Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

makalah ILMU PENYAKIT MATA GLAUKOMA

makalah ILMU PENYAKIT MATA  GLAUKOMA

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan/title post  : makalah ILMU PENYAKIT MATA  GLAUKOMA

Bidang  postingan  : materi  penyakit mata, makalah Keperawatan, makalah kesehatan, makalah kedokteran. (makalah dalam postingan perkuliahan.com telah link able to others post, dengan tips support google to post title : RETINA DETACHMENT

 

for : key search : makalahPENYAKIT MATA  GLAUKOMA, apa pengertian glaukoma,cara pengobatan penyakit mata glaukoma, penyebab penyakit glaukoma,

…………………………………………………………………………..

bank data materi perkuliahan.com seri : 39

ILMU PENYAKIT MATA

GLAUKOMA

Glaukoma berasal dari bahasa yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberi kesan warna tersebut pada penderita glaukoma.

Kelainan mata glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atropi papil saraf optik, dan menciutnya lapang pandang.

Penyakit yang ditandai dengan penikatan tekanan intra okuler ini disebabkan oleh :

Bertambahnya produksi cairan bola mata oleh badan silier.

Berkurangnya cairan mata disebelah sudut bilik mata atau di celah pupil.

Pada glaukoma akan terdapat melemahnya fungsi mata dengan terjadinya cacat lapang pandang dan kerusakan anatomi berupa ekskavasi (penggaungan) serta degenerasi papil saraf optik, yang dapat berakhir dengan kebutaan.

Ekskavasi galukomatosa, penggaungan atau cekuk papil saraf optik akibat glaukoma merupakan gejala glaukoma yang mengakibatkan kerusakan pada saraf optik. Luas atau dalamnya cekuk ini pada glaukoma kongenital dipakai sebagai indikator progresifitas glaukoma.

 

KLASIFIKASI GLAUKOMA

Klasifiksi Vaughen untuk glaukma aldalah sebagai berikut :

  1. Glaukoma primer

·       Glaukoma sudut terbuka (galaukoma simplek)

·       Glaukoma sudut sempit

  1. Glaukoma kongenital

·       Primer atau invantil

·       Menyertai keleinan kongenital lainnya

  1. Glaukma sekunder

·       Perubahan lensa

·       Kelainan uvea

·       Trauma

·       Bedah

·       Rubeosis

·       Steroid dan lainnya.

 

  1. Glaukoma absolut

Dari pembagian diatas dapat dapat bdikenal glaukoma dalam bentuk-bentuk :

·       Glaukoma sudut sempit primer dan sekunder. (dengan blokade pupil atau tanpa blokade pupil)

·       Glaukoma sudut terbuka primer dan sekunder

·       Kelinan pertumbuhan primer (kongenital, infantil, juvenil), sekunder kelainan pertumbuhan lain tanpa mata.

 

GLAUKOMA PRIMER

Glaukoma dengan etiologi tidak pasti, dimana didapatkan kelainan yang merupakan penyebab glaukoma.

Glaukoma ini didapatkan pada orang yang telah memiliki bakat bawaan glaukoma, seperti :

Bakat dapat gangguan fasilitas pengeluran cairan mata atau sudut anatomis bilik maya yang menyempit.

Mungkin disebabkan kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata depan (goniodisgenesis) berupa trabekulodisgenesis, iridodisgenesis dan korneodisgenesis dan yang paling sering berupa trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.

Trabekulodisgenesis adalah :

  • Barkan menemukan membran yang persisten menutupi permukaan trabekula
  • Iris dapat berinsersi pada permukaan trabekula tepat pada skleral spur atau agak lebih kedepan.
  • Goniodisgenesis

 

Glaukoma perimer bersifat bilateral, yang tidak selalu simetris dengan sudut bilik mata terbuka ataupun tertutup, pengelompokan ini berguna penatalaksanaan dan penelitian. Untuk setiap glaukoma diperlukan pemeriksaan gonioskopi.

 

 

 

 

GLAUKOMA SIMPLEK

Glsukoma simplek adalah glaukoma yangmenyebabnya tidak diketahui. Merupakan suatu glaukoma primer yang ditandai dengan sudut bilik mata terbuka. Glaukoma simplek ini diagnosisnya dibuata bila ditemukan  glaukoma pada kedua mata pada pemeriksaan pertama, tanpa ditemukan kelainan yang dapat merupakan penyabab.

Pada umumnya glaukoma simplek ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun, walaupun penyakit ini kadang-kadang ditemukan pada usia muda. Diduga glaukoma simplek diturunkan secara dominan atau resesif pada kira-kira 50% penderita, secara genetik penderitannya adalah homozigot. Terdapat pada 99% penderita glaukoma primer dengan hambatan pengeluaran cairan mata (akuos humor) pada jaringan trabekulum dan kanal schlem. Terdapat faktor resiko pada seseorang yang mendapatkan glaukoma seperti inni seperti diabetis melitus, dan hipertensi, kulit berwarna dan miopia.

Bila pengairan cairan mata (akuos humor) keluar disudut bilik mata normal maka ini disebut glaukoma hipersekresi.

Ekskavasi papil, degenerasi papil dan gangguan lapang pandangdapat disebabkan langsung dan tidak langsung oleh tekanan bola mata pada papil saraf optik d an retina atau pembuluh darah yang memperdarahinya.

Mulai timbulnya gejala gl;aukoma simplek ini agak lambat yang kadang-kadang tidak disadari oleh penderita sampai akhirnya berlanjut dengan kebutaan. Pada keadaan ini glaukoma simplek tersebut berakhir dengan glaukoma absolut.

