Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

MAKALAH AQIDAH AHLUSUNAH WAL JAMAAH

 under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah akidah ahli sunah wal jamaah

Bidang  postingan  : makalah akidah ahli sunah wal maah

……

dalam makalah ini menjelaskan tentang akidah ahlusunah , atau yang biasa disebut dengan ASWAJA, nakalah aswaja ini dihimpun dari berbagai sumber dan postingan ini men share dari data-data kuliah di UNSIQ  tentang materi keislaman.  sebelumnya perkuliahan.com memposting makalah tentang ILMU WARIS AMPUH,yang kebetulan juga sama didapat dari koleksinya dulu.

PEMBAHASAN

Aqidah adalah bidang teori yang dipercayai terlebih dahulu sebelum yang lain. Kepercayaan atau keyakinan tersebut hendaklah bulat dan penuh, tidak campur dengan syak, ragu dan kesamaan.

Ahlussunah Waj Jama’ah adalah orang – orang yang beriman kepada Allah SWT, para Malaikat-Nya, dan Rosul – rosulnya serta beriman kepada hari akhir dan taqdir yang baik dan buruk. Jadi dapat dirangkaikan bahwasannya Akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah merupakan akidah islam yang murni sesuai dengan dalil – dalil Al – Qur’an dan As Sunnah menurut kepahaman sahabat, tabi’in dan tabi’at tabi’in. Dengan landasan pokok – pokok inilah Ahlussunah Wal Jama’ah beriman, beraqidah dan berdakwah.

Ciri khas dari faham Ahlussunah Waj Jama’ah lebih mendahulukan dalil naqli (Al – Qur’an dan Al hadits). Tetapi bukan tidak menggunakan ratio atau akal pikiran, justru tugas akal diperlukan untuk memberikan argumentasi rational dari dalil naqli tersebut. Dan dalam usaha pemurnian aqidah, Ahlussunah Waj Jama’ah tidak mudah menjatuhkan vonis musyrik atau kafir terhadap orang yang karena beberapa sebab belum dapat memurnikan aqidah dengan semurni – murninya, sebagaimana yang dikemukakan oleh KH. Ahmad Shiddiq dalam Khittah Nahdliyah, bahwa karakter Ahlussunah Waj Jama’ah.

Pada pokoknya tersimpul dalam kitab suci Al – Qur’an, tiga istilah itu yaitu :

1. At Tawasuth, berarti pertengahan

2. Al I’tidal, berarti tegak lurus

3. At tawazun, berarti keseimbangan

 

Diantara yang ditempuh Ahlussunah Waj Jama’ah adalah mengikuti atsar (jejak) Nabi SAW. Secara lahir maupun batin, serta mengikuti langkah para sahabat ra, kaum Muhajirin dan Anshor. Serta mengikuti wasiat Rasulullah SAW, tatkala bersabda :

“Berpeganglah pada sunnahku dan sunnah khulafa yang mendapat hidayah dan petunjuk sesudahku gigitlah kuat – kuat dengan gigi gerahammu waspadalah terhadap ciptaan persoalan – persoalan baru (dalam agama) (HR. Thirmizdi, Abu Daud dan yang lainnya, Shahih)”.

Golongan Ahlussunah Wal Jama’ah meyakini bahwa sebenar – benarnya kalam ialah kalam Allah dan sebaik – baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad SAW. Ahlussunah Waj Jama’ah tidak merasa perlu mengambil konsep dari ahli bid’ah meskipun diantara mereka terdapat orang – orang yang berilmu. Standar yang harus kita ikuti adalah segala sesuatu yang datangnya dari Rasulullah SAW dan apra sahabat – sahabatnya.

Meyakini dengan seyakin – yakinnya bahwa apa yang tertulis dalam Al – Qur’an atau yang dijelaskan oleh sunnah Nabi Muhammad adalah benar dan tidak ada pertengahan antara satu dengan yang lainnya sebagaimana firman Allah SWT.

             

Artinya :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al – Qur’an? Kalau kiranya Al – Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentunya mereka mendapatkan berbagai pertentangan didalamnya (An – nisa : 82).

Pertentangan dalam berita berarti kebohongan satu sama lainnya, ini mustahil bagi Allah dan Rasulnya. Maka siapa yang mengatakan bahwa terdapat pertentangan arti ayat atau pertentangan sesame hadits Rasulullah SAW, ini berarti hati dan maksudnya sudah tidak benar lagi.

Ketahuilah! Sesuangguhnya tidak satupun terdapat pertentangan antara ayat – ayat ataupun antara Al – Qur’an dan hadits – hadits Rasulullah SAW.

Ahlussunah Waj Jama’ah beriman kepada apa yang dikhabarkan Al – Qur’an dan hadits mutawatir yaitu : bahwasanya mereka akan melihat wajah Rabbnya dengan pandangan jelas. Dan kenikmatan memandangnya adalah sebesar – besara kenikmatan dan keberhasilan mendapat ridho-Nya adalah sebesar –besar kenikmatan.

