Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Manajemen Keperawatan Modern penjadwalan

Makalah Manajemen Keperawatan Modern penjadwalan

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah Manajemen Keperawatan Modern penjadwalan

Bidang  postingan  : Keperawatan Modern

…………………………………………………………………………..

materi perkuliahan.com seri : 27

Dalam Kuliahan bersama perkuliahan.com kali ini membahas tetang Makalah tentang kerawatan modern, dengan pokok bahasan pada manajemen keperawatan modern artikel/ makalah keperawatan dengan tema mendasar yang signifikantentang menejemen . under arsip:  Perkulihan.com. ref Fikes Unsiq Wonosobo in my almamater.he

Judul postingan : Makalah Manajemen Keperawatan Modern penjadwalan, dalam kaidah Pendidikan Islam

manjemen keperawatan

PENJADWALAN

Penjadwalan adalah satu aspek dari fungsi kepegawaian. Kepegawaian adalah penghimpunan dan persiapan pekerja yang dibutuhkan untuk melekukan misi dari sebuah organisasi, penjadwalan adalah penentuan pola jam kerja masuk dan libur mendatang untuk pekerja dalam sebuah unit,l seksi, atau divisi.

Terdapat beberapa langkah untuk diambil dalam menentukan waktu masuk dan libur anggota staf. Pertama, setelah menganalisa jadwal kerja dan rutinitas unit, manajer perawat harus menentukan jam maksimal dan minimal beban kerja untuk memutuskan kebutuhan jam sibuk dan yang sibuk bagi pekerja dari masing-masing kategori. Kedua, untuk keperluan pribadi, yaitu jabatan yang dianggarkan dan diisi, manager harus  menentukan jam kerja masuk dan libur apa yang akan disediakan kesejumlah personil yang diinginkan danh kategori personil keunit tersebut untuk masing-masing jam setiap harinya. Ketiga, ia harus memberikan wakktu masuk dan libur masing-masing pekerja untuk sepanjangb hari agar dapat mengelompokkan bseluruh staf kedalam konfigurasi yang diinginkan. Keempat, ia harus memeriksa jadwal yang telah selesai tersebut untuk mencari kesalahan-kesalahn seperti nama yang tidakb tercantum, persetujuan hari libur atau liburan yang tidak disediakan, kekurangan sejumlah personil selama periode wakitu tertentu, dan penggabungan  personil yang tidak pantas pada  hari-hari atau pergiliran tertentu. Kelima, ia harus menjamin persetujuan jadwal yang akan diajukan dari manager keperawatan yang tetap atau direktur ( langkah ini bias dihilangkan dalam organisasi dengan wewenang keputusan desentralisasi). Keenam, ia harus memasang jadwal untuk memberi tahu anggota staf akan jam kerja yang ditugaskan untuk beberapa minggu ke depan. Ketujuh, ia harus memperbaiki dan memperbaharui jadwal tersebut setiap hari untuk membawa sejumlah staf sejajar dengan perubahan terus menerus beban didlam unit tersebut. Kedelapan, ia harus meninjau dan menganalisa jadwal dan kebijaksanaan secara tetap untuk mengenali masalah susunan kepegawaian yang perlu diubah didalam jadwal utama atau master.

 

KEBIJAKSANAAN PENJADWALAN

Agar supervisior dan kepala perawat dapat mengatur jadwal waktu personil yang libur dan yang masuk secara adil, harus ada departemen atau divisi-luas kebijaksanaan penjadwalan untuk memandu pembuatan keputusan. Apabila kebijaksanaan menyangkut persoalab berikut tidak ada, maka manager perawat harus bersatu menjadi sebuah kelompok untuk menyusunnnya :

