Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Telaah Silabus dan RPP SKI

under arsip:  Perkuliahan.com
Judul postingan : MBM, Menejemen Berbasis Madrasah Bidang  postingan  :  manajemen pendidikan islam next post :  manajemen dalam konteks pendidikan islam

SILABUS, RPP, DAN PEMBELAJARAN MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN  ISLAM JENJANG MI

 MAKALAH Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata kuliah: Pendidikan Agama Islam Dosen pengampu:   Dr. Sangkot Sirait 

Oleh: M. SOFYAN AL-NASHR (NIM. 1220420010) 

PENDIDIKAN DASAR ISLAM PROGRAM PASCA SARJANA 

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013

Makalah : SILABUS, RPP DAN PEMBELAJARAN MATERI SKI MI

I.         Pendahuluan

Gebrakan yang inovatif dalam proses pembelajaran tidak hanya akan mampu menciptakan suasana yang kondusif tetapi juga efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk menghadapi era globalisasi yang penuh dengan persaingan dan perubahan dibutuhkan pendidik yang visioner, diperlukan perubahan strategis dan model pembelajaran yang menyenangkan.[1]

Proses pembelajaran  akan sangat menentukan dalam tercapainya tujuan pendidikan. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.[2] Perencanaan yang baik dalam proses pembelajaran, akan memudahkan pendidik dalam menjalankan kewajibannya serta membantu peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan.

Dua komponen utama dalam perencanaan proses pembelajaran sebagaimana disebutkan dalam PP di atas yakni silabus dan RPP. Silabus dan RPP merupakan sumber pokok dalam penyusunan rencana pembelajaran, baik rencana pembelajaran untuk satu SK maupun satu KD. Dua komponen ini bermanfaat sebagai pedoman untuk merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran, misalnya kegiatan belajar secara klasikal, kelompok kecil, atau pembelajaran secara individual.

Demikian pula, silabus sangat bermanfaat untuk mengembangkan sistem penilaian. Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi sistem penilaian selalu mengacu pada SK, KD, dan indikator yang terdapat di dalam silabus. Sedangkan RPP memberikan acuan bagaimana agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik dan mencapai indikator pencapaian.

Dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada jenjang MI, silabus dan RPP dapat dijadikan pedoman arah pengembangan materi pembelajaran. Sebagai mata pelajaran yang banyak berisi kisah dan peristiwa masa lalu, diperlukan inovasi pembelajaran supaya penyampaian materi tetap menarik. Tentunya pengembangan tersebut harus memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik dari peserta didik dan mata pelajaran. Pembahasan mengenai pengembangan silabus, RPP, dan pembelajaran materi SKI MI menjadi topik yang cukup menarik untuk didiskusikan. Tulisan ini mencoba mengajak pembaca bertukar pikiran dan menyampaikan sedikit gagasan untuk pembelajaran SKI pada jenjang pendidikan MI.

 

  1. II.      Pembahasan
    1. A.  Pengembangan silabus SKI

Salah satu inovasi dalam kurikulum berbasis kompetensi adalah adanya peluang bagi daerah atau sekolah untuk mengembangkan silabus sesuai kondisi dan kebutuhan.[3] Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar materi, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber/bahan/alat belajar.[4]

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Penentuan kemasan silabus berdasarkan atas prinsip keterbacaan, kepraktisan, dan kemudahan dalam membawa dan menyimpan.[5] Istilah silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari SK dan KD yang ingin dicapai, dan materi pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik dalam rangka mencapai SK dan KD. Seperti diketahui, dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditentukan SK yang berisikan kebulatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang ingin dicapai, materi yang harus dipelajari, pengalaman belajar yang harus dilakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui pencapaian SK. Dengan kata lain, pengembangan kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan (1) Apa yang akan diajarkan (SK, KD, dan Materi Pembelajaran); (2) Bagaimana cara  melaksanakan kegiatan pembelajaran, metode, media); (3) Bagaimana dapat diketahui bahwa SK dan KD telah tercapai (indikator dan penilaian).

Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh guru ketika melakukan pengembangan silabus:

  1. Ilmiah; Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Di samping itu, strategi pembelajaran yang dirancang dalam silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori belajar.
  2. Relevan; Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.  Kesesuaian antara isi dan pendekatan pembelajaran yang tercermin dalam materi pembelajaran dan kegiatan/proses pembelajaran akan mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran.
  3. Sistematis; Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. SK dan KD merupakan acuan utama dalam pengembangan silabus.
  4. Konsisten; Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara KD, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta  teknik dan  instrumen penilaian.
  5. Memadai; Cakupan indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian KD.
  6. Aktual dan Kontekstual; Cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
  7. Fleksibel; Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat.
  8. Menyeluruh; Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor.
  9. Desentralistik. Pengembangan silabus ini bersifat desentralistik. Maksudnya bahwa kewenangan pengembangan silabus bergantung pada daerah masing-masing, atau bahkan sekolah masing-masing.[6]

 

  1. B.  Pengembangan RPP

RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup rencana pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP berisi garis besar (outline) apa yang akan dikerjakan oleh guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, baik untuk satu kali pertemuan, maupun beberapa kali pertemuan.[7]

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke­giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun  RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.[8]

Prinsip pengembangan RPP antara lain: memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Komponen RPP adalah:

  1. Identitas mata pelajaran, meliputi:

a. satuan pendidikan, b. kelas, c. semester, d. program studi, e.   mata pela­jaran atau tema pelajaran, f. jumlah pertemuan.

  1. Standar kompetensi; merupakan kualifikasi kemam­puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
  2. Kompetensi dasar; adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter­tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe­tensi dalam suatu pelajaran.
  3. Indikator pencapaian kompetensi; adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai­an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera­sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  4. Tujuan pembelajaran; menggambarkan proses dan ha­sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
  5. Materi ajar; memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro­sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe­tensi.
  6. Alokasi waktu; ditentukan sesuai dengan keperluan un­tuk pencapaian KD dan beban belajar.
  7. Metode pembelajaran; digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela­jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi­lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ­asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
  8. Kegiatan pembelajaran :
    1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

  1. Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

  1. Penutup

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpul­an, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.

  1. Penilaian hasil belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom­petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

  1. Sumber belajar

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom­petensi.

 

  1. C.  Pengembangan Materi Pembelajaran SKI MI
  2. Pembelajaran SKI MI

Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran. Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Materi Pembelajaran pada hakekatnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran.

Mata pelajaran SKI dalam kurikulum Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, menghayati sejarah Islam yang kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, keteladanan, penggunaan pengalaman dan pembiasaan.

 

Ruang lingkup Sejarah Kebudayaan Islam di MI meliputi :

  1. Sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
  2. Dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang meliputi kegigihan dan ketabahannya dalam berdakwah, kepribadian Nabi Muhammad SAW, hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
  3. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib, keperwiraan Nabi Muhammad SAW, peristiwa Fathu Makkah, dan peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW.
  4. Peristiwa-peristiwa pada masa khulafaurrasyidin.
  5. Sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan:

a.  Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam  yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

b.  Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan  sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan masa depan

c.  Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.

d.   Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa lampau.

e.   Mengembangkan  kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.[9]

Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam mempunyai fungsi yang dapat menjelaskan ketercapaian yang tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan di madrasah. Fungsi dasar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam meliputi:

a)      Fungsi edukatif

Sejarah menegaskan kepada peserta didik tentang keharusan menegakkan nilai, prinsip, sikap hidup yang luhur dan islami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

b)      Fungsi keilmuan

Melalui sejarah peserta didik memperoleh pengetahuan yang memadai tentang masa lalu Islam dan kebudayaannya.

c)      Fungsi transformasi

Sejarah   merupakan   salah   satu   sumber   yang   sangat   penting   dalam merancang transformasi masyarakat.

  1. Pengembangan Materi Pembelajaran SKI MI

Dalam pembelajaran, terdapat tiga faktor yang tidak dapat dipisahkan yakni kondisi pembelajaran (karakteristik peserta didik, tujuan pendidikan, karakteristik bidang studi, dan kendala), strategi pembelajaran, dan hasil pembelajaran.[10] Kondisi pembelajaran menentukan strategi apa yang tepat untuk digunakan agar tercapai hasil yang diharapkan. Keterpaduan tiga variabel tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran SKI MI.