Allah SWT berfirman yang artinya :

Wajah – wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri – seri, kepada Tuhannya (mereka melihat.

Landasan pokok Ahlussunah Waj Jama’ah adalah mereka beragama dengan (taat kepada) nasihat Allah, kitab-Nya, para pemimpin umat dan kepada semua kaum muslimin. Mereka selalu memerintahkan yang makruf dan melarang yang mungkar sesuai dengan yang diwajibkan dalam syari’at.

Memerintah supaya berbuat baik dengan orang tua dan menyambung silaturrohim, berbuat baik kepada tetangga, para penguasa, para pejabatnya dan keapda semua saja yang mempunyai hak.

 

 

Selain beriman kepada Allah SWT kita juga harus beriman sebagaimana yang tertera dibawah ini :

a. Iman kepada Malaikat

Kita percayai adannya malaikat – malaikat Allah dan mereka semuanya hamba – hamba Allah yang mulia.

b. Iman kepada kitab – kitab Allah

Kita meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab – kitab suci kepada para rasul, untuk menjadi hujjah bagi seluruh isi alam dan pegangan baig mereka yang mengamalkan ajaran – ajaran Allah. Kitab suci member petunjuk dan pengetahuan bagi umat manusia dan untuk membenarkan kerasulan pada rasul yang diutus oleh Allah SWT.

c. Iman kepada Rasul – Rasul

Kita mempercayai bahwa Allah SWT telah mengutus rasul – rasulNya kepada umat manusia.

d. Iman kepada hari akhir

Kita beriman dengan hari akhirat, yaitu hari kiamat dimana setiap manusia di hidupkan kembali untuk hidup yang kekal.

e. Iman kepada Qodho dan Qodar, baik dan buruk.

Kita mempercayai qodlo baik dan buruk dan demikian adalah ketentuan Allah SWT. Bagi alam yang ada ini sesuai dengan pengetahuan dan ketentuan Allah seta hikmah – hikmah yang ditetapkan-Nya.

 

Golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah mempunyai keyakinan atau pendirian yang dapat diringkas sebagai berikut :

1. Meyakini dan mempercayai kepada sifat – sifat ma’ani bagi Allah, tetapi yang tidak sampai kepada tajsim atas Allah dan tidak mempersamakan Allah dengan makhluk. Juga percaya kepada sifat wajib, mustahil dan jaiznya para rasul. Percaya kepada datangnya kiamat dan kehidupan akhirat, seperti hisab, mizan, siroth, surga neraka, siksa dan nikmat kubur, bangkit dari kubur.

2. Bahwa manusia itu mempunyai daya usaha dan ikhtiar atas perbuatanny ayng ikhtiariah dengan tidak terlepas dari sifat kudrot dan irodat.

3. Manusia memerlukan pertolongan dari Allah untuk dapt melaksanakan amal perbuatannya. Karena kekuasaan manusia itu pelaksanaannya tidak dapat berdiri sendiri dan segala sesuatu tergantung kepada kodrat dan irodat Allah.

4. Syukur ialah usaha manusia didalam menggunakan dan menjalankan nikmat Allah kepadanya sesuai dengan maksud tujuan pemberian itu, tidak digunakan untuk menyelewengkan dari tuntutan Allah.

5. Segala sesuatu yang wujud pasti dapat dilihat dan Allah yang wujud juga dapat dilihat.

6. Bahwa iman adalah kepercayaan dalam hati. Adapun pernyataan dalam lisan dan amal perbuatan dalam menunaikan kewajiban adalah sebagai penyempurnaan dan pelengkap iman.

7. Orang yang menjalankan dosa besar dan meninggal sebelum bertobat, urusannya adalah kepada Allah.

8. Semua kewajiban itu ditentukan menurut sabda Allah, tidak menurut pertimbangan akal pikiran, karena akal tidak dapat menentukan yang baik dan mana yang buruk kecuali atas bimbingan wahyu.

9. Allah tidak mempunyai keharusan untuk berbuat ishlah bagi hamba-Nya, karena bila harus, maka artinya Allah terpaksa berbuat sesuatu.

10. Sampai mengutus rasul adalah hak Allah bukan sebagai kewajiban Allah.

11. Allah berkuasa menciptakan sesuatu tanpa ada contohnya terlebih dahulu juga merubah sesuatu kebentuk lain, memperlihatkan sesuatu yang luar biasa melalui keajaiban yang diberikan kepada rasul juga kepada orang mukmin biasa.

12. Bahwa penghuni alam kubur itu lebih paham atau mempunyai pengertian yang lebih luas terhadap segala perbuatannya didunia, dari pada sewaktu itu masih dialam dunia.

13. Kata – kata dalam Al – Qur’an atau hadits yang mutasabih atau seakan tasbih dengan tuhan seperti tuhan keapda di ‘Arsy, tangan tuhan dan sebagainya.

 under arsip:  Perkulihan.com.

 Makalah akidah ahli sunah wal jamaah,Makalah akidah ahli sunah wal jamaah, MAKALAH aswaja, download Makalah akidah ahli sunah wal jamaah,

Category: Makalah Islami

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*