Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Post Partum Keperawatan Modern

Makalah  Post Partum Keperawatan Modern
Under arsip:  Perkuliahan.com. 
Post title : Makalah  Post Partum Keperawatan Modern
Post  Category   : Makalah akper, contoh makalah post partum, makalah keperawatan modern etc. data post: perkuliahan.com edition of : 116
 

Kuliah selanjutnya dalam forum perkuliahan.com, kali ini kita akan membahas tentang materi keperawatan. kan bahasnya yang bermacam-macam biar tambah pinter. yaitu ” Makalah  Post Partum Keperawatan Modern”

 

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Persalinan adalah proses fisiologis yang akan dialami wanita untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang hidup dari uterus, sedangkan pasca persalinan adalah waktu penyembuhan untuk kembali kepada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru mulai dari selesai persalinan sampai kira-kira 6 minggu,  tetapi alat genital baru pulih 3 bulan setelah persalinan.

B.    Tujuan Pembuatan Makalah

Agar mahasiswa sebagai calon perawat dapat mengetahui dan memahami konsep dasar tentang post partum dan juga memahami gambaran asuhan keperawatan yang harus dilakukan.

 C.    Batasan Masalah

Banyak masalah-masalah mengenai proses kehamilan, tetapi penulis hanya membatasi tentang post partum.

 D.    Metode dan Teknik Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode studi pustaka keperawatan. Penulis menggunakan metode ini untuk mendapatkan bahan yang bersifat teoritis dari buku-buku ilmiah yang berkaitan dengan post partum.

 

E.     Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan Pembuatan Makalah
  3. Batasan Masalah
  4. Metode dan Teknik Penulisan
  5. Sistematika Penulisan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

1.     Konsep Dasar

A.    Pengertian

B.    Anatomi fisiologis

C.    Fisiologis pasca persalinan

D.    Adaptasi fisiologi pasca persalinan

1. Sistem kardio vaskuler

2.  Sistim perkemihan

3.  Sistim endokrin

4.  Kehilangan berat badan

5.  Sistim imun

6.  Evolusi uterus

7.  Nyeri post partum

8.  Lochea

9.  Serviks

10.Vagina dan perineum

E.     Adaptasi Psikologis Pasca Persalinan

F.     Penatalaksanaan Pasien Post Partum

2.     Rencana Keperawatan

A.    Pengkajian

B.    Diagnosa Keperawatan

C.    Rencana Keperawatan

D.    Pelaksanaan Keperawatan

E.     Evaluasi

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Kritik dan Saran

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

A.     Konsep Dasar

a.      Pengertian

Persalinan adalah proses fisiologis yang akan dialami wanita untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang hidup dari uterus, sedangkan pasca persalinan adalah waktu penyembuhan untuk kembali kepada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru mulai dari selesai persalinan sampai kira-kira 6 minggu,  tetapi alat genital baru pulih 3 bulan setelah persalinan.

b.    Anatomi Fisiologi

Alat kelamin luar terdiri dari mons veneris, labia mayora (bibir besar), labia minor, klitoris, vulva bulbus vestibuli sinistra dan perinium, sedangkan alat kelamin dalam terdiri atas vagina, uterus, tuba falopii dan ovarium.

c.       Fisiologi Pasca Persalinan

Pada jam pertama setelah melahirkan, ibu akan segera beradaptasi yang mencakup semua fungsi tubuh. Pasca persalinan meliputi 3 periode yakni :

1)      Immediate Pasca Persalinan yakni periode 24 jam setelah melahirkan

2)      Early Post Partum yaitu minggu pertama setelah melahirkan dan periode ke (3) Late Post Partum yakni minggu kedua sampai minggu keenam setelah melahirkan.

d.      Adaptasi Fisiologi Pasca Persalinan

 1.      Sistem kardio vaskuler

Selama kehamilan volume darah meningkat sampai 40% dari tidak hamil. Sewaktu melahirkan ibu akan kehilangan darah antara 300-4000 ml dan volume darah mulai stabil setelah satu minggu post partum. Pada 24 jam post partum suhu tubuh bisa meningkat sampai 38° C akibat terjadinya dehidrasi, perubahan hormonal, eksersi otot selama melahirkan dan pembengkakkan payudara. Tekanan darah mengalami perubahan karena terjadinya pendarahan sewaktu melahirkan.