Pengembangan materi pembelajaran SKI merupakan hal penting supaya pembelajaran SKI yang berlangsung dapat mencapai target yang diinginkan. Dalam konteks peningkatan kualitas sikap keberagamaan dan membangun kesadaran religius diperlukan keterlibatan tiga aspek secara berbarengan dan berperan aktif, yaitu akal, hati, dan fisik.[11]

Maka pengembangan pembelajaran materi SKI jenjang MI ditujukan supaya peserta didik tidak hanya mengetahui sejarah masa lalu tetapi juga menghayati dan akhirnya meneladani sifat-sifat Rasul dan sahabat. Akan lebih baik ketika materi SKI dikaitkan dengan realitas yang ada dan berkembang di masyarakat. Dengan demikian peserta didik akan lebih mengerti dan materi SKI tidak hanya sekedar transfer of knowledge semata.

 

  1. D.  Contoh aplikasi Silabus, RPP dan pelaksanaan pembelajaran SKI MI

Kelas VI Semester I

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Mengenal sejarah khalifah

Umar bin Khottob

Menceritakan silsilah, kepribadian Umar bin Khottob dan perjuangannya dalam dakwah Islam
Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari kholifah Umar bin Khottob
Meneladani nilai-nilai positif dari kekholifahan Umar bin Khottob

 

SILABUS

Nama Madrasah          : MI Tarbiyatul Islamiyah

Mata pelajaran             : SKI

Kelas                           : VI/I

Standar Kompetensi   : Mengenal sejarah khalifah Umar bin Khottob

Kompetensi Dasar       : Menceritakan silsilah, kepribadian Umar bin Khottob

dan perjuangannya dalam dakwah Islam

 

Materi pokok

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

Silsilah Umar bin Khottob

 

 

 

Kepribadian Umar bin Khottob

 

Perjuangan Umar bin Khottob dalam dakwah Islam

Membuat dan membaca bagan tentang silsilah keluarga Umar bin Khottob

Membaca kisah tentang riwayat kepribadian Umar bin Khottob

Menggali informasi tentang perjuangan Umar bin Khottob dalam dakwah Islam

 

-   Menyebutkan nama ayah dan ibu Umar bin Khottob

–   Menyebutkan asal suku/ klan/ bani Umar bin Khottob

–   Menentukan pertemuan nasab Umar bin Khottob dengan Nabi Muhammad Saw

–   Menyebutkan karakter sifat Umar bin Khottob

–   Menyebutkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Umar bin Khottob

–   Menjelaskan kedudukan Umar bin Khottob dalam masyarakat kafir Quraisy

–   Menceritakan kisah masuk Islamnya Umar bin Khottob

–   Menceritakan perjuangan Umar bin Khattab setelah masuk Islam, yaitu menjadi pembela nabi/ pembela kaum yang tertindas

–   Menunjukkan sikap/ perilaku membela aqidah Islam dengan berani dan tega

Tes Tulis

Produk

 

 

 

 

 

 

 

 

Tes Tulis

2 jampel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 jampel

 

 

 

Bagan silsilah Umar bin Khottob, buku paket

SKI untuk MI kelas 6

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Identitas

Nama Sekolah          : MI Tarbiyatul Islamiyah

Mata Pelajaran          : SKI

Kelas, Semester       : VI/I

Standar Kompetensi : Mengenal sejarah khalifah Umar bin Khottob

Kompetensi Dasar    : Menceritakan silsilah, kepribadian Umar bin Khottob

dan perjuangannya dalam dakwah Islam Indikator

Alokasi Waktu            : 5 x 35 menit (3 pertemuan)

B. Tujuan Pembelajaran      : Siswa mengenal sejarah khalifah Umar bin Khottob

C. Materi Pembelajaran       : – Silsilah Umar bin Khottob

–  Kepribadian Umar bin Khottob

–  Perjuangan Umar bin Khottob dalam dakwah Islam

D. Metode Pembelajaran      : Metode ceramah

Metode diskusi

Metode tanya jawab

Metode drill

E. Kegiatan Pembelajaran

Langkah-langkah :

Pertemuan 1

  1. Pendahuluan (10 menit)
  • Guru memberikan salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmallah dan kemudian berdoa sebelum memulai pelajaran.
  • Siswa menyiapkan buku SKI , membuka bab yang akan dipelajari.
  • Secara bersama membaca materi dan sub materi .
  • Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan tujuan atau kompetensi dasar yang akan dicapai.
  • Guru memotivasi dan mengajak siswa untuk berpartisifasi aktif dalam pembelajaran
  1. Kegiatan inti (50 menit)

1). Eksplorasi (penggalian dan pengenalan)

  • Untuk mengetahui pengetahuan siswa, guru memberian pertanyaan yang berkaitan dengan materi dan lain sebagainya.
  • Dengan bimbingan guru, siswa secara berkelompok  mendiskusikan materi yang terbuat di buku paket siswa.
  • Dengan penjelasan guru, siswa melengkapi materi yang telah diskusikan dan yang berasal dari buku paket.
  • Siswa membuat catatan hasil pembahasan dan penjelasan materi.

