Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah ISU LEGAL KEPERAWATAN PROFESSIONAL

Makalah ISU LEGAL  KEPERAWATAN PROFESIONAL

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah ISU LEGAL  KEPERAWATAN PROFESIONAL

Bidang  postingan  : Keperawatan Modern

…………………………………………………………………………..

materi perkuliahan.com seri : 26

Dalam Kuliahan bersama perkuliahan.com kali ini membahas tetang Makalah tentang kerawatan modern, dengan pokok bahasan pada keprawatan profesional,  artikel/ makalah keperawatan dengan tema mendasar yang signifikan isu legal keperawatn profesional . under arsip:  Perkulihan.com. ref Fikes Unsiq Wonosobo in my almamater.he

Judul postingan : ISU LEGAL  KEPERAWATAN PROFESIONAL, dalam kaidah Pendidikan Islam

Bidang  postingan  : kerawatan modern masa kini

…………………………………………………………………………..

KAIDAH KEPERAWATAN, dan Isu Legal Keperawatan Modern dan Profesional

Latar Belakang  Praktik Keperawatan

Persatuan perawatan Indonesia (PPNI) sebagai organisasi profesi suara perawat nasional. Mempunyai tanggung jawab utama yaitu melindungi masyarakat atau public, prifesi keperawatan dari praktisi perawat.

Praktek keperawtan ditentukan dalam standart organisasi dan system pengaturan serta pengendalian melalui perundang-undangan keperawatan (Nursing Act), dimanapun perawat itu bekerja  (PPNI,2000)

Keperawatan hubungannya sangat banyak keterlibatan dengan segmen manusia dan kemanusiaan, oleh karena berbagai masalah kesehatan actual dan potensial. Keperawatan memandang manusia secara utuh dan unik sehingga praktik kepewatan membutuhkan penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan komplek sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan obyek pasien atau klien. Keunikan hubungan ners dan klien harus dipelihara interaksi dinamikanya dan kontunitasnya.

Penerimaan dan pengakuan keperawatan sebagai pelayanan profesional diberikan oleh perawat professional sejak tahun 1983, maka upaya perwujudannya bukanlah hal yang mudah di Indonesia. Disisi lain keperawatan di Indonesia menghadapi tuntutan dan kebutuhan eksternal dan internal yang kesemuanya membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dan nyata keterlibatan berbagai pihak yang mterkait dan berkepentingan.

Dalam kaitannya dengan tanggung jawab utama dan komitmen tersebut diatas maka PPNI harus memberikan respon, sensitive serta peduli untuk mengembangkab praktek keperawatan. Diharapkan dengan pemberlakuan standart praktek keperawatan di Indonesia akan menjadi titik inovasi baru yang dapat di gunakan sebagai : Pertama, falsafah dasar pengembangan aspek-aspek keperawatan di Indonesia, Kedua, salah satu  tolak ukur efektifitas dan efesiensi pelayanan keperawatan dan Ketiga, Perwujudan diri keperawatan professional.

 

 

 

 

PROFESI KEPERAWATAN

Sebagai profesi, keperawatan sama tuanya dengan profesi kedokteran. Dalam sejarah keperawatan dan kedokteran biasaanya interdependen. Walaupun demikian pernah kepewatan dan kedokteran jalan sendiri-sendiri (Donahue, 1995 ; Deloughery, 1995)

Pada hakikatnya keperawatan adalah suatu profesi yang mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan. Artinya, prifesi keperawatan lebih mendahulukan kepentingan kesehatan masyarakiat diatas kiepentingan sendiri. Pelayanan keperawatan merupakan bentuk pelayanan yang bersifat  humanistic  dengan menggunankan pendekatan holistic, berdasarkan  ilmu dan kiat keperawatan yang mengacu pada standar pelayanan keperawatan serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan pelayanan atau asuhan keperawatan.

Abdelah  (1960 : dalam poter,1997) mendefinisikan keperawatan sebagai pelayanan kepada individu dan keluarga, yang berate pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan keperawatan yang diberikan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang terintegrasikan sikap,  kemampuan intelektual, serta keterampilan teknikal dari perawat menjadi keinginan dan kemampuan untuk menolong sesame baik sakit maupun sehat agar mampu memenuhi kebutuhan kesehatannya.

Selanjutnya Virgina Henderson (2960) menguraikan mengenal fungsi unik keperawatan bahwa : Keperawatan utamanya adalah membantu individu sehat atau sakit, didalam melaksanakan aktifitass yang menunjang kesehatan atau penyembuhan (dan atau meningal dengan tenang) yang akan dilakukan tanpa bantuan bila ia memiliki kekuatan, kemauan atau pengetahuan yang diperlukan. Kontribusi keperawatan yang unik membantu individu agar tidak bergantung pada bantuan.

 

LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN SECARA GLOBAL

1. Definisi

            Inti atau  esensi praktek keperawatan adalah pengkajian mendasar tentang penyimpangan atau tidak terpenuhnya kebutuhan dasar manusia dan hal-hal yang melatar belakanginya, yang menyebabkan manusia tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam kaitan dengan kondisi kesehatan dan proses pemyambuhan, serta melakukan upaya dengan memanfaatkan berbagai sumber dalam rangka mempertahankan, menopang, memelihara dan meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia.

            Berbagai kegiatan yang merupakan tanggungn  jawab dari peran perawat mencakup empat bidang utama :

·       Membantu klien memperoleh kembali kesehatannya

·       Membantu klien yang sehat untuk memlihara kesehatanya

·       Membantu yang tidak dapat disembuhkan untuk menyadari potensinya

·       Membantu yang menghadapi ajal untuk diperlakukan sebagai manusia sampai meninggal.

