungan dengan  guru  antar teman  dan  orang-orang  yang mengelilinginya, belajar apabila di sekitarnya  ramai tentu akan mengganggu proses belajar.

3)      Faktor Instrumen

Faktor instrumen dapat berwujud  benda keras seperti gedung alat-alat praktikumnya, dll Dapat juga berwujud benda lunak seperti  kurikulum, GBPP, buku pedoman  satuan pelajaran  dll.

 

 

4)      Kondisi individu belajar

Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi proses belajar  mengajar, faktor individu memegang peranan penting, kondisi individu dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu kondisi  fisiologi dan kondisi psikologis.

a)      Kondisi Fisiologis

Kondisi  fisiologis sangat mempengaruhi belajar siswa-siswa yang jasmaninya sehat, tentu akan mempengaruhui hasil yang baik dalam belajar, dibanding siswa yang sakit-sakitan. Dengan demikian  agar  memperoleh  presatsi belajar yang baik, maka kondisi fisiologis  harus  dijaga  sebaik-baiknya.

b)      Kondisi Psikologis

Proses belajar dapat juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis,  adapaun  kondisi  psikologis tersebut  meliputi:

(1)     Minat

         Dorongan dari dalam yang mempengaruhi proses belajar adalah minat, sebab itu minat perlu ditimbulkan agar prestasi  yang diharapkan bisa tercapai.

(2)    Bakat

         Belajar yang sesuai dengan bakat yang dimiliki akan menghasilkan  prestasi yang memuaskan.

(3)     Kecerdasan

         Kecerdasan besar perannnya menentukan  berhasil/tidaknya  seseorang  mempelajari  suatu obyek pendidikan.

(4)     Motivasi

         Motivasi adalah kondisi psikologis seseorang yang mendorong untuk melakukan  sesuatu, jadi motivasi belajar  adalah  kondisi  psikologis yang mendorong  seseorang  untuk melakukan  belajar 14

 


8Lukman Ali, Kamus besar bahasa Indonesia. Balai pusataka, Jakarta, 1991, hlm. 797.

 

9Suharsini Arikunto, Manajemen pengajaran secara manusiawi,PT Rineke Cipta,Jakarta,1993, hlm 19.

 

10 Ibid hlm.  14

 

11Oemar Hamalik, Metode belajar dan kesulitan belajar, PT. Tarsito, Bandung, hlm. 19.

 

12Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998, hlm :233-236

13 Suharsisni Arikunto, Op.cit, hlm.  21.

14Sumardi Suryabrata, Psikologi  Belajar I, Roko Press, Yogyakarta, 1969, hlm. 8.

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*