2).  Elaborasi (penerapan)

  • Siswa membaca dan menulis materi yang terdapat di buku pegangan siswa
  • Guru menugaskan  seorang siswa untuk mengemukakan pendapat
  • Guru mejelaskan dan melengkapi pendapat siswa
  • Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya materi yang belum jelas.
  • Membahas pertanyaan tersebut secara umum dengan jawaban secara menyeluruh.
  • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk berkompetisi menjawab soal yang berkaitan dengan materi.
  • Guru dan siswa secara bersama memilih dan menentukan juara hasil kompetisi.

3) Konfirmasi (umpan balik)

  • Guru memberikan hadiah kepada kelompok siswa atau perseorangan yang telah mampu mencapai tujuan pembelajaran.
  • Dengan Bimbingan guru, siswa merefleksi kegiatan pembelajaran guna menggali pengalaman belajar yang telah dilakukan.
  • Guru memfasilitasi siswa untuk memecahkan berbagai masalah dan memberi informasi untuk agar bereksplorasi lebih jauh tentang materi.
  • Guru memotivasi siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif
  • Guru bersama siswa membuat kesimpulan hasil pembelajaran.
  • Guru menilai / merefleksi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan
  • Guru memberi umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
  • Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan yang telah disediakan
  • Guru menginformasikan  bahwa pertemuan berikutnya akan belajar tentang materi.
  • Guru bersama-sama siswa menutup pelajaran dengan membaca hamdallah, dan mengucapkan salam kepada siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.
  1. Kegiatan akhir / penutup (10 menit)

 

F. Sumber Belajar           : 1. Buku Paket SKI Kelas 6 MI

2. LKS

3. Sumber lain yang relevan


 

G. Penilaian                     

Indikator Pencapaian

Jenis Penilaian

Bentuk Penilaian

Contoh Instrumen

  • Menyebutkan nama ayah dan ibu Umar bin Khottob
  • Menyebutkan asal suku/ klan/ bani Umar bin Khottob
  • Menentukan pertemuan nasab Umar bin Khottob dengan Nabi Muhammad Saw
  • Menyebutkan karakter sifat Umar bin Khottob
  • Menyebutkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Umar bin Khottob
  • Menjelaskan kedudukan Umar bin Khottob dalam masyarakat kafir Quraisy
  • Menceritakan kisah masuk Islamnya Umar bin Khottob
  • Menceritakan perjuangan Umar bin Khattab setelah masuk Islam, yaitu menjadi pembela nabi/ pembela kaum yang tertindas
  • Menunjukkan sikap/ perilaku membela aqidah Islam dengan berani dan tegas

 

 

Tes Tulis

Produk

Tes Tulis

Jawaban singkat

Uraian

1. Sebutkan karakter sifat Umar bin Khottob

2. Sebutkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Umar bin Khottob

3. Jelaskan kedudukan Umar bin Khottob dalam masyarakat kafir Quraisy

4. Ceritakan kisah masuk Islamnya Umar bin Khottob

5. Ceritakan perjuangan Umar bin Khattab setelah masuk Islam, yaitu menjadi pembela nabi/ pembela kaum yang tertindas

6. Tunjukkan sikap/ perilaku membela aqidah Islam dengan berani dan tegas

Tes Pengamatan

Penilaian proses dilakukan oleh guru pada saat siswa melakukan diskusi

No

N A M A

Keaktifan

Ketepatan

Kerjasama

skor

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4  

1

                           

2

                           
 

Jumlah Skor

                         

Keterangan :

1. Sangat baik              2. Baik             3. Cukup          4. Kurang

Mengetahui

Kepala Sekolah……………….,                                 Guru Mata Pelajaran,

 

 

…………………………….                                            ……………………….

NIP.                                                                     NIP.

  1. III.   Analisis

–          Pengembangan Silabus dan RPP SKI MI

Perencanaan pembelajaran yang baik akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik, dan proses yang baik berpeluang besar memperoleh hasil yang baik pula. Silabus dan RPP sebagai komponen utama perencanaan pembelajaran memegang peranan penting tercapainya keberhasilan proses pembelajaran. Untuk itu, pengembangan silabus dan RPP mutlak diperlukan terutama dalam pembelajaran mata pelajaran SKI pada jenjang MI.