1.     Orang dengan jabatan, yang bertanggung jawab mempersiapkan jadwal waktu untuk personil  di masing-masing unit.

2.     Periode waktu untuk diliputi oleh masing-masing jadwal masuk atau libur.

3.     Banyaknya pemberitahuan dimuka yang diberiakan para pekerja menyangkut jadwal masuk atau libur.

4.     Waktu masuk atau libur total yang diperlukan untuk masing-masing pekerja perhari, minggu, atau bulan.

5.     Hari dimulainya minggu kerja.

6.     Dimulainya dan diakhirinya waktu untuk masing-masing penggiliran tugas.

7.     Jumlah pergiliran yang harus dipergilirkan diantara masing-masing pekerja.

8.     Frekuensi yang diperlukan dari pergiliran pergantian.

9.     Keperluan pergiliran dari satu unit kelain unit dan frekuensi pergiliran tersebut.

10.  Keperluan penjadwalan dua hari libur perminggu atau rata-rata dua hari libur perminggu.

11.  Frekuensi libur akhir pekan atau masing-masing kategori personil.

12.  Difinisi dari “libur akhir pekan” untuk personil, tugas malam.

13.  Perlunya perluasan hari libur yang berurutan dann tidak berurutan.

14.  Hari kerja berurutan maksimum yang diperbolehkan.

15.  Jarak waktu minimum yang diharuskan antara urutan pergantian tugas.

16.  Jumlah hari libur yang dibayar untuk diberikan pada masing-masing pekerja.

17.  Jumlah hari libur yang diharuskan pertahun saat pegawai harus dijadwalkan libur kerja.

18.  Panjangnya pemberitahuan dimuka untuk diberikan pegawai mengenai jadwal tugas liburan masuk atau libur.

19.  Prosedur yang harus diikuti dalam meminta libur kerja pada hari libur tertentu.

20.  Jumlah hari-hari libur yang dibayar untuk diberikan pada masing-masing pekerja.

21.  Lamanya waktu pemberitahuan dimuka untuk diberikan pegawai mengenai jadwal liburan.

22.  Prosedur untuk diikuti dalam memohon waktu libur khusus.

23.  Pembatasan pada penjadwalan liburan selama hari natal atau idul fitri dan tahun baru.

24.  Jumlah personil masing-masing kategori yang akan dijadwalkan untuk liburan atau hari libur pada saat tertentu.

25.  Prosedur penyelesaian perselisihan diantara personil sehubungan dengan permintaan hari liburan pada hari libur.

26.  Prosedur pemprosesan permintaan “darurat” untuk penyesuaian jadwal waktu.

Latar belakang persoalan tertentu sebaiknya dupertimbangkan oleh setiap manager yang menysun atau membuat kebijaksanaan yang berhubungan dengan topik terlebih dahulu. Misalnya, ada kecenderugan bagi seorang yang bertanggung jawab menjadwalkan waktu libur dan masuk yang akan dipertimbangkan manager, tanpa memperhatikan titel atau jabatannya didalam hirarki organisasi. Sebab itu, status yang tinggi biasanya diserasikan dengan penjawalan staf administrasi. Sebabiknya diingat bahwa banyaknya waktu masuk atau libur pegawai sebagian lagi oleh kebiasaan dan mengacu pada sejarahnya, sebagian lain oleh kontrak kerja yang telah disusun oleh lembaga tersebut dengan pegawai serikat pekerja. Masing-masing sumber ini sebaiknya dirundingkan sebelum mengubah kebijaksanaan penjadwalan personil di dalam setiap lembaga kesehatan.