Pada glaukoma simplek tekanan bola mata sehari-hari tinggi atau lebih dari 20mmHg. Mata tidak merah atau tidak terdapat keluhan, yang mengakibatkan terdapat ganguan susunan anatomis dan fungsi disadari oleh penderita. Akibat takanan tinggi akan dibentuk atropi papil disertai dengan ekskavasio glaukomatosa.

Gangguan saraf optik akan terlihat sebagai gangguan fungsinya berupa penciutan lapang pandang. Pada waktu pengukuran bila didapatkan tekanan bola mata normal sedang terlihat gejala gangguan fungsi saraf optik seperti glaukoma mungkin akibat adanya variasi diurnal. Parut dipikirkan kemungkinan pengukuran tekanan dilakukan dalam kurva rendah dari pada variasi diurnal. Dalam keadaan ini maka dilakukan uji provokasi minum air, pilokarpin, uji variasi diurnal dan provokasi steroid.

Glaukoma primer yang kronis dan berjalan lambat sering tidak ketahui bila mulainya, karena keluhhan pasien amat sedikit atau samar. Misalnya mata sebelah terasa berat, kepala pening sebelah, kadang-ladang pengelihatan kabur dengan anambesa tidak khas. Pasien tidak mengeluh adanya halo dan memerlukan kaca mata koreksi untuk presbiopi lebih kuat dibanding usianya. Kadang-kadang tajam pengelihatan tetap normal sampai keadaan glauikoma sudah berat.

Bila diagnosis sudah dibuat maka penderita sudah harus memakai obat seumur hidup untuk mencegah kebutaan. Tujuan pengobatan pada glaukoma simplek adalah untuk memperlancat pengeluaran cairan mata (akuos humor) ataua usaha untuk mengurangi produksi cairan mata (akuos humor).

Diberikan pilokarpin tetes mata 1-4% dan bila perlu dapat ditambah asetazolamid 3 kali satu hari. Bila dengan pengobatan tekanan bola mata belum juga terkontrol atau kerusakan papil saraf optik berjalan terus disertai dengan penciutan kampus progresif maka dilakukan pembedahan.

 

Pengobatan glaukoma simplek :

·       Bila tekanan sebesar 21 mmHg, sebaiknya dikontrol rasio C/D, periksa lapang pandang sentral, temukan titik buta yang meluas dan stokoma sekitar titik fiksasi.

·       Bila tensi 24-30 mmHg. Kontrol lebih ketat dan lakukan pemeriksaan diatas bila masih dalam batas-batas normal mungkin suatu hiopertensi okuli.

Bila sudah dibuat diagnosis glaukoma dimana tekanan  mata diatas 21mmHg dan terdapat kelainan  pada lapang pandang dan papil maka berikan pilokarpin 2% 3 kali sehari. Bila pada kontrol tidak terdapat perbaikan, ditambah timolol 0.25% 1-2 dd sampai 0.5%, asetazolamida 3 kali 250 mg atau epinefrin 1-2%, 2 dd. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk kombinasi untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Bila pengobatan tidak berhasil maka dilakukan trabekulektomi laser atau pembedahan trabekulektomi.

Prognosis sangat tergantung pada penemuan dan pengobatan diri.

Pembedahan tidak seluruhnya menjamin penyembuhan mata.

Tindakan pembedahan merupakan tindakan untuk membuat filtrasi cairan mata (akuos humor) keluar bilik mata dengan operasi Scheie, trabekulektomi dan iridenkleisis. Bila gagal maka mata akan buta total.

Pada glaukoma simplek ditemukan perjalanan penyakit yang lama akan tetapi berjalan terus sampai berakkhir dengan kebutaan yang disebut sebagai glaukoma absolut. Karena perjalanan penyakit demikian maka glaukoma simplek disebut sebagai maling pengelihatan.

 

Anjuran dan keterangan pada penderita glaukoma primer sudut terbuka :

  • Penyakit ini tidak nyata dipengaruhi emosi.
  • Olah raga meredakan teakanan bola mata sedikit.
  • Minum tidak boleh sekaligus banyak.
  • Tekanan darah naik cepat akan menaikan tekanan bola mata.
  • Takanan darah tinggi lama bila diturunkan akan mengekibatkan bertambah terancamnya saraf mata oleh tekanan mata.

Penderita memerlukan pemeriksaan papil saraf optik dan lapang pandangan 6 bulan satu kali. Bila terdapat riwayat keluarga glaukoma, buta, miopia tinggi, anemia, hipotensi, mata satu atau menderita diabetis melitus, maka kontrol dalakukan lebih sering.

 

GLAUKOMA (Martin Doyle)

 

Gl.sudut tertutup

Gl.simplek

Gl.infantil

Serangan

Dekade ke 5

Dekade ke 6

Bayi

Tipe penderita

Emosional

Arteriosklerotik

Ik>Pr

B.M.D

Dangkal

Normal

Dalam sekali

Sudut B.M.D

Sempit

Biasa terbuka

Kel.kongenital

Halo

+ serangan

-

-

Papil

Ekskavasi bila lanjut

+ dini

Dalam sekali

Tekanan

Naik bila diprovokasi

Variasi diurnal tinggi

Tinggi

Kampus

+ bila lanjut

Bjerrum, konstriksi

-

Pengobatan

Dini, iridektomi

Obat, bila gagalfiltrat

Goniotomi

Orogonosis

Dini, baik

Sedang, buruk

Buruk

 

 

 

  • tiara juep spensa says:

    Thanks… ea q nilainya bagus…

    March 29, 2012 at 15:10

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*