Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar (2)

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar (2)

 under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar (2)

dan baca juga postigan perkuliahan.com untuk  Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar (1 )

Bidang  postingan  : Puisi Puisi hebat Indonesia, kumpulan sajak dan puisi,  puisi karya sastrawan Indonesia.

data post. perkuliahan.com seri : 50 memuat data puisi chairil anwar YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS , DERAI DERAI CEMARA , SIA-SIA, PUISI KEHIDUPAN, TJERITA BUAT DIEN TAMAELA, RUMAHKU, NISAN

Perkuliahan.com kali ini mempersembahkan sebuah kumpulan puisi chairil Anwar,  pendekar puisi kelahiran Medan Chairil Medan, 26 Juli 1922 dan Wafat Jakarta, 28 April 1949. (Untuk  Riwayat Hidup Chairil Anwar Bisa dilihat di sini  (  Biografi Chairil Anwar  )   dalam postingan rilisan perkuliahan.com tahap 2 Puisi Karya Chairil Anwar (2)  ini memuat beberapa puisi terbaik chairil anwar  yaitu :

  1. Puisi karya Chairil Anwar : YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS,
  2. Puisi karya Chairil Anwar : DERAI DERAI CEMARA,
  3. Puisi karya Chairil Anwar : SIA-SIA, 
  4. Puisi karya Chairil Anwar : tak sepadan,
  5. Puisi karya Chairil Anwar : PUISI KEHIDUPAN,
  6. Puisi karya Chairil Anwar : TJERITA BUAT DIEN TAMAELA,
  7. Puisi karya Chairil Anwar : RUMAHKU,
  8. Puisi karya Chairil Anwar : NISAN,

Untuk Melihat Puisi Karya Choiril Anwar yang  lainya tersaji di : Puisi Karya Choiril Anwar tahap satu  (1 )

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
…………………………………
DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
………………………………
TAK SEPADAN

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros.

Dikutuk sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu pun juga pintu terbuka.

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.
………………………….
SIA-SIA

Penghabisan kali itu kau datang
Membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
Darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang mematikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hamper menghampiri.

Ah! Hatiku tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
………………………………….
KABAR DARI LAUT

Aku memang benar tolol ketika itu,
Mau pula membikin hubungan dengan kau;
Lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu,
Berujuk kembali dengan tujuan biru.

Di tubuhku ada luka sekarang,
bertambah lebar juga, mengeluar darah,
dibekas dulu kau cium napsu dan garang;
lagi akupun sangat lemah serta menyerah.

Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi.
Pembatasan Cuma tambah menjatuhkan kenang.
Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang.

Dan kau?
Apakah kerjamu sembahyang dan memuji,
Atau di antara mereka juga terdampar,
Burung mati pagi hari di sisi sangkar?
…………………………………….
PUISI KEHIDUPAN
Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan

Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku

Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah
…………………………………………………..
TJERITA BUAT DIEN TAMAELA

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu

Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut

beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan

beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama

dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba

mari menari !
mari beria !
mari berlupa !

awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !

beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….

beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu
…………………
RUMAHKU

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak

Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana

Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu
……………..
NISAN

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta.

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar (2)

 under arsip:  Perkulihan.com.

Category: Seni dan Sastra

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*