Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Contoh Surat Jawaban Gugatan Perceraian

Under arsip: Perkuliahan.com.
Post Category :  sontoh surat Jawaban
next post :
data post: Perkuliahan.com. edition of : 169

dalam postingan ini kita akan belajar tentang surat menyurat, berhubung banyak sobat kita yang bingung ketika disuruh menulis surat/ membuat surat sehingga dalam perkuliahan kita kali ini perlu mengambil salah satu contoh naskah surat ” dengan kategory: contoh surat jawaban gugatan cerai” yang saya ambil dari rental teman saya. semoga bermanfaat

Contoh Surat Jawaban Gugatan Perceraian

………………….Februari   2012

 

Kepada

Yth.  KETUA PENGADILAN AGAMA ………………

DI-

……………………………..

Hal       : Jawaban Gugatan Perceraian dari ………………………………………………………………………

 

Assalamu’alaikum Wr Wb

Dengan hormat,

Bersama ini saya

Nama                                              : ………………………………..

Tempat dan tanggal lahir         : …………………………………

Agama                                            : …………………………………

Pekerjaan                                       : ……………………………………..

Alamat                                            : ……………………………………………………

……………………………………………………

Perkenankanlah menjawab Gugatan Perceraian dari ……………………………… terhadap suaminya ……………………………….. dengan Register No. ………………………………

 

Jawaban Tergugat sebagai berikut :

  1. Identitas Penggugat Nama ……………………, umur …………tahun, agama Islam, Perkerjaan buruh, bertempat tinggal di …………………………….. Adalah tidak benar. Adapun yang benar :

…………………., umur ……………….. tahun, agama ………….., pekerjaan buruh, bertempat tinggal di …………………………….Sebagai bahan pertimbangan maka kami lampirkan fotocopy Akta Nikah dan Kartu Keluarga

  1. Penggugat menyampaikan gugatan
    1. Bahwa Penggugat telah menikah dengan Tergugat pada tanggal…….. Desember…………… sesuai dengan kutipan Akad Nikah dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan ………………………No. …………………………………………..
    2. Bahwa setelah akad nikah Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal di rumah orang tua Tergugat selama kurang lebih 3 bulan dan dalam pernikahan tersebut antara Penggugat dan Tergugat telah hidup bersama dan melakukan hubungan sebagaimana layaknya suami istri yang baik (ba’da dhuhul) namun belum dikaruniai anak. Gugatan Penggugat pada nomor (1) dan nomor (2) adalah benar-benar dan tepatnya Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal bersama orang tua Tergugat adalah 4 (empat) bulan yaitu sejak tanggal 22 Desember 2008 sampai dengan 14 April 2009.
  2. Penggugat menyampaikan gugatan :
    1. Bahwa kurang lebih sejak awal tahun 2009 kehidupan rumah tangga antara Penggugat dan Tergugat mulai goyah sering terjadi perselisihan yang disebabkan sikap Tergugat mulai berubah dikarenakan tidak bisa menghargai posisi Penggugat sebagai seorang istri karena Tergugat mulai menyuruh Penggugat untuk kerja mencari kerja sebagai TKI ke luar negeri dengan alasan mumpung belum punya anak namun Penggugat beralasan jika belum siap lahir batin sebab sebelum nikah pun belum pernah kerja keluar negeri sebagai TKI sehingga hal tersebut menimbulkan perselisihan keduanya.

Penyampaian gugatan Penggugat tersebut diatas (nomor 3) tidak benar. Adapun yang benar Tergugat dan Penggugat semenjak nikah yaitu tanggal 22 Desember 2008 sampai dengan Penggugatn pergi keluar negeri belum pernah bertengkar atau cek-cok, lagi pula Tergugat tidak menyuruh Penggugat untuk kerja selaku TKI kerja ke luar negeri , bahkan Tergugat melarang Penggugat kerja ke luar negeri karena :

–          Pada saat itu umur Penggugat baru 19 tahun padahal TKI ke luar negeri sebagai PRT umurnya paling sedikit harus 23 tahun.

–          Penggugat pada saat itu ber paspor di PT PJTKI PRIMA DUTA SEJATI Cabang Yogyakarta yang masa berlakunya 5 tahun dan masih berlaku atau belum digunakan oleh Penggugat.

