Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

KARYA TULIS :DAYA TARIK KEINDAHAN ALAM PENGANDARAN

 under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : karya ilmiah :

CONTOH KARYA TLIS : DAYA TARIK KEINDAHAN ALAM PENGANDARAN

DAYA TARIK KEINDAHAN ALAM

Bidang  postingan  :  Karya Ilmiah SMA

PENGANDARAN Karya Tulis

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………..

HALAMAN MOTTO………………………………………………………………..

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………

HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………………………….

DAFTAR ISI………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………….

A. Latar Belakang Masalah………………………………………………………

B. Rumusan Masalah……………………………………………………………..

C. Tujuan Penulis……………………………………………………………….

D. Manfaat Penulis………………………………………………………………

BAB II KAJIAN PUSTAKA…………………………………………………………

A. Deskripsi Kepustakaan………………………………………………………..

B. Kerangka Berpikir…………………………………………………………….

C. Kesimpulan Studi Pustaka…………………………………………………….

BAB III METODOLOGI PENULISAN…………………………………………….

A. Tempat dan Waktu Kunjungan……………………………………………….

B. Populasi Objek………………………………………………………………..

C. Sampel Objek…………………………………………………………………

D. Metode Penulisan Data………………………………………………………..

BAB IV OBJEK WISATA PANGANDARAN……………………………………….

A. Deskripsi Data………………………………………………………………..

B. Pembahasan…………………………………………………………………..

BAB V SEKILAS TENTANG PANGANDARAN…………………………………

A. Kebudayaan……………………………………………………………………

B. Keadaan Alam………………………………………………………………..

BAB VI PENUTUP…………………………………………………………………….

A. Kesimpulan……………………………………………………………………..

B. Saran-saran……………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………… i

ii

iii

iv

v

vi

1

1

2

2

3

4

4

4

4

5

5

5

5

5

7

7

8

12

12

12

14

14

14

15

BAB I

PENDAHULUAN

 

Indonesia memiliki kekayaan yang beragam, baik kekayaan alam maupun adat budayanya. Hal ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin agar dapat menguntungkan Negara. Langkah awal untuk memajukan dan memanfaatkan kekayaan tersebut adalah denagn cara mengenal dan memeliharanya dengan baik. Karena pepatah mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” untuk itu sebagai warga Negara Indonesia kita wajib mengenal dan melestarikannya.

Akhir-akhir ini orang Indonesia lebih memilih produk asing, berlibur ke luar Negeri dan segala sesuatu yang berasal dari luar Negeri mereka sebut “modern” jika diperhatikan. Budaya-budaya tersebut cenderung bersifat negative dan mengikis moral generasi muda.

Untuk diperlukan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencintai budaya nasional yang bernilai luhur dan bersifat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki panorama alam yang indah dan mempesona, adalah pangandaran yang terkenal dengan hutan lindungnya dan itu merupakan salah satu milik kita bangsa Indonesia

.

A. Latar Belakang Masalah

Dengan ini penulis ingin merumuskan masalah mengenai daya tarik dan keindahan pangandaran. Karena penulis mempunyai tujuan dan tekad untuk membuktikan kepada pembaca, bahwa daya tarik dan keindahan Pangandaran memang perlu di kaji dan di lestarikan lebih mendalam, untuk itu penulis ingin mencoba melalui karya tulis dengan sumber-sumber yang telah tersedia. Semoga karya tulis ini dapat menjadikan sumber baru bagi pembaca.

