Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam

 Makalah Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam

Pendidikan Islam

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam

Bidang  postingan  :  Pendidikan Islam,

Perkuliahan.com, dalam upaya menambah wacana dan  khasanah keilmuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Islam maka perkuliahan.com berusaha untuk berkontribusi dalam mewujudkanya. Melalui makalah dan artikel ringan diharapkan  bisa sedikit memberi warna dunia pendidikan, walaupun dalam postingan perkuliahan.com belum bisa diketegorikan sebagai wacana / artikel ilmiah atau sebagai makalah pendidikan, namun hidup harus optimis dan selalu melakukan hal yang paling mudah dan terbisa saat ini. (lagi pengen meramaikan Google dan  Yahoo he)

Serial postingan perkuliahan.com kali ini mengangkat beberapa materi yang terkait dan berkesinambungan dalam dimensi pendidikan Islam, diantaranya beberapa wacana kecil tentang, Pengertian Pendidikan Islam, Dasar Filosofis Pendidikan Islam,Tujuan  Pendidikan Islam, Metode Pendidikan Islam, Kurikulum dan Materi Pendidikan Islam, Evaluasi Pendidikan Islam, Sosial Keagamaan, Dimensi Sosial Keagamaan, Peran Sosial Keagamaan dalam Pendidik Islam, Aplikasi  Sosial Keagamaan dalam Pendidikan Islam, Pendidikan Islam dalam Perspektif  Sosial Keagamaan.

Selanjutnya memposting juga  mengenai hubungan strategis dalam keilmuan yang mendukung  yaitu wacana tentang, Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam,  Kedudukan Manusia dalam Konteks Pendidikan Islam


Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam

Oleh : Mizanto, S.Pd.I

( Universitas Sains Al-Qur’an ( UNSIQ ) Jawa Tengah di Wonosobo )

 

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang mempunyai potensi-potensi lebih dibandingkan dengan ciptaan  Tuhan yang lainya, hal ini disebabkan karena manusia dibekali dengan  naluri dan fitrah yang lebih dibandingkan dengan ciptaan lainya. Sedangkan definisi secara umum manusia itu adalah makhluk yang  terdiri dari berbagai komponen yaitu  jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi utama.  Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70 :

Artinya :

Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan [875][1], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan(QS.Al-Isra’:70).[2]

 

Islam yang merujuk pada dasar Al-Qur’an telah mendefinisikan pengertian manusia dengan beberapa pengertian, setidaknya ada tiga pngertian yang menujukan secara spesifik tentang manusia yaitu pertama insan, kedua basyar, dan ketiga bani Adam,  dari ketiga pengertian tersebut paling sering dipakai dalam Al-Qur’an untuk menyebut manusia yaitu  Basyar dan insan . kata Basyar menunjukan manusia dari segi  lahiriyahnya ( fisik) serta persamaanya dengan manusia seluruhnya , sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya : 34-35

Artinya :

34. Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal?

35. tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan (QS. Al-Anbiya’).[3]

 

Pengertian manusia dalam Al-Qur’an untuk   insan digunakan untuk mendefinisikan masnusia secara menyeluruh, baik fisik/ jasmani dan rohani. Al-Qur’an menunjuk istilah manusia dengan kata insan bisa kita lihat pada Surat Az-Dzariat   ayat (56) dan Surat At-Tiin ayat (4). Sedang pengertian manusia dengan istilah bani Adam,  dalam Al-Qur’an setidaknya terdapat dalam Surat Al-Isra’ Ayat (70).[4]

Manusia terdapat tiga kemampuan yang sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan , yaitu nafsu , akal dan rasa. Nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dan dinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah , yaitu kebaikan dan kejahatan. sebagaimana Firman Allah dalam surat as-Syam 8 :

 

Artinya :Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.[5]

 

Istilah  basyar dan insan tersebut  merupakan penunjukan terhadap manusia dalam posisinya sebagai  individu .Sedangkan dalam pengertian manusia secara menyeluruh  Al-Qur’an mendefinikan dengan kata An-Nass, sebgaimana kata ini dipakai juga nama surat ke 114 yang merupakan Ayat  terakhir dalam Al-Qur’an.

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang  diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidup dan pilihan-pilihan, hal ini berbeda dengan ciptaan Allah selain manusia yang kebanyakan hanya mempunyai sedikit pilihan dan potensi.  Diantara yang sangat menonjol dari potensi tersebut adalah manusia dibekali akal. Akal sebagai potensi yang sangat menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan untuk mansia berfungsi sebagai alat untuk berfikir dan untuk   menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah, walaupun akal juga membutuhkan wahyu dan hati untuk mengidentifikasi mana yang benar dan mana yang salah.

Dengan   diberi akal dan hati,manusia dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa al-Quran dan beberap wahyu melalui  sunah rasul. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Namun demikian, manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah  tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Al-An’am : 165 ). Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainnya.  Dan Jika manusia hidup dengn tanpa berpedoman pada jalan Tuhan maka, manusia akan menjadi makhluk yang hina bahkan melebihi binatang.  Sehingga sangat perlu upaya-upaya manusia untuk merefleksikan eksistensi dirinya sebagaimana dengan berpedoman kepada landasan-landasan Al-Qur’an dan Hadis, karena manusia hidup bukan karena kebetulan dan sia-sia,  namun sebagaiaiman dikatakan oleh Mansur  bahwa manusia diciptakan dengan membawa tujuan dan tugas hidup tertentu.[6]

Gambara manusia dalam Islam tersebut mengindikasikan bahwa manusia memerlukan proses-proses strategis dalam upaya menjadikan eksistensi dirinya sesuai dengan landasan Islam.  Dalam hal ini pendidikan Islam sangat berperan penting,  karena pendidikan Islam menjadi tumpuan sebagai media mengaktualisasikan manusia berdasarkan hakekat dan tujuan penciptaan manusia.

 



[1] [875]Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.

[2] H. Zaini Dahlan,  Op.Cit, UII Press, Yogyakarta, 1999, hal.290

[3] Ibid, hal. 325

[4] Dr. Zakiah Daradjat, dkk.Op.Cit, hal.2-3

[5] H. Zaini Dahlan,  Op.Cit, UII Press, Yogyakarta, 1999, hal.596

[6] Dr. Mansur, MA, Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam,  Purtaka Pelajar, Yogyakarta, 2005, hal.330.

 Makalah Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam

Pendidikan Islam

Category: Uncategorized

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*