Penjelasannya sebagai berikut :

Sewaktu Penggugat belum nikah dengan Tergugat Penggugat sudah mendaftarkan kerja keluar negeri lewat PJTKI “ PRIMA DUTA SEJATI” cabang Yogyakarta beralamat jalan Jogja – Solo Km 13 Dogongan Tirtomartini, Kalasan, Sleman. Pada tanggal 27 Januari 2009 Penggugat ada panggilan dari PT TKI PRIMA DUTA SEJATI yang intinya Penggugat diterima sebagai TKI kerja di Luar Negeri berhubung tanggal 27 Januari 2009 Penggugat sudah jadi istri Tergugat, maka Tergugat tidak setuju Penggugat ke luar negeri dan hal tersebut di atas. Oleh ayah Tergugat dibatalkan dengan ke PJTKI PRIMA DUTA SEJATI ternyata menurut keterangan orang tua Tergugat memang paspor Penggugat sudah jadi dengan masa berlakunya 5 tahun dan bila paspor termaksud akan dimabil harus menggantikan kerugian kepada PJTKI PRIMA DUTA SEJATI sebesar Rp. 7.000.000 (Tujuh Juta Rupiah). Berhubung ada biaya sebagai ganti rugi ke PJTKI maka paspor Penggugat tetap tidak diambil dan masih di PJTKI PRIMA DUTA SEJATI sampai sekarang.

Dengan kenyataannya Penggugat sekarang ada di Luar Negeri maka Tergugat berkeyakinan bahwa Penggugat ber paspor dua / ganda yang semuanya masih berlaku.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor 4(empat) :
    1. Bahwa selanjutnya Penggugat tetap belum bersedia selanjutnya Penggugat tetap belum bersedia kerja mencari nafkah ke luar negeri, maka oleh ayah Tergugat dicarikan perkerjaan sebagai buruh pabrik kayu Kalibenda di Banjarnegara dan Penggugat bekerja di pabrik tersebut.

Gugatan Penggugat tersebut diatas (poin 4) tidak benar. Karena ayah Tergugat tidak menyuruh atau mencarikan kerja kepada Penggugat untuk kerja di pabrik kayu Kalibenda di Banjarnegara karena ayah Tergugat tahu bahwa Penggugat tidak punya ijazah/STTB.

Jadi jelasnya Penggugat kerja di pabrik kayu Kalibenda atas dasar kemauan sendiri dengan menyuruh Saudara Marso yang buat permohonan dan di bantu oleh Saudari Leli dan Saudara Tumisah yang memasukan lamaran milik Penggugat.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor 5(lima)
    1. Bahwa pada sekitar bulan April 2009 sepulang kerja Penggugat menedapati di rumah kediaman bersama sudah ada teman ayah Tergugat namun yang membuat Penggugat terkejut ternyata teman tersebut dari PJTKI dan akan minta tanda tangan Penggugat untuk pengurusan syarat-syarat sebagai TKI ke Negara Singapura, padahal Penggugat sama sekali belum pernah menanyakan bahkan urus masalah ini ke PJTKI tersebut, akhirnya dengan terpaksa Penggugat mau menandatangani dan selanjutnya Penggugat bersama ayah Tergugat berangkat untuk proses kelanjutannya ke sebuah PT PJTKI di daerah Bekasi hingga pada bulan Mei 2009. Penggugat berangkat kerja ke Singapura sampai sekarang.

Gugatan Penggugat nomor lima (5) tidak benar dan sangat mengada-ada/rekayasa.

Adapun yang benar sebagai berikut :

–          Dirumah orang tua Tergugat semenjak Penggugat nikah dengan Tergugat samapi surat jawaban gugatan ini di buat belum pernah ada tamu pegawai /karyawan PJTKI manapun / siapapun yang datang dirumah orang tua Tergugat.

–          Penggugat jadi TKI ke Singapura atas kehendak sendiri, mendaftar sendiri di Hotel Sokanandi tanpa ijin Tergugat selaku suami Penggugat.

Alur ceritanya demikian :

Penggugat punya teman dekat atas nama Ulit dan Lilis. Saudari Ulit dan Saudari Lilis sudah ada minat kerja di Singapura.

Pada tanggal 16 April 2009 ada  karyawan PJTKI datang di Hotel Sokanandi guna menjemput Saudari Ulit dan Saudari Lilis.

Pada waktu Saudari Ulit dan Saudari Lilis berangkat ke Hotel Sokanandi yaitu tanggal 16 April 2009. Penggugat ikut mengantar Saudari Ulit dan Saudari Lilis, tetapi tanpa seijin Tergugat akhirnya Penggugat ikut mendaftar ke Luar Negeri dan saat itu juga Penggugat terus bersama Saudari Ulit dan Saudari Lilis dan dua karyawan PJTKI berangkat ke Bekasi guna proses selanjutnya.