 

2. Lingkup praktek keperawatan dapat di tinjau :

Sasaran

Lingkup praktek keperawatan prifesional papa kondisi sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan (dari konsepsi sampai meninggal).

1.     Asuahan keperawatan pada klien anak dari usia 28 hari sampai usia 18 tahun, usia bayi baru lahir sampai usia 12 tahun.

2.     Asuhan keperawatan meternitas, yaitu asuhan keperawtan klien wanita, sepanjang usia subur yang berkaitan dengan reproduksi  tanpa kehamilan, wanita hamil, wanita melahirkan, wanita nifas, wanita diantara dua persalinan baik kondisi normal maupun kondisi beresiko dan bayi baru lahir sampai dengan usia 40 hari yang sehat.

3.     Asuhan keperawatan medical bedah yaitu asuahan pada klien usia diatas 18 tahun sampai 60 tahun dengan gangguan fungsi tubuh baik oleh karena trauma atau kelainan fungsi tubuh.

4.     Asuhan keperawatan jiwa yaitu asuahan keperawatan klien pada semua usia, yang mengalami berbagai masalah kesehatan jiwa.

5.     Asuahan keperawatan keluarga yaitu asuhan keperawatan pada klien keluarga unit terkecil dalam masyarakan sebagai akibat pola penyesuaian keluarga yang yang tidak sehat, sehingga terpenuhi kebutuhan keluarga.

6.     Asuahan keperawatan komunitas yaitu asuhan keperawatan pada klien masyarakat pada kelompok di wilayah tertentu pada semua usia sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

7.     Asuhan keperawatan gerontik yaitu asuhan keperawatan pada klien pada usia 60 tahun ke atas, yang mengalami proses penuaan dan permasalahan.

 

Sifat intervensi :

1.     Tindakan keperawatan yang bersifat bantuan

2.     Tindakan keperawatan yang bersifat hygienis

3.     Tindakan keperawatan yang bersifat rehabilitas

4.     Tindakan keperawtan yang bersifat supportif

5.     Tindakan keperawatan yang bersifat preventif

6.     Tindakan keperawatan yang bersifat observatif

7.     Tindakan keperawatan dengan memberikan informasi yang akurat dan memuaskan tentang pengobatan.

 

Sifat dan ketelibata perawat

1.     Asuhan keperawatan langsung

2.     Asuhan kepoerawatan tidak langsung

3.     Pendidikan kesehatan

 

Tindakan keperawatan

Lingkup tindakan keperawatan yang dikembangkan bertujuan memenuhi kebutuhan dasar manusia.

 

TUJUAN DAN KEGUNAAN STANDAR

Pengertian dan sumber-sumber standar keperawatan

            Standar merupakan uraian pernyataan tingkat kinerja yang diinginkan sehingga kualitas struktur, proses dan hasil dapat dinilai. Standar asuahan keperawatan berati pernyataan kualitas yang diiinginkan dan dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan pada klien atau pasien. Hubungan antara kualitas dan standar menjadi dua hal  yang saling terkait erat, karena melalui standar dapat dikuantifikasi sebagai bukti  pelayanan meningkat atau memburuk.

            Terjadi kesepakatan antara praktisi terhadap tingakat kinerja dan menawarkan ukuran penilaian agar praktik keperawatan terbaru dapat dibandingkan. Penilaian esensial asuhan keperawatan melalui penataan standar sebagai dasar kesepakatan untuk mencapai asuhan keperawatan optimal. Standar keperawatan dalam prakteknya harus dapat diterima, dimana setiap kliern berhak mendapatkan asuhan berkualitas, tanpa membedakan usia dan diagnosa. Dengan mdemikian standar dapat diharapkan memberikan fondasi dasar dalam mengukur asuhan keperawatan.

            Setiap hari perawat bekerja sesuai standar yang ada seperti sstandar merancang kebutuhan dan jumlah tenaga berdasarkan volume kerja, standar pemerataan dan distribusi pasien dalam unit khusus, standar pendidikan bagi perawat professional sebagai persyaratan agar dapat masuk dan praktek dalam tatanan pelayanan keperawan profesional.

Bertolak pada uraian sepintas diatas tentang pengertian standar maka secara singkat stadar dapat diartikan sebagai :

Pediman. Ukuran, criteria, peraturan, keperingkatan, undang-undang, indicator, pengukuran atau penafsiran, etik dan prinsip, prototype atau model, norma dann kegiatan, ada kekhasan, persyaratan kompetensi serta persyaratan akreditasi.

Persyaratan operational : pedoman (persyaratan kebijakan umum), dan mengukur perbedaan (kriteria) dan tingkat keunggulan yang di inginkan(tujuan akhir).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Nursing Diagnosis; Linda Juall Carpenito, Lippincot Company, Philadelphia, 1997, page 61.

depkes.com

Standar of Komuniti Health Nursing practice; American Nursing Assosiation Council of Community Health Nursing, Mission, 1998.

Makalah ISU LEGAL  KEPERAWATAN PROFESIONAL

under arsip:  Perkulihan.com.

  • sofi angel says:

    hr “valentin day” tu kn hr ksh syank. so, gk da kaitn a” dgn agma mn yg hrs mnjlankan a”.
    valentin jg tak s”lu hrus dgn pesta pora atw hura2. mengungkpkan ksih syank jg bs dgn ksdrhanaan.

    February 14, 2012 at 11:45

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*