Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

MAKALAH POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA ANAK

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan :  MAKALAH POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA ANAK

Bidang  postingan  :  MAKALAH PENDIDIKAN, POLA BIMBINGAN ANAK

………………………………………………………………………………………………………………….

MAKALAH POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA ANAK

 

  1. Pengertian Pembinaan Keagamaan

    1. Arti Pembinaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa pembinaan berarti usaha, tindakan dan kegiatan yang diadakan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik.1

Pembinaan juga dapat berarti suatu kegiatan yang mempertahankan dan menyempurnakan apa yang telah ada sesuai dengan yang diharapkan.2

Dari definisi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa pembinaan adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan apa yang sudah ada kepada yang lebih baik (sempurna) baik dengan melalui pemeliharaan dan bimbingan terhadap apa yang sudah ada (yang sudah dimiliki). Serta juga dengan mendapatkan hal yang belum dimilikinya yaitu pengetahuan dan kecakapan yang baru.

Pembangunan di bidang agama diarahkan agar semakin tertata kehidupan beragama yang harmonis, semarak dan mendalam serta ditujukan pada peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Terpeliharanya kemantapan kerukunan hidup umat beragama dan bermasyarakat dan berkualitas dalam meningkatkan kesadaran dan peran serta akan tanggung jawab terhadap perkembangan akhlak serta secara bersama-sama memperkokoh kesadaran spiritual, moral dan etika bangsa dalam pelaksanaan pembangunan nasional, peningkatan pelayanan, sarana dan prasarana kehidupan beragama. Dimaksudkan untuk lebih memperdalam pengalaman ajaran dan nilai-nilai agama untuk membentuk akhlak mulia, sehingga mampu menjawab tantangan masa depan.

Peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diarahkan melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai spiritual, moral dan etik agama, sehingga terbentuk sikap batin dan sikap lahir yang setia.3

 

    1. Pengertian Keagamaan

      1. Arti Agama

Agama berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya tidak kacau, diambil dari dua suku kata “a” berarti tidak dan “gama” berarti kacau. Secara lengkapnya agama adalah peraturan yang mengatur manusia agar tidak kacau.4

Agama adalah aturan dari Tuhan Yang Maha Esa, untuk petunjuk kepada manusia agar dapat selamat dan sejahtera atau bahagia hidupnya di dunia dan akhirat dengan petunjuk-petunjuk serta pekerjaan nabi-nabi beserta kitab-kitabNya.5

Jadi agama merupakan aturan-aturan perundang-undangan yang datangnya dari Tuhan diturunkan kepada manusia sebagai pedoman hidup di dunia akhirat agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.

Agama sebagai refleksi atas cara beragama tidak hanya terbatas pada kepercayaan saja tetapi juga merefleksi dan perwujudan-perwujudan tindakan kolektifitas umat, bangunan perubahan.

Perwujudan-perwujudan tersebut keluar sebagai bentuk dari pengungkapan cara beragama sehingga agama dan arti umum dapat diuraikan menjadi beberapa unsur atau dimensi religiusitas.

Agama yang dianggap sebagai suatu jalan hidup bagi manusia (way of life) menuntun manusia agar hidupnya tidak kacau. Agama berfungsi untuk memelihara integritas manusia dalam hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama dan dengan alam yang mengitarinya.6

Dengan kata lain agama pada dasarnya berfungsi sebagai alat pengatur untuk terwujudnya integritas hidup manusia dalam hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan alam yang mengitarinya, agama merupakan firman Tuhan yang diwahyukan kepada utusan-Nya untuk disampaikan kepada umat.

      1. Pengertian Keberagamaan/Pengalaman Beragama

Istilah pengalaman ialah suatu pengetahuan yang timbul bukan pertama-tama dari pikiran, melainkan terutama dari pergaulan yang praktis dengan dunia. Pergaulan tersebut bersifat langsung, intuitif dan efektif. Gejala agama terdapat pada manusia adalah gejala yang berisikan evaluatif. Keberagamaan manusia tidak terlepas dari zaman serta kebudayaan. Pada kebudayaan kuno keberagamaan dianggap sebagai sesuatu yang biasa, spontan dan vital. Kehidupan sendirilah yang membuka pintu ke arah religiusitas. Perlunya pengalaman religius dan bentuk bagaimanapun juga dapat disangkal. Dari lain pihak terdengar dari orang beriman sendiri bahwa pengalaman religius tidak mencukupi untuk mempertanggungjawabkan iman mereka.7

Jadi pembinaan keagamaan (di sini adalah agama Islam) adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengalaman atau pelaksanaan ajaran agama Islam agar mencapai kesempurnaan. Pembinaan keagamaan juga merupakan pendidikan Islam yang sama membimbing, mendidik ke arah yang lebih baik.

Sedangkan pengertian pengalaman berasal dari kata “amal” yang artinya perbuatan (baik atau buruk) yang mendapat awalan pe- dan akhiran –an, yang berarti proses. Jadi pengalaman berarti proses perbuatan, melaksanakan, pelaksanaan, penerapan.8

Yang dimaksud dengan pengalaman beragama di sini adalah bagaimana mengamalkan atau mengaplikasikan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari seperti sholat, puasa, zakat, haji, pergaulan hidup dalam bermasyarakat dan yang lainnya.

 

1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990, hlm. 37.

2 Hendyat Soetopo dan Wanty Soemanto, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, Bina Aksara, Jakarta, 1982, hlm. 43.

3 Abdul Rahman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Misi, Visi dan Aksi, PT Gemawinda Panca Perkasa, Jakarta, 2000, hlm. 204.

4 Dadang Kahmad, Metode Penelitian Agama, Pustaka Setia, Bandung, 2000, hlm. 21.

5 Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Al Ma’arif, Bandung, 1989, hlm. 128.

6 Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1997, hlm. 58.

7 Nico Syukur Oaster Ofm, Pengalaman dan Motivasi Beragama, Kanisius, Jakarta, 1982, Cet. V, hlm. 21.

8 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1993, hlm. 25.

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan :  MAKALAH POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA ANAK

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*