Berhubung orang tua Tergugat tidak sampai hati maka orang tua Tergugat juga ikut mengantar ke tempat PJTKI yang berada di Bekasi, dengan tujuan bilamana Penggugat tidak lolos seleksi akan di ajak pulang. Karena mengingat umur Penggugat belum memenuhi syarat dan sudah berpaspor yang masih di PT PJTKI PRIMA SEJATI maka perhitungannya Penggugat gagal / tidak lolos seleksi. Tetapi pada tanggal 19 April 2009 ternyata Penggugat diterima dan orang tua Tergugat pulang sendirian. Hal tersebut di atas tersaksi 1. Ibu Neli 2. Saudara Narko dan Saudari Ririn.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor 6(enam) sebagai berikut :
    1. Bahwa pada sekitar bulan September 2010 Tergugat menghubungi Penggugat minta dikirimi uang Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) dengan alasan untuk biaya pengobatan ayah Tergugat di rumah sakit, dan kemudian oleh Penggugat dikirimi uang melalui Western Union ke alamat orang tua Penggugat sebesar Rp. 4.600.00,- (Empat juta enam ratus ribu rupiah) karena Penggugat menginginkan sebagian uang tersebut untuk dipakai keperluan Penggugat maupun biaya sekolah adik Penggugat namun setelah uang tersebut diambil ayah Penggugat dengan diantar Tergugat ke BRI Cabang Wonosobo justru uang sebesar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) dipinjam Tergugat sedangkan ayah Penggugat hanya membawa sisanya sebesar Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu Rupiah)

Gugatan tersebut di atas / nomor enam (6) tidak benar yang benar adalah :

Pada tanggal 30 Oktober 2010 berkisar pukul 17.00 Penggugat menghubungi Tergugat menanyakan tentang kesehatan keluarga. Berhubung ayah Tergugat sedang sakit di RSU akhirnya Penggugat menanyakan tentang biaya berobat kiranya sampai berapa rupiah, dan Tergugat menjawab biaya berobat berkisar Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah) karena ayah Tergugat mempunyai ASKES, lagi pula Tergugat sudah pinjam uang milik Sulistiyono dan Triyas. Dengan penjelasan Tergugat akhirnya Penggugat menegur dan Penggugat bilang tidak usah pinjam uang Sulis dan Triyas dan Penggugat sanggup kirim uang lewat rekening ayah Penggugat. Berkisar tanggal 2 Mei 2010 Tergugat bersama mertua / ayah Penggugat bersama menuju ke BRI unit Sukoharjo dan disitu ayah Penggugat menarik uanmg di rekeningnya jumlahnya Tergugat tidak tahu.

Selanjutnya Tergugat dan ayah Penggugat pulang kerumah orang tua Tergugat dan waktu ayah Penggugat sudah dirumah orang tua Tergugat ayah Penggugat menyerahkan uang kepada Tergugat sejumlah Rp. 4.000.000,-(Empat Juta Rupiah) seraya bilang bahwa uang tersebut uang kiriman Jumiati/Penggugat.

Jadi Tergugat tidak mengetahui jumlah kiriman Penggugat dan tidak mengetahui jumlah penarikan dari rekening ayah Penggugat, lagipula Penggugat menyampaikan untuk biaya sekolah adiknya juga bohong karena Penggugat tidak punya adik yang sekolah, sedangkan adik Penggugat atas nama Sura putus sekolah SD dan sekarang berumur + 17 tahun.

Kesimpulan gugatan Penggugat nomor enam(6) sebagai berikut :

–          Penggugat menyampaikan gugatan bahwa berkisar bulan September 2010 Tergugat menghubungi Penggugat meminta dikirimi uang Rp. 2.000.000,-(Dua Juta Rupiah) adalah tidak benar

Yang benar Penggugat menghubungi Tergugat sejak tanggal 30 Oktober 2010 dan Penggugatlah yang sanggup kirim uang di rekening ayah Penggugat.

–          Penggugat menyampaikan gugatan sebagian uang tersebut untuk dipakai keperluan orang tua Penggugat dan biaya sekolah adik Penggugat tidak benar karena Penggugat tidak punya adik yang sekolah.

  1. Penggugat menyampaikan gugatan pada nomor tujuh(7) sebagai berikut :
    1. Bahwa puncaknya sekitar 10 hari kemudian pada bulan Oktober 2010, di depan keluarga Penggugat, Tergugat menghubungi Penggugat menghubungi Penggugat lagi dan berusaha meminta minta kiriman kembali sebesar Rp. 3.000.000,-(Tiga Juta Rupiah) namun karena Penggugat belum mempunyai uang lagi maka oleh Penggugat permintaan Tergugat ditolaknya sehingga Tergugat marah-marah  dan keduanya bertengkar melalui telepon, selanjutnya saat itu juga dihadapan orang tua Penggugat, Tergugat memutuskan melepas Penggugat bahkan menyuruh orang tua Penggugat mengambil barang-barang Penggugat yang ada di rumah Tergugat.