2.      Sistem Perkemihan

Pada masa persalinan kandungan kemih bisa mengalami trauma akibat tekanan dan edema yang dapat menimbulkan overdistensi dan pemenuhan kandungan kemih tidak sempurna. Dua puluh empat jam pertama setelah melahirkan sering buang air kecil dalam rangka menurunkan penumpukan cairan selama kehamilan. Fungsi ginjal akan kembali normal 4-6 minggu setelah melahirkan.

3.      Sistem Endokrin

Sistem endokrin berubah secara tiba-tiba selama kala IV persalinan, mengikuti lahirnya placenta dengan terjadinya penurunan estrogen dan progesteron sampai 10% dari keadaan sebelum hamil selama 3 jam persalinan dan akan kembali normal pada hari ke tujuh. Menstruasi akan terjadi setelah 12 minggu pada ibu yang tidak menyusui dan 36 minggu pada ibu yang menyusui.

4.      Kehilangan Berat Badan

Seorang ibu post partum akan kehilangan berat badan sekitar 5-6 kg yang terdiri dan 750 gr placenta, 1000 gr darah dan cairan omnion dan sisanya berat badan bayi. Dalam jangka waktu 2-4 hari post partum terjadi diuresis ( kehilangan berat badan) sampai 2,5 kg, baru setelah involusi lengkap kehilangan berat badan sekitar 9000 gr.

5.      Sistem Imun

Ibu post partum memerlukan vaksinasi rubella untuk mencegah terjadinya rhesus isoimunisasi.

6.      Involusi Uterus

Setelah kala III persalinan, fundus uteri dapat dipalpasi berada dipertengahan symphisis dan pusat uterus akan mengeras karena kontraksi dan retraksi otot. Ukuran uterus selama kehamilan 16 mg dan dalam 24 jam post partum fundus akan turun 1 cm dari umbilicus. Pada hari ke 9 post partum dengan palpasi fundus uterus tidak teraba lagi dan setelah 6 minggu uterus akan kembali seperti semula.

7.      Nyeri Post Partum

Nyeri post partum saat kontraksi akan dialami ibu selama 3-4 hari post partum.

8.      Lochea

Lochea adalah sekret yang berasal dan cairan uteri yang dikeluarkan melalui vagina. Sekret ini terdiri dari darah, sel-sel tua dan bakteri. Lochea rubra terjadi pada hari I – III post partum dalam bentuk darah dan bekuan berbau anyir. Lochea serosa pada hari ke 4 – 9, berwarna merah muda sampai coklat, sedangkan Lochea alba pada hari ke 10 putih kekuningan.

9.      Cervix

Pada saat post partum, cervix memendek dan konsistensinya mengeras. Setelah satu minggu pertama cervix akan kembali normal.

10.  Vagina dan Perineum

Setelah 24 jam post partum terjadi edema, luka kebiruan, dan laserasi pada vagina. Rugae akan tampak kembali dalam 4 minggu post partum

e.   Adaptasi Psikologis Pasca Persalinan

Terjadi seiring dengan perubahan fisiologis pada masa post partum. Kelahiran anak akan membawa perubahan hubungan interaksi keluarga.

f.        Penatalaksanaan Pasien Post Partum

Cara paling efektif untuk mencegah terjadinya infeksi adalah menjaga atau mempertahankan fasilitas peralatan yang bersih serta kebersihan diri. Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh ibu-ibu post partum adalah:

·        Kebersihan diri, akan membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan kesejahteraan.

·        Perawatan perineal, mengurangi rasa ketidaknyamanan, mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan

·        Perawatan payudara. Perawatan puting susu sangat penting untuk ibu menyusui.

 

B.    Asuhan Keperawatan

a.      Pengkajian

Pengkajian pada ibu pasca persalinan meliputi :

1.      Identitas pasien ( nama, umur, jenis kelamin, agama, suku/bangsa, pendidikan dan pekerjaan ).

2.      Riwayat obstetri (haid pertama kali/frekuensi, jumlah, keluhan saat haid, riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya).