Panjangnya periode pergiliran masing-masing pekerja, dari pergantian ke pergantian lain atau dari unit ke unit lain, mempengaruhi kelangsungan perawatan pasien dan moral pekerja. Selain itu, persoalan pergantian dan pergiliran unti sering ditemukan di dalam kontrak kerja. Demikian pula, banyak pemasangan jadwal waktu dimuka  dan perencanaan hari libur danh waktu liburan di muka mempengaruhi kemampuan pegawai untuk merencanakan perayaan keluarga, peristiwa sosial, urusan bisnis, dan jadwal sekolah. Oleh karena itu, periode penjadwalan waktu  sering juga ditemukan dalam kontrak kerja. Frekuensi libur akhir pekan dan frekuensi pergiliran pergantian menentukan jumlah waktu yang dapat diluangkan si pegawai dengan suaminya, anaknya, atau temannya yang bekerja pada jam kantor tetap. Untuk itu, pegawai membandingkan jadwal waktu mereka dengan jadwal waktu rekan kerjanya untuk memastikan apakah penugasan akhir pekan dan pergantiannya dibuat sama. Hari mulainya minggu kerja akan menentukan jumlah dan frekuensi libur akhir pekan juga pola hari masuk atau libur bagi personil yang bekerja 10 jam per hari, 4 hari seminggu.

TANGGUNG JAWAB PENJADWALAN

Biasanya, supervisor atau kepala parawat bertanggung jawab untuk menjadwalkan waktu masuk atau libur personil keperawatan. Karena jadwal kerja harus disiapkan beberapa minggu sebelumnya, dan selanjutnya diperbaiki untuk menyesuaikan perubahan didalam sensus pasien, keadaan pasien yang sakit, permintaan waktu libur darurat, banyak waktu  yang berkaitan dengan kegiatan supervisi diluangkan dalam mempersiapkan dan meneyesuaikan jadwal waktu.

 

PENJADWALAN PUTARAN

Supervisor atau kepala perawat dapat mengurangi waktu yang diluangkan  untuk perencanaan waktu kerja personil ketingkat minimum dengan menggunakan  penjadwalan putaran ( cyclical scheduling ). Teknik ini, yang terdiri dari penugasan hari kerja dan pergantian untuk anggota staf unit  menurut pola yang dapat diperkirakan dan diulang-ulang, bias mengadakan sejumlah personil dan campuran personil yang diinginkan serta memudahkan kelanjutan perawatan pasien dan ketetapan kelompok kerja utama. Efektifnya, suatu rencana bagi penjadwalan putaran sebaiknya didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :

1.     Perputaran penugasan personil sebaiknya menggambarkan keseimbangan antara kebutuhan lembaga akan pekerja peliput dan kebutuhan pegawai akan pekerja dan rekreasi yang seimbang.

2.     Penugasan putaran sebaiknya membagikan hari kerja “baik” atau “jelek” dan jam kerja yang sama diantara para pegawai.

3.     Semua pegawai sebaiknya ditugaskan menurut pola putaran tersebut.

4.     Sekali jadwal putaran tersebut telah disusun, penyimpangan perseorangan dari jadwal bisa berkurang dan diberikan hanya setelah permintaan tertulis untuk perubahan jadwal.

5.     Metode penjadwalan putaran diusahakan untuk diumumkan dengan baik dan diterapkan agar para pegawai tidak merasa jadwal tersebut sebagai pengontrolan berlebihan.

6.     Pola putaran yang gunakan tersebut sebaiknya menjamin sejumlah pegawai yang cukup dan campuran pegawai yang diinginkan untuk masing-masing semua unit bergeser.

7.     Pola putaran yang dipakai sebaiknya menaikkan kelanjutatan perawatan pasieundengan menekan “mengambangnya” personil dan dengan memperpanjang hubungan antara masing-masing pasien dan perawat utamanya.

8.     Penugasan putaran yang dipakai sebaiknya memelihara semangat kerja tim dengan menjaga komposisi kelompok kerja utama yang tetap.

9.     Masing-masing pekerja sebaiknya diberitahu jauh hari sebelum mengenai putaran pergilliran dan hari masuk atau liburnya untuk mengadakan kegiatan rencana pribadi, bisnis, dan pendidikan.