Gugatan tersebut diatas (nomor 7) sangat-sangat tidak benar dan yang benar adalah :

–          Selama Tergugat ditinggal pergi istri/Penggugat ke Luar Negeri Tergugat berani smpah belum pernah minta dikirim uang kepada Penggugat, hal tersebut Tergugat merasa malu dan Tergugat masih punya harga diri lebih-lebih Tergugat memang tidak mengijinkan Penggugat ke Luar Negeri.

–          Penggugat menyampaikan gugatan bahwa Tergugat marah-marah di depan keluarga Penggugat adalah bohong, karena Tergugat sangat menghormati keluarga Penggugat.

Memang sejak berkisar 10 November 2010 ayah Penggugat sakit keras dan dirawat serta di bawa ke RSU sampai dengan biaya berobat ditanggung Tergugat karena keluarga Penggugat (maaf) adalah keluarga yang tergolong tidak mampu dan pendidikannya rendah dan semuanya putus sekolah termasuk Penggugat ijazah SD saja tidak punya.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor delapan (8) sebagai berikut :
    1. Bahwa pada keesokan harinya adik pengugat diantar tetanggganya menuju ke rumah Tergugat dan ternyata sampai di rumah Tergugat semua barang barang milik Penggugat sudah di bungkus rapi dalam kardus untuk diserahkan ke keluarga Penggugat sehingga sejak saat itu Tergugat sudah tidak pernah datang kembali ke rumah orang tua Penggugat dan antara Penggugat dengan Tergugat sudah tidak ada komunikasi selama 4 (empat) bulan.

Gugatan tersebut diatas (nomor 8) tidak benar. Yang benar adalah :

Waktu adik pengugat atas nama Sura dan Sugi datang di rumah Tergugat berkisar pukul 08.00 Tergugat tidak di rumah masih di tempat kerja/di bengkel mobil di Banjarnegara terus Tergugat dihubungi ayah Tergugat bahwa ada suruhan mengambil barang-barang milik Penggugat dan Tergugat lewat telepon menyuruh agar barang-barang milik Penggugat, tapi barang-barang tersebut belum ditata, akhirnya kedua suruhan Penggugat ikut menata barang-barang milik pernggugat dan dimasukan kedalam tas kresek besar berwarna hitam.

Jadi waktu dua orang suruhan sampai dirumah Tergugat barang-barang belum ditata dan tidak dibungkus dalam kardus tetapi di bungkus tas kresek besar warna hitam.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor Sembilan (9) sebagai berikut :
    1. Bahwa atas sikap dan perbuatan Tergugat tersebut Penggugat sangat tersiksa secara lahir dan batin oleh karenanya Penggugat tidak rela/ridho dan berkesimpulan bahwa Tergugat adalah suami yang tidak bertanggung jawab dan oleh karenanya Penggugat tidak sanggup lagi untuk melanjutkan kehidupan rumah tangganya dengan Tergugat.

–          Kalimat yang disampaikan Penggugat tersebut diatas (nomor 9) adalah terbalik bagi Tergugat. Sebab yang merasa dibohongi, tersiksa rokhaninya dan secara tidak langsung dilecehkan adalah Tergugat.

Namun demikian Tergugat belum siap atau berminat cerai dengan Penggugat karena konflik atau cek-cok dalam keluarga antara suami istri sudah bersifat umum artinya banyak terjadi.

 

  1. Penggugat menyampaikan gugatan nomor sepuluh (10) sebagai berikut :
    1. Bahwa atas dasar hal-hal tersebut diatas, maka Penggugat mengajukan gugatan perceraian dengan alasan : Antara Penggugat dan Tergugat terus menerus terjadi perselisihan dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam perkawinan dengan Tergugat.

Gugatan tersebut diatas (nomor 10) adalah tidak tepat karena :

–          Tidak ada perselisihan yang terus menerus, tapi hanya suatu saat ada perselisihan pendapat saja hanya lewat telepon.

–          Berhubung perselisihan antara suami istri tidak harus berujung pada perceraian lagipula perceraian tidak pasti menyelesaikan masalah maka sampai saat ini Tergugat tidak siap cerai dengan Penggugat.

 

Demikian jawaban Tergugat yang berdasarkan memberi keterangan palsu berarti melanggar hukum maka jawaban gugatan tersebut diatas dibuat atas dasar fakta/keadaan yang sebenarnya.

Berhubung gugatan Penggugat tidak sesuai dengan kebenaran/bohong termasuk gugatan Cacad Hukum bahkan batal demi hukum maka Tergugat mohon dengan hormat kepada Ketua Pengadilan Agama Wonosobo berkenanlah membatalkan gugatan dari Penggugat.

Kemudian atas terkabulnya permohonan ini Tergugat mengucapkan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Hormat kami

Tergugat

Nama Lengkap dan tanda tangan

Under arsip: Perkuliahan.com.
Post Category :  sontoh surat Jawaban 

Category: Surat Menyurat

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*