Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

makalah / artikel Evaluasi Pendidikan Islam

makalah / artikel Evaluasi Pendidikan Islam

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah dan Artikel

Evaluasi Pendidikan Islam

Bidang  postingan  :  Pendidikan Islam

Melanjutkan postingan berikutnya tentang Makalah dan Artikel Dimensi Sosial Keagamaan, 

 Perkuliahan.com, dalam upaya menambah wacana dan  khasanah keilmuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Islam maka perkuliahan.com berusaha untuk berkontribusi dalam mewujudkanya. Melalui makalah dan artikel ringan diharapkan  bisa sedikit memberi warna dunia pendidikan, walaupun dalam postingan perkuliahan.com belum bisa diketegorikan sebagai wacana / artikel ilmiah atau sebagai makalah pendidikan, namun hidup harus optimis dan selalu melakukan hal yang paling mudah dan terbisa saat ini. (lagi pengen meramaikan Google dan  Yahoo he)

Serial postingan perkuliahan.com kali ini mengangkat beberapa materi yang terkait dan berkesinambungan dalam dimensi pendidikan Islam, diantaranya beberapa wacana kecil tentang, Pengertian Pendidikan Islam,Dasar Filosofis Pendidikan Islam,Tujuan  Pendidikan Islam, Metode Pendidikan Islam, Kurikulum dan Materi Pendidikan Islam, Evaluasi Pendidikan Islam, Sosial Keagamaan, Dimensi Sosial Keagamaan, Peran Sosial Keagamaan dalam Pendidik Islam, Aplikasi  Sosial Keagamaan dalam Pendidikan Islam, Pendidikan Islam dalam Perspektif  Sosial Keagamaan.

…………………….

makalah / artikel Evaluasi Pendidikan Islam

Oleh : Mizanto, S.Pd.I

( Universitas Sains Al-Qur’an ( UNSIQ ) Jawa Tengah di Wonosobo )

 

Evalusi berasal dari kata evaluation (bahasa Inggris). Kata tersebut diserap dalam bahasa Indonesiadengan penyesuaian lafal menjadi “evaluasi”[1] demikian definisi dari Suharsimi Arikunto mengenai pengertian evaluasi secara umum. Selanjutnya Arikunto menambahkan pengertian evaluasi dalam bentuk dan kata yang lain yang hampir sama dengan istilah “evaluasi” yaitu  pengukuran (measurment) dan penilaian (assessment) walaupun sebenarnya mempunyai perbedaan tapi intinya sama tentang evaluasi.

Sebagai upaya untuk membangun pendidikan Islam ke arah yang lebih maju, maka diperlukan perbaikan secara sistemik dan simultan, terhadap pendidikan Islam. Diantara upaya-upaya tersebut secara taktis bisa dikategorikan menjadi tiga bagian besar yaitu: pertama, menggunakan perencanaa, kedua pelaksanaan, dan ketiga  pengevaluasian,  dari ketiga unsur tersebut selalu terkait dan terpadu, karena untuk melaksanakan tindakan kependidikan (pendidikan Islam) harus didasarkan pada perencanaan yang matang, kemudian dipraktekan/dilaksanakan, dari perencanaan dan pelaksanaan tersebut   diadakan evaluasi, evaluasi ini  untuk mengukur, mengamati dan sebagai bahan untuk memperbaiki rangkaian kegiatan kependidikan tersebut.

Evaluasi mempunyai peranan penting sebagai arah perbaikan dalam pembangunan sistem pendidikan, sebagaimana diungkapkan oleh H.A.R Tilaar, bahwa evaluasi dalam proses pendidikan berkaitan dengan kegiatan mengontrol sejauh mana hasil yang telah dicapai sesuai dengan program yang telah direkayasa dalam kurikulum pendidikan,[2] beliau juga menambahkan peryataanya dalam menanggapi sistem pendidikan Nasional, bahwa evaluasi merupakan alat legitimasi pemerintah pusat dalam rangka mengejar meningkatkan atau mempertahankan standar nasional.[3]

UU Sisdiknas 2003 menjelaskan tentang evaluasi dalam pendidikan Nasional pada pasal 57,58 dan 59. Dari pasal-pasal tersebut  di jelaskan evaluasi yang dilakukan oleh berbagai komponen misalkan pada pasal 57 ayat satu dan dua menjelaskan evaluasi secara umum pada ayat  1 dan 2 sebagai berikut:

  1.  Ayat 1, Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Ayat
  2. Ayat 2, Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan non formal untuk semua jenjang,satuan dan jenis pendidikan.[4]

Sedangkan pada pasal-pasal berikutnya yaitu pasal 58 dan 59 lebih menjelaskan tentang gambaran evaluasi yang dilakukan oleh bagian-bagian tersendiri, misalkan evaluasi yang dilakukan oleh pendidik (pasal 58 ayat 1), evaluasi yang dilakukan oleh satuan pendidikan ( pasal 58ayat 2), pasal 59 ayat 1 mengenai evaluasi pemerintah daerah terhadap satuan pendidikan, dan pasal 2 nya tentang evaluasi yang dilakukan oleh masyarakat dan atau organisasi profesi.

Evaluasi pendidikan Nasional secara umum telah dijelaskan dalam UU Sisdiknas 2003, yang menggambarkan bahwa evaluasi pendidikan merupakan bagian penting dalam proses  pendidikan, karena evaluasi merupakan bagian terpenting dalam struktur kurikulum. Begitupun dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan Islam ke arah yang lebih maju, harus menggunakan sistem evaluasi secara cermat dan profesional,  karena sistem manajeral dalam pengelolaan pendidikan Islam harus terbuka kepada perubahan dan konsep-konsep baru yang konstriktif.

Sasaran utama dari evaluasi secara umum menurut  Muhammad Joko Susilo, bahwa sasaran evaluasi adalah keseluruhan sistem lembaga, mencangkup perencanaan/program, masukan, proses, dan keluaran.[5] Dalam manajemen pendidikan Islam juga harus mempunyai pandangan visioner, dengan berpijak pada landasan-landasan sistemik yang selalu berpegang pada nilai-nilai ajaran Islam. Sehingga tujuan dari kurikulum pendidikan sebagaimana tujuan pendidikan Islam akan tercapai secara maksimal.

Evaluasi dalam pendidikan Islam sebagaimana dikatakan oleh H.M Arifin sebagai berikut,

“evaluasi dalam pendidikan Islam merupakan cara atau tekhnik penilaian terhadap tingkah laku anak didik berdasarkan standar perhitungan yang bersifat komprehensif dari seluruh aspek-aspek kehidupan mental-psikologi dan spiritual- religius, karena manusia bukan saja sosok  pribadi yang tidak hanya bersikap religius, melainkan juga berilmu dan berketerampilan yang sanggup beramal dan berbakti kepada Tuhan dan masyarakat.”[6]

Sasaran evaluasi pendidikan Islam secara garis besar selanjutnya  dirinci oleh H.M Arifin, yaitu   meliputi empat kemampuan dasar anak didik yaitu:

1.  sikap dan pengamalan pribadinya, hubungan dengan Tuhan;

2.  sikap dan pengamalan dirinya,hubunganya dengan masyarakat;

3. sikap dan pengalaman hidupnya, hubunganya dengan dengan alam  sekitar;

4. sikap dan pandangan terhadap dirinya sendiri selaku hamba Allah dan selaku anggota masyarakat, serta selaku khalifah dimuka bumi.[7]

Dari penjabaran mengani evaluasi pendidikan Islam, setidaknya bisa disimpulkan bahwa evaluasi pendidikan Islam bertujuan untuk mengukur, menimbang dan mengetahui sejauh mana keberhasilan, kendala dan hambatan  dalam sistem pengajaran yang telah dirumuskan dalam kurikulum, dan evaluasi ini merupakan bagian terpenting dalam membangun secara sistemik pendidikan Islam, dengan landasan pada dasar-dasar utama tujuan pendidikan pendidikan Islam.

 

 



[1] Prof.Dr.Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan, PT Bumi Aksara, Jakarta, cet. Kedua, 2007, hal 1.

[2]  Prof. DR. H.A.R.Tilaar, M.Sc.Ed, Manajemen Pendidikan Nasional, Kajian Pendidikan Masa Depan, PT Remaja Rosdakarya,Bandung, cet. ke sembilan 2008. 43

[3] Ibid, hal 43

[4] Redaksi Penerbit, Op.Cit, hal.95-96.

[5] Muhammad Joko Susilo, Op.Cit. hal 164.

[6] Prof.H.M. Arifin, M.Ed, Op.Cit.hal.162

[7] Ibid, hal.163.

Evaluasi Pendidikan Islam

Bidang  postingan  :  Pendidikan Islam, makalah sistem evaluasi pendidikan islam, contoh makalah evaluasi pendidikan, evaluasi pendidikan islam

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*