3.      Riwayat kehamilan (hari pertama haid terakhir, keluhan yang diderita, imunisasi).

4.      Riwayat kesehatan masa lalu (penyakit yang pernah diderita, seperti hepatitis, diabetes melitus dan hipertensi).

5.      Riwayat kesehatan sekarang (alasan datang ke klinik bersalin, keluhan saat ini, pengobatan dan tindakan yang dilakukan)

6.      Riwayat kesehatan keluarga (adakah keluarga pasien yang menderita penyakit seperti hepatitis, diabetes melitus/ paru-paru atau hipertensi).

7.      Riwayat psikologis (perasaan dan harapan pasien sehubungan dengan persalinannya/ proses adaptasi menjadi orang tua, konsep diri terutama peran sebagai orang tua).

8.      Riwayat sosial ekonomi (lingkungan tempat tinggal pasien dengan anggota keluarga atau masyarakat sekitarnya, status ekonomi/latar belakang budaya dan gaya hidup).

b.      Diagnosa Perawatan

Diagnosa keperawatan pada pasien post partum meliputi :

1.      Gangguan rasa nyaman nyeri sehubungan dengan adanya luka episiotomi.

2.      Potensial infeksi sehubungan dengan adanya episiotomi.

3.      Perubahan istirahat (tidur) sehubungan dengan ketidaksesuaian pola tidur ibu dan bayi.

4.      Potensial gangguan eliminasi konstipasi sehubungan dengan perasaan takut jahitan akan terbuka dan rasa nyeri.

 

c.    Perencanaan Keperawatan

1.      Gangguan rasa nyaman : nyeri pada perinium sehubungan dengan dampak dan adanya luka episiotomi.

Tujuan            : Rasa nyaman dapat diminimalkan.

Kriteria hasil   :  -   Secara verbal pasien mengatakan rasa nyeri berkurang

-       Ekspresi wajah rileks atau tenang

-       Pasien mampu menerapkan intervensi khusus untuk mengatasi ketidaknyamanan.

Rencana tindakan:

·        Kaji tingkat kenyamanan, adanya keluhan ketidak­nyamanan, lokasi, durasi dan frekuensi nyeri

·        Kaji perinium dan penyembuhan luka episiolomi edema, kemerahan, eksudat atau adanya jahitan yang lepas.

·        Gunakan ice pach dan dikompreskan di perinium terutama 24 jam setelah melahirkan.

·        Anjurkan mandi rendam sitz bath air hangat 38°C – 40°C selama 20 menit  3 – 4 kali setiap hari, hal ini dilakukan 24 jam post partum

·        Ajarkan dan anjurkan untuk menggunakan teknik relaksasi, tarik nafas dalam-dalam.

·        Monitor tanda-tanda vital setiap 6 jam

2.      Perubahan istirahat tidur, sehubungan dengan ketidaksesuaian pola tidur ibu dan bayi.

Tujuan              : Pola istirahat dapat kembali normal

Kriteria hasil     : Secara verbal pasien mengatakan dapat istirahat dengan cukup.

Rencana tindakan:

·        Kaji tingkat kelelahan pasien dan kebutuhan istirahatnya.

·        Anjurkan agar pasien dapat mengatur waktu istirahat dan perawatan bayi.

·        Informasikan bahwa jika ibu terlalu lelah akan berpengaruh pada volume air susu.

·        Libatkan keluarga dalam perawatan bayi agar ibu dapat beristirahat dengan cukup.

·        Kaji faktor lain yang dapat mempengaruhi istirahat ibu.

3.      Kurang kemampuan dalam memenuhi kebutuhan perawatan diri dan bayi sehubungan dengan terganggunya mobilitas.

Tujuan              : Pasien mampu merawat diri dan bayinya.

Kriteria hasil      :  Respon verbal pasien menjawab pertanyaan tentang perawatan post partum serta menunjukkan kemampuan perawatan diri dan bayi.

Rencana tindakan:

·        Kaji kemampuan pasien dalam perawatan diri dan bayi.

·        Kaji penyebab ketidakmampuan perawatan diri dan bayinya.

·        Bantu pasien untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan tingkat kemampuannya.

