Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Contoh Pidato Dinas Sambutan Duka Cita

Judul postingan : Contoh Pidato Dinas Sambutan Duka Cita
Bidang  postingan  : Pidato Duka Cita Kematian
next Post :  Bagaimana Cara Berpidato yang baik dan benar
 
Perkuliahan.com,  Musibah kapan dan dimana kehadiranya merupakan sesuatu yang ghoib dan merupakan rahasia Tuhan, kita sebagai manusia harus menyadari dan merenungi sebagai bahan untuk kita tidak terbuai dengan gemerlapnya dunia yang bisa melalaikan kita akan musibah dan kematian yang setiap saat mengintai diri kita.
 
 Perkuliahan kita kali ini adalah tentang ” Pidato sambutan duka cita dinas ” dalam kuliah kita sebelumnya dengan topik yang sama mengenai sambutan duka pada postingan dengan bahasa Jawa di Contoh PIDATO PEMBERANGKATAN JENAZAH, namun kali ini dengan topik yang sama tapi dalam format yang berbeda yaitu dalam sambutan dinas.  untuk sambutan dinas ini biasanya untuk jenazah / Almarhum yang mempunyai jabatan pemerintah, PNS, TNI POLRI maupun Pahlawan Nasional. 
Sebagai contoh saya ambilkan pidato sambutan kematian  ALMARHUM BAPAK H. ABDULLAH ZAINIE, SH, WAKIL KETUA BPK RI di website  resmi BPK  (ww.bpk.go.id) 
_____
 Berikut Petikanya
” Bismillahirohmanirrohim
Assalamu’alaikum wr wb
Innaa Lillahi wa Innaa Lillaihi Raji’un
Sesungguhnya setiap mahluk hidup akan mengalami kematian.
Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan kembali ke Hadirat-Nya.
Yang kami cintai Ibu Hajjah Siti Nurainah dan Keluarga Besar Almarhum Bapak Haji
Abdullah Zainie, S.H.
Serta para Hadirin dan Hadirat yang saya muliakan,
Pada pagi hari ini kita berkumpul disini untuk mengantarkan suami, ayah, nenek serta anggota
keluarga dan rekan kita Alm. Bapak Haji Abdullah Zainie S.H. Beliau telah dipanggil menghadap
Yang Maha Kuasa dengan tenang pada hari Sabtu, 4 April 2009 sekitar pukul 17.30 WIB.
Beliau lahir di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada tanggal 9 Nopember 1941 sehingga
pada saat meninggal, usia beliau sudah mencapai 67 tahun lebih.
Kepergian beliau sangat mengagetkan bagi kami semua di BPK-RI karena pada hari Jum’at,
sehari sebelum wafatnya, kami masih makan siang bersama dengan beliau di ruang makan
kantor. Bersama dengan kami juga ada Pak Imran, Pak I Gusti Agung Rai, Pak Hasan Bisri dan
Pak Uju Djuhaeri. Sebelum shalat Jum’at, beliau baru tiba kembali dari peresmian Kantor
Perwakilan BPK-RI di Pontianak dan sebelumnya beliau menjenguk Ibu Mertuanya yang
sedang sakit di Pengkalan Bun. Karena sudah liwat shalat Jum’at, saya langsung datang ke
ruangan makan BPK-RI dari Bandara Sukarno-Hatta, setelah kembali dari acara dialog publik
peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah di Manado yang dilakukan pada 2
hari Kamis sehari sebelumnya. Sebagaimana biasanya, pada waktu makan siang itu kami
saling besendau gurau dan tidak ada tanda-tanda bahwa beliau sakit maupun firasat diluar
kebiasaan. Pak Sapto Amal Damandari dan Pak Dharma Bhakti yang mengikuti perjalanan
beliau ke Pontianak juga tidak merasakan firasat perpisahan dengan Almarhum.
Bapak-Ibu dan hadirin sekalian,
Semasa hidupnya, Alm. Bapak Abdullah Zainie, S.H., adalah seorang politisi yang handal.
Beliau memulai karir politiknya sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun
1970-1971 dan dilanjutkan menjadi Anggota DPR-RI pada periode 1971-1977 dan 1999-2004.
Jabatan beliau yang terakhir di DPR-RI adalah sebagai Ketua Panitia Anggaran. Dalam posisi,
pada waktu itu, sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang sering menghadiri rapat
Panitia Anggaran DPR-RI, kami sangat terkesan dengan kepemimpinan beliau yang selalu
dapat mencapai solusi walaupun menghadapi masalah yang sangat pelik. Bersama dengan