Agar pengembangan silabus dan RPP SKI MI berjalan dengan baik, maka perlu memperhatikan prinsip pengembangannya. Dalam upaya pengembangan silabus, prinsip yang perlu diperhatikan yaitu ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Sedangkan prinsip pengembangan RPP antara lain: memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Selama pengembangan silabus dan RPP SKI MI memperhatikan prinsip-prinsip tersebut, maka pembelajaran SKI MI akan lebih menarik bagi peserta didik. Apalagi untuk mata pelajaran SKI yang berisi banyak kisah, maka kemasan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan akan menghilangkan rasa bosan dalam pembelajaran SKI MI.

–          Materi pembelajaran SKI MI

Materi sejarah kebudayaan Islam biasanya berisi kisah dan peristiwa masa lalu yang bisa dijadikan teladan untuk masa kini. Dalam SK KD SKI untuk jenjang pendidikan dasar Islam (MI), mata pelajaran ini diberikan kepada peserta didik mulai kelas 3 sampai kelas 6. Materinya antara lain kehidupan masyarakat Arab pra-Islam, kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW, dan kisah khulafaurrasyidin (Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib).

Menurut penulis, beban belajar peserta didik MI sudah sangat berat karena mata pelajaran yang ada lebih banyak dibanding SD. Apabila beban belajar siswa SD sudah dianggap terlalu banyak, bagaimana dengan beban belajar siswa MI? Minimal di MI ada tambahan mata pelajaran Bahasa Arab dan rumpun PAI (Aqidah Akhlak, Fiqh, Quran Hadits, dan SKI). Tentu saja hal itu akan semakin memberatkan peserta didik MI.

Ruang lingkup SKI MI misalnya, meliputi: Sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, Dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib, keperwiraan Nabi Muhammad SAW, peristiwa Fathu Makkah, dan Peristiwa-peristiwa pada masa khulafaurrasyidin, serta Sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing. Materi yang ada jika tidak dijadikan mata pelajaran tersendiri tidak akan menjadi masalah.

Sejarah masyarakat pra-Islam tidak begitu berpengaruh terhadap perkembangan anak bahkan bobotnya terlalu berat sehingga anak akan susah menangkapnya.

Pembelajaran SKI sebaiknya tidak diajarkan di jenjang MI, kisah dan peristiwa sejarah dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran quran hadits atau aqidah akhlak. Dengan demikian beban belajar peserta didik tidak akan terlalu banyak yang kadang melebihi kemampuan fisik dan psikisnya.

 

  1. IV.   Penutup

Demikian makalah yang dapat penulis sampaikan, tentu masih banyak kekurangan dan kesalahan serta jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, saran, kritik dan evaluasi dari pembaca sangat kami harapkan demi perkembangan karya selanjutnya. Semoga karya kecil ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan bagi kita semua. Amin.

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Suatu Panduan Praktis, Cet. III (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007)

Idi, Abdullah, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011)

Khaerudin et.al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Konsep dan Implementasinya di Madrasah, Cet. II (Yogyakarta: Pilar Media, 2007)

Madjid, Nurcholis, Tradisi Islam, Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia, (Jakarta: Paramadina, 1997)

Maunah, Binti, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Yogyakarta: Teras, 2009)

Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), cet. II

Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

Permenag RI No. 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi PAI dan Bahasa Arab di Madrasah

Permendiknas RI No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Rahmat, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Yogyakarta: Magnum Pustaka, 2010)

Susilo, Muhammad Joko, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007)



[1] Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 241.

[2] Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20

[3] Binti Maunah, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 125

[4] Rahmat, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Yogyakarta: Magnum Pustaka, 2010), hlm. 78.

[5] Muhammad Joko Susilo, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), hlm. 115

[6] E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Suatu Panduan Praktis, Cet. III (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 191-195.

[7] Khaerudin et.al., Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Konsep dan Implementasinya di Madrasah, Cet. II (Yogyakarta: Pilar Media, 2007), hlm. 130

[8] Permendiknas RI No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

[9] Permenag RI No. 2 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi PAI dan Bahasa Arab di Madrasah

[10] Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), cet. II, hlm. 292

[11] Nurcholis Madjid, Tradisi Islam, Peran dan Fungsinya dalam Pembangunan di Indonesia, (Jakarta: Paramadina, 1997)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*