Dalam memilih judul-judul, penulis mempunyai berbagai alasan khususnya dalam penulisan karya tulis ini, karena :

1. Pangandaran mempunyai berbagai macam daya tarik yang memukau dan mempesona.

2. Keindahan alam panorama pangandaran sangat memikat yang membedakan dengan objek wisata yang lain.

3. Penulis ingin memperdalam pengetahuan tentang pangandaran dengan menuliskan kedalam karya tulis ini.

4. Penulis mengembangkan wawasan tentang pangandaran dengan data yang ada.

5. Penuls ingin mengambil hikmah dari kunjungan ke pangandaran

 

B. RUMUSAN MASALAH

Dalam karya tulis ini, penulis mencoba menguraikan segala sesuatau yang menyangkut daya tarik dan keindahan pangandaran pada wisatawan. Untuk itu,penulis mencoba mengangkat permasalahan yang berhubungan erat dengan judul karya tulis ini. Beberapa permasalahan tersebut penulis sajikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang merupakan pokok bahasa dalam karya tulis ini.

Pertanyaan tersebut antara lain:

1. Objek wisata apa saja yang terdapat di Pangandaran

2. Kelebihan apa saja yang dimiliki oleh setiap objek wisata yang dikunjungi oleh penulis.

3. Bagaimana keadaan hutan lindung

4. Mengapa pangandaran sangat banyak dikunjungi oleh wisatawan

5. Mengapa pantai pangandaran salah satu objek wisata yang paling menarik di jawa barat.

C. TUJUAN MASALAH

Tujuan yang ingin penulis sampaikan sesuai dengan judul yang penulis pilih dalam karya tulis ini anatara lain:

1. Untuk melengkapi persyaratan mengikuti Ujian Nasional ( UN ) di SMA N I Sigaluh Banjarnegara 2007 / 2008

2. Untuk mengetahui mengapa para wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat tertarik dengan keindahan alam yang ada di pangandaran.

3. Untuk mengetahui keanekaragaman budaya dan panorama yang dimiliki oleh pangandaran.

4. Untuk melatih rasa tanggung jawab penulis dalam melaksanakan tugas.

D. MANFAAT PENULIS

Manfaat yang dapat di sampaikan oleh penulis dengan melihat maksud dan tujuan penilitian baik secara umum maupun secara khusus antara lain:

1. Memberi informasi kepada pembaca tentang objek wisata Pangandaran.

2. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Pangandaran

3. Mengetahui secara mendalam tentang keadaan wilayah Pangandaran.

4. Mengetahui keindahan dan budaya tarik panorama objek wisata Pangandaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

A. Deskripsi Kepustakaan

Panorama merupakan suatu keindahan yang dimilki oleh alam yang memiliki kedaya tarikan seseorang untuk ingin tahu sesuatu yang ada di dalamnya. ( Geografi SMP 1986 )

Dalam pangandaran juga memilki panorama yang indah diantara obyek-obyek wisata daerah lain,antara lain:

1. Panatai Pangandaran

2. Kawasan Cagar Alam

3. Batu Hiu

Obyek-obyek tersebut diatas merupakan beberapa contoh keindahan panorama Pangandaran juga mempunyai kedayatarikan sendiri: Adapun arti daya tarik itu sendiri adalah kemampuan suatu obyek wisata untuk memperlihatkan keindahan alamnya terhadap semua orang melihatnya ( Kamus Besar Indonesia ).

B. Kerangka Berpikir

Dengan melihat pengertian-pengertian di atas maka keindahan panorama sangat berpengaruh sekali dengan adanya daya tarik terhadap wisatawan. Ini berarti semakin indah panoramanya maka semakin banyak pula daya tarik wisatawan terhadap panorama tersebut.