 

SEBAB-SEBAB KELEBIHAN SUSUNAN KEPEGAWAIAN

Seperti telahdisinggung sebelumnya, dua factor yang menyumbang kepada biaya personil yang tinggi dalam departemen keperawatan adalah (1) sering dan sulit ditebaknya didalam sensus pasien serta (2) kecenderungan manager keperawatan untuk menggantib variasi sensus dengan menyusun pegawai untuk sensus maksimum dari pada untuk sensus minimum atau rata-rata. Banyak factor yang memotivasi kepala perawata atau suprvisior menyusun staf untuk sensus maksimum. Diantaranya adalah keluhan pasien akan perawatan yang tidak berpengaruh dan tidak dirasakan dari perawat-parawat yang mengganggu, penyerahan diangnosa tambahan dan prosedur terapi kepada perawat oleh dokter yang kelebihan beban kerja, dan pertumbuhan ketegasan oleh para perawat didalam mempertannyakan penugasanya.

Kepala perawat yang takut-takut bisa melebihkan penyusunan pegawai di unitnya, yaitu kebiasaan penyusunan staf untuk sensus maksimum, kurangnya percaya diri si kepala perawat untuk bertahan terhadap kritikan dari perawata atau dokter. Kurangnya kemampuan yang dipelukan seseorang manager yang kurang berpengalaman dalam berhubungan dengan masyarakat untuk menyelesaikan keluhan pasien mengenai pelayanan yang tidak cukup. Bagaimanapun juga kelebihan penyusunan pegawai akan meninggikan biaya personil. Dilihat dari sudut ekonomi, manager sebaiknya dilindungi terhadap tekanan yang mendorongnya menyusun pegawai untuk sensus maksimum.

 

 

 

 

 

UNSUR MANAJEMEN

Manajemen yang berasal dari bahasa ingris “to manage” yang artinya mengatur Man, Money, Methode, Machines, Materials, dan Market. Dan terdiri dari 6 M yakni :

1.     Yang diatur

2.     Tujuannya diatur

3.     Harus diatur

4.     Yang mengatur

5.     Mengeturnya

 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN

1.     Untuk mencapai tujuan

2.     Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan

3.     Untuk mencapai efisiensi dan aktifitas

 

TINGKATAN MANAJEMEN

1.     Manajemen lini : Supervisior, Kasir.

2.     Manajemen menengah : Kabag, Kepala pengawas.

3.     Manajemen puncak : Direktur, Presiden.

 

TEORI MANAJEMEN

Teori X,Y, Doouglas Mc Gregor.

Teori X :

·       Menghindari pekerjaan bila ada kesempatan

·       Tidak senang bekerja.

·       Harus diarahkan.

·       Sedikit ambisi.

·       Menghindari tanggung jawab.

·       Memerlukan ancaman untuk memotivasi.

·       Memerlukan supervisi ketat.

·       Termotivasi oleh hukum dan hadiah.

 

Teori Y :

·       Senang untuk bekerja.

·       Mandiri.

·       Tanggung jawab.

·       Kreatif dan berkembang.

·       Menggunakan pendekatan ilmiah.

·       Supervise seperlunya.

·       Berminat dalam membantu  memecahkan masalah organisasi.

 

Teori Elton Mayo :

Jika perhatian penuh diberikan kepada pegawai oleh manajemen, maka hasil produksi akan meningkat, dengan tidak mengabaikan kondisi lingkungan kerja.

 

Teori Cris Argyris :

Menndukung teori Mc Gregor dan Mayo

 

PENENTUAN TENAGA PERAWAT

Faktor—faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga keperawatan :

Klien

·       Tingkat kompleksitas dan lamanya perawatan

·       Tipe klien (penyakit, usia)

·       Jumlah dan fluktuasi klien.

·       Sosial ekonomi

·       Harapan kliendan keluarga.

Tenaga

·       Jumlah dan komposisi

·       Kebijakan pengaturan dinas

·       Peran, fungsi dan tanggung jawab.