·        Libatkan keluarga untuk membantu agar ibu dapat memenuhi kebutuhan diri dan bayinya.

4.      Potensi infeksi/ sehubungan dengan adanya luka episiotomi

Tujuan             : Mengatasi kemimgkinan terjadinya infeksi.

Kriteria hasil     : -    Infeksi tidak terjadi

-       Suhu tubuh normal

-       Lochea normal

Rencana tindakan:

·        Kaji riwayat perinatal, KPD, partus, lama pendarahan atau bagian placenta tertinggal.

·        Monitor suhu tubuh dan nadi tiap 8 jam serta keadaan tubuh menggigil atau tidak, nafsu makan dan kondisi tubuh.

·        Kaji luka episiotomi tiap 8 jam dan monitor lochea baik volume, warna serta baunya.

·        Anjurkan kepada pasien untuk melakukan perawatan perineal setelah buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK), ganti pembalut jika kotor.

·         anjurkan pasien untuk mengkonsumsi makanan TKTP yang tingggi kandungan vitamin C, Fe.

5.      Potensial gangguan eliminasi konstipasi ( takut jahitan terbuka dan rasa nyeri).

Tujuan                : Tidak terjadi gangguan eliminasi buang air besar

Kriteria hasil       : Secara verbal pasien mengatakan dapat buang air besar secara normal tanpa keluhan.

Rencana tindakan:

·        Kaji bising usus, diastoris Rectie

·        Kaji adanya haemoroid

·        Anjurkan unhik mengkonsumsi makanan yang tinggi serat dan meningkatkan volume air yang diminum

·        Anjurkan pasien meningkatkan aktintas atau latihan.

d.      Pelaksanaan Keperawatan

Tindakan merupakan tahap ke 4 dari proses keperawatan yang dilaksanakan untuk membantu pasien mencapai tujuan. Pada tahap ini seorang bidan atau perawat dituntut mempunyai 3 kemampuan yaitu : pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang profesional.

Prinsip tindakan keperawatan pada pasien pasca persalinan antara lain:

1.      Mengadakan pendekatan pada pasien dengan menggunakan komunikasi yang baik, mudah dimengerti. Setiap akan melaksanakan tindakan keperawatan, bidan atau perawat harus menjelaskan sebelumnya tentang maksud dan tujuan dilakukannya tindakan tersebut.

2.      Mengobservasi tanda-tanda vital seperti suhu tubuh, nadi dan tekanan darah.

3.      Menangani rasa nyeri dengan mengajarkan teknik relaksasi.

4.      Perawatan luka dengan baik.

5.      Memberi nutrisi yang adekuat tinggi kalori protein

6.      Meningkatkan pengetahuan pasien tentang perawatan din dan bayi.

   Evaluasi

Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan dan merupakan tahap penilaian keberhasilan asuhan keperawatan. Adapun hasil yang diharapkan pada pasien post partum spontan perinium adalah :

1.      Gangguan rasa nyaman dan nyeri pada pasien dapat diminimalkan.

2.      Tidak terjadi infeksi

3.      Tidak terjadi gangguan eliminasi

4.      Pasien mengerti tentang perawatan diri dan bayi serta siap merawat bayi di rumah

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Persalinan adalah proses fisiologis yang akan dialami wanita untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang hidup dari uterus, sedangkan pasca persalinan adalah waktu penyembuhan untuk kembali kepada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru mulai dari selesai persalinan sampai kira-kira 6 minggu,  tetapi alat genital baru pulih 3 bulan setelah persalinan

B.    Kritik dan Saran

Makalah kami masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kami. Besar harapan kami kepada para pembaca untuk bisa memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun agar makalah ini menjadi lebih sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

 

Doenges, Marilynn E. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan,         Edisi ke 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta.

Carpenitto, Lynda Juall. 1999. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan. EGC : Jakarta.

Engram, Barbara. 1998. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal – Bedah. Vol. 3. EGC : Jakarta.

Suddarth Brunner, 1997, keperawatan medikal bedah, volume 3, EGC: Jakarta

www.medikastore.com

www.post partum.com

Under arsip:  Perkuliahan.com.

Post title : Makalah  Post Partum Keperawatan Modern

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*