C. Kesimpulan Studi Pustaka

Berdasarkan dari pengertian panorama yang diikuti oleh beberapa daya tarik wisatawan di atas, maka penyusun dapat memberi kesimpulan bahwa antara keindahan panorama objek wisata ini maka banyak pula wisata yang tertarik untuk mengunjunginya. Selain itu pemerintah daerah juga akan memperoleh penambahan income perkapita.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENULISAN

 

A. Tempat dan Waktu Kunjungan

Penyusun mengadakan kunjungan ke Pangandaran yang diadakan pada:

Hari :

Tanggal :

B. Populasi Obyek

Obyek wisata yang ada di Pangandaran antara lain sebagai berikut:

1. Pantai Pangandaran

2. Kawasan Cagar Alam

3. Batu Hiu

C. Sampel Obyek

Obyek wisata di Pangandaran tergolong banyak dan penyusun mengunjungi obyek wisata seperti:

1. Pantai Pangandaran

2. Kawasan Cagar Alam

3. Batu Hiu

D. Metode Penulisan Data

Metode-metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penyusun:

1. Metode Observasi

Yaitu : Metode penyusunan data dengan mengadakan persyaratan di obyek-obyek wisata yang menjadi saran. Pada metode penyusunan secara langsung datang ke obyek pangandaran untuk melihat secara langsung dan mengamati hal-hal yang berhubungan dengan isi laporan karya tulis ini tentang pangandaran.

2. Metode Interview

Yaitu : Metode penyusunan data dengan mengadakan wawancara langsung dengan pemadu wisata. Penyusunan melakukan wawancara dengan para pemadu wisata mengenai objek wisata pangandaran dan mengenai hal-hal yang kurang jelas atau tidak yang dimengerti oleh penyusun.

 

3. Metode Kepustakaan

Yaitu : Metode pengumpulan data dengan cara mengambil atau membaca dari buku-buku atau brosur. Penyusun menggunakan metode ini karena untuk mencari data tentang pangandaran. Di sampung itu tidak tersedianya brosur tentang pangandaran oleh pihak penyelenggara, jadi penyusun mencari buku-buku yang berhubungan dengan pangandaran diantaranya adalah majalah “MISTERI” terbit pada 20 Desember 2000 – 19 Januari 2001. Di samping mencari imformasi di buku penyusun juga mencari di internet.

4. Metode diskusi

Yaitu : metode pengumpulan data dengan berdiskusi atau penbahasan bersama mengenai segala hal yang berkaitan erat dengan objek wisata di pangandaran. Penyusun melakukan diskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pangandaran. Mengenai objek wisata maupun yang lainnya, sehingga dapat memperoleh hasil maksimum bagi penulis sendiri khususnya.

 

BAB IV

OBYEK WISATA PANGANDARAN

 

A. Deskripsi Data

 

NO. NAMA OBYEK KETERANGAN

1 Pantai Pangandaran Terletak di desa penanjung pangandaran, dengan jarak ± 92 m dari arah selatan kota Ciamis. Pantai ini terkenal dengan keindahan sunset ( matahari terbenam) ataupun sunrice (matahari terbit)

2 Kawasan Cagar Alam Merupakan tempat untuk konserfasi sumber daya alam dengan luas mencapai 1.000 ha Dengan keanekaragaman satwa yang unik dank has. Di tempat ini juga banyak goa peninggalan zaman dahulu dan goa-goa yang lainnya dan tak kalah menariknya.

3 Batu Hiu Tempat wisata yang menyuguhkan keindahan alam serta tempat yang sangat nyaman untuk bersantai dengan udara yang benar-benar segar dan angin yang berhembus kencang. Dan di bangunnya patung kepala-kepala hiu dengan mulut menganga dijadikan jalan untuk melihat kawasan ini.

 

B. PEMBAHASAN

1. Pantai Pangandaran

Pantai ini adalah salah satu obyek yang dikunjungi oleh penyusunan. Di pantai ini menawarkan berbagai keindahan alam yang begitu mempesona. Terletak di desa penanjung pangandaran ± 92m dari arah selatan kota cianis. Banyak wisatawan asing maupun loka yang berkunjung disini.

Para pengunjung dapat menikmati indahnya sunrice maupun sunsetnya, disamping itu ombak yang tenang dan airnya yang jernih maka kita dapat menikmati indahnya taman bawah laut,disertai pasir putih sehingga menambah indahnnya suasana pantai.

Selain indahnya pantai Pangandaran juga menyuguhkan wisata alam disekitar pantai pangandaran,diantaranya: Lintas alam,bersepeda,berenang,bersampah,seuba, diving,shorking, serta melihat peninggalan sejarah. Dipantai pangandaran kita dapat melihat keindahan alam antara lain:

a. Batu Karang

Menurut informasi yang penyusun peroleh,batu tersebut merupakan perbatasan antara pantai dengan laut lepas. Menurut kepecayaan masyarakat sekitar,merupakan tempat yang suci atau sacral.

b. Taman Bahari

Taman bahari pangandaran, sangat indah karena memiliki keanekaragaman biota laut yang mempesona. Dengan cara kita melihatnya dari atas sampai yang berlayar menuju ke kawasan cagar alam pangandaran.

c. Patung Alam

Tempat dari kejahuan sebelah selatan dekat dengan tebing bagian selatan nampak sebuah batu besar yang berbentuk sebagai manusia. Kalau dilihat dari jarak jauh maka akan terlihat seperti seorang yang sedang bersemedi, tapi kalu di dekati tidak ubahnya batu biasa menonjol ke atas.

Konon patung tersebut emang asalnya dari seorang yang bersemedi. Saking lamanya ia bersemedi maka tubuhnya secara gaib berubah mengeras dan akhirnya manjadi batu karena sampai saat ini di sekitar patung batu tersebut masih terjaga oleh para pengawal Nyi blorong. Sampai sekarang ini tidak ada yang tau siapa yang bersemedi tersebut.

d. Tenpat Bertelurnya Penyu

Di bawah ini tebing kira-kira 100m kea rah utara,ada beberapa temapat sempit yang terletak di tepi pantai. Tempat tersebut merupakan surga bagi para penyu, sebab tempat tersebut dimanfaatkan sebagai sarang bertelurnya penyu pada musim-musim tertentu.

Maka tidak heran jika tempat tersebut dilindungi oleh pemerintah Daerah setempatnya yang bertujuan menghindari dari jangkauan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

2. Kawasan Cagar Alam

Kawsan konservasi sumber daya alam (SDA) pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk , pada tahun 1922 ketika Y.Eyeken menjabat residen priangan diusulkan menjadi “Taman Baru” Pada waktu itu dilepaskan seekor banteng,3 ekor sapi betina,dan beberapa seekor rusa.

Karena memiliki keanekaragaman satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, Status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Marga Satwa dengan luas 530ha. Tahun 1961, setelah ditemukan bunga raflesia fatma yang langka sattusnya di ubah lagi menjadi cagar alam.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi maka pada tahun 1978 sebagai kawasan tersebut (37,70ha) di jadikan taman wisata. Pada tahun 1990 di butuhkan kawasan perairan disekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha. Dalam perkembangan selanjutnya berdasarkan 5 k menteri kehutanan No.104/ kets11/1993 tentang pengusaha wisata Taman Wisata Alam Pangandaran diserahkan dari Direktorat Jendral perlindungan hutan Pelestarian Alam kepada perum perhutan.

Dikawasan cagar alam pangandaran banyak tempat bersejarah seperti gua-gua peninggalan jaman Belanda. Gua ini terbentuk persegi dengan depan terbuka yang dulunya berfungsi sebagai tempat persembunyian. Ada pula gua dibawah tanah yang digunakan untuk menyimpan senjata rampasan dari penjajah. Penulis juga sempat mengunjungi beberapa tempat yang manarik di kawasan cagar alam sendiri yaitu:

a. Batu Kalde

Merupakan batu peninggalan Hindhu sitecuitire, merupakan tempat peninggalan kebudayaan Hindhu yang berumur 1600 tahun, situs ini berupa candi yang telah runtuh dan diantaranya terdapat batu patung sapi yang disebut Kalde oleh masyarakat sekitar. Menurut legenda konon patung sapi ini jelmaan dari seorang yang sakti yang bernama sapi Gumirang.