·       Kebijakan personalia

·       Tingkat pendidikan dan pengalaman

·       Kelangkaan tenaga perwat profesional

 

Lingkungan

·       Tipe dan lokasi rumah sakit

·       Fasilitas dan jenis pelayanan

·       Kelengkapan peralatan medik dan diagnostic

·       Pelayanan penunjang : Laboratorium, Apotik, PMI, dll

 

Organisasi

·       Mutu pelayanan

·       Kebijakan pembinaan dan pengembangan

 

KLASIFIKASI PASIEN

Klasifikasi berhubungan dengan jumlah jam perawatan

Menurut Johnson, 1984 :

Kategori I        : self care : 1-2 jam perawatan per 24 jam-waktu rata-rata efektif : 1,5   jam/24 jam.

Kategori II      : minimal care : 3-4 jam perawatan-waktu efekif  3,5 jam/24 jam.

Kategori III     : intermedikate care :5-6 jam-waktu efektif 5,5 jam/24 jam.

Kategori I        : modified intensife care : 7-8 jam-waktu efektif 7,5jam/24jam.

Kategori V      : intensive care : 10-14 jam perawatan-waktu efektif 12 jam/24 jam.

 

Menurut Douglas (1984), Loveridge dan Communings(1996)

Minimal care              : 1-2 jam/24 jam

Intermedikate care      : 3-4 jam/24 jam.

Total care                    : 5-6 jam/24 jam.

Jumlah perawat yang dibutuhkan pada suatu ruang rawat :

 

Minimal care :

Pagi           : 0,17

Siang         : 0,14

Malam      : 0,1

Parsial care :

Pagi           : 0,27

Siang         : 0,,15

Malam      : 0,07

Total care ;

Pagi           : 0,36

Siang         : 0,30

Malam      : 0,2

 

Contoh aplikasi  penghitungan kebutuhan tenaga kerja

Kebutuhan tenaga kerja dengan kondisi pasien

JUMLAH TENAGA

PAGI

SIANG

MALAM

Minimal care : 15

15 X 0,17 = 2,55

15 X 0,14 = 2,1

15 X 0,1   = 1,5

Parsial care    : 35

35 X 0,27 = 9,45

35 X 0,15 = 5,25

35 X 0,07 = 2,45

Total care      : 10

10 X 0,36 = 3,6

10 X 0,30 = 3,00

10 X 0,20 = 2,00

TOTAL TENAGA

15,6

10,35

6

TOTAL CARE

31,95

 

A.    Kesimpulan

Penjadwalan adalah satu aspek dari fungsi kepegawaian. Kepegawaian adalah penghimpunan dan persiapan pekerja yang dibutuhkan untuk melekukan misi dari sebuah organisasi, penjadwalan adalah penentuan pola jam kerja masuk dan libur mendatang untuk pekerja dalam sebuah unit,l seksi, atau divisi.

 

B.    Kritik dan Saran

Sebagai penyusun, kami merasa bersyukur dan bangga dapat menyelesaikan makalah ini dengan sedemikian rupa, tetapi, makalah ini belumlah sempurna seperti makalah yang sempurna. Oleh karena itu, kami sebagai penyusun memohon kritik dan saran dari para pembaca karena kami sadar tiada hal yang sempurna di muka bumi ini, yang pepatah mengatakan “Tiada gading yang tak retak”, kecuali Allah SWT.

REF.

Arnold, B, and Mills, M. Core 12 : Implementation of fleksibel scheduling Journal of Nursing Administrasion 13 (7-8) : 9-14, 1983.

Lewin, B, and Gregory, D. The impact of 12 bour shifts : An analist. Nursing Management 12(9) : 30-34, 1981

Kass, L Groans or clears for the supplementary staffing agencyes. Nursing management 15(10) : 38A-38BH, 1984.

Makalah Manajemen Keperawatan Modern penjadwalanunder arsip:  Perkulihan.com.

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*