 

b. Goa Panggung

Dinamakan gua panggung karena di depan terdapat semacam panggung dan terdapat embah jaga lautan atau kyai pancing benar. Dia juga masih keponakan Ibu Dewi Roro Kidul yang diutus untuk menjaga pantai selatan. Dia tidak meninggal disini melainkan meninggal. Dengan demikian dibangunlah symbol sebagai pertanda dia pernah tinggal atau bertapa disini, dan dijadikan tempat keramat bagi warga sekitar. Di sisi atas gua tampak kilauan dari batu tersebut yang terdapat kandungan emas dan mineral lainnya.

c. Goa Darat

Merupakan gua yang sangat panjang hingga 70 meter dan gelap sehingga kami harus menyewa alat penerang dari para penyedia jasa di depan pintu masuk gua. Gua ini tergolong unik, karena didalamnya terdapat gumpalan batu kapur yang tumbuh dan membentuk beraneka bentuk. Ada bentuk yang aneh dan dianggap keramat oleh sebagian orang yang datang ke gua ini.

3. Batu Hiu

Kunjungan terakhir penyusun adalah batu hiu pertama kali penulis mengijinkan kaki disini. Penulis merasakan kesejukan karena angin berhembus kancang. Disini kita dapat bersantai di atas tanah tinggi dengan bawahnya adalah laut lepas.

Tumbuhan besar yang tertata rapi dan bersih dari sampah daerah ini semakin tampak asri. Ditengah pantai nampak batu besar apabila dapat dilihat secara kejahuan seperti kura-kura yang mendongak. Tetapi apabila dilihat secara dekat hanya sebuah batu biasa.

Untuk keliling lebih jauh maka kita akan melewati trowongan kepala hiu dengan mulut menganga. Penulis juga menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh di toko “ADE ENUNG” yang tergolong paling besar dan ramai yang berada dikawasan Blok Barat Batu Hiu. Disini juga banyak menjual cindera mata yang jarang ditemukan di daerah lain dengan harga yang relative murah dan pasti terjangkau.

 

BAB V

SEKILAS TENTANG PANGANDARAN

 

A. Kebudayaan

Masyarakat pangandaran sangat memegang teguh yang berhubungan dengan adat istiadat daerah setempat seperti : Upacara Hajat Laut yang biasanya dilakukan pada saat-saat tertentu seperti pada bulan muharom dengan kawasan timur pantai pangandaran.

Upacara hajat laut merupakan upacara yang biasanya dilakukan oleh para nelayan setempat, sebgai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ada sesajen yang berisikan bunga tujuh rupa dan ada hewannya seperti ayam hidup, selain itu juga ada makanan khas daerah tersebut dan lain-lain.

 

B. Keadaan Alam

Pangandaran merupakan obyek wisata yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Dengan panorama yang mempesona, Sehingga banyak pengunjung baik domestic maupun manca Negara yang tertarik untuk berkunjung dan menikmati indahnya panorama alamnya.

1. Lokasi dan Topografi

Taman wisata alam pangandaran di desa penanjung (pangandaran) yang terletak di kabupaten ciamis, keadaan topografinya yang landai dengan ketinggian rata-rata berkisar 0-20 meter di atas pernukaan laut.

2. Iklim

Berdasarkan klasifikasi schmiat dan ferguson termasuk kedalam type A dengan curah hujan rata-rata 3196 mm/tahun. Disamping itu pangandaran mempunyai suhu yang berkisar antara 25c-35c dengan kelembaban 80-90 %.

3. Flora

Secara umum vegetasi kawasan taman wisata alam pangandaran terdiri dari formasi hutan pantai dan hutan dataran rendah. Formasi hutan pantai di dominasi oleh jenis hutan ( Baringtoria Asiatica) katapang(Tereminalia Cattapan),nyamplung(Callophytuminhophium),Brongondolo(Hernandia palitara),dan waktu (Habiscus).

Sedangkan formasi hutan dataran rendah di Indonesia oleh jenis-jenis laban (Virex Pubescens),kisegel(Drienia Exetsa) dan marong (Ciatycilumeormosum). Selain itu terdapat pula jenis-jenis hutan lataran seperti jati (Tectonia Grandis) dan mahoni (Swieteina Mahagoni)

Salah satu tumbuhan langka yang terdapat dikawasan konservasi pangandaran adalah bunga Raflesia Eotina yang tumbuh sebagi porosit sejati pada sejenis liana yaitu kibalera (Tetratikma Lanceolarium). Bunag ini tumbuh pada bulan Agustus-Maret.

4. Fauna

Kawasan konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran (taman wisata alam,cagar alam darat dan cagar alam laut) cukup kaya berbagai dengan berbagai jenis satwa liar mulai dari jasad teknik, serangga,pisces,aves hingga mamalia besar. Kesemuanya mudah dilihat topografinya relatis ringan.

Beberapa jenis satwa yang dilihat antaranya,banteng (Bos javanicus),Rusa(Carves Vampins),Tando(Cenoehepalus Varegatus) dan masih banyak lagi satwa yang ada di pangandaran dan semua satwa tersebut dilindungi.

 

BAB VI

PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Setelah penulis mengadakan berbagai penelitian,pembahasan dan panganalisaan dari penyusun yang peroleh, maka penyusun dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pangandaran merupakan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan, baik domestic maupun manca Negara.

2. Pangandaran merupakan salah satu sumber devisa bagi Indonesia yang cukup besar karena banykanya wisatawan yang berkunjung ke pangandaran.

3. Keindahan alam laut maupun hutan lindung pangandaran merupakan obyek yang paling menarik sehingga kelestariannya pun harus tetap dijaga.

4. Sebagian besar obyek wisata yang ada di pangandaran merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

 

B. Saran-saran

Untuk memajukan dunia wisata di pangandaran khususnya di Indonesia pada

umumnya penulis ingin menyampaikan saran-saran yang membangun diantaranya:

1. Keindahan alam pangandaran baik keindahan alam pada cagar alamnya maupun wisata bawah lantainya hendaknya dipertahankan dan dijaga kelestariannya.

2. Pemerintah hendaknya memperbanyak promosi tentang keindahan dan daya tarik pangandaran pada masyarakat dunia agar bisa dikenal banyak orang dikalangan luas dan hal ini dapat meningkatkan devisa Negara melalui wisatawan mancanegara.

3. Sebaiknya pada daerah wisata pangandaran pemerintah dapat memperbaiki fasilitas umum yang ada sehingga para pengunjung merasa aman.

4. Masyarakat daerah setempat hendaknya menyadari tentang kebersihan daerah sehingga pun semakin terjaga.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Majalah “MISTERI”2001 potret suram milinium III,Jakarta:Yayasan sinar berdiri jaya

Jordan,R.1996.Akademik Writing Course,2nd ed,Harlow,Longman.

MC Tanggarat,D.Findlay,cdan Parkin,M.1996 Economics,2nded,Sidney,Addison-wesley.

Daniels,P.1992,Australia’s Foreign debt:Searching for the benefits’in,P.Maxwel dan S,Hopkins,Macroeconomics;Conteporary Australia Readings,2 ed.,pymble,harper.

Jayasankara,S.2000.Malaysia;Miracle CURE’,Far Eastern Economic Review,May11,p36

StatSooft, Inc.1997.Elektronic Statistics Textbook,Tulsa OK.,Staasoltt Online.

under arsip:  Perkulihan.com.

CONTOH KARYA TULIS : DAYA TARIK KEINDAHAN ALAM PENGANDARAN

Category: Karya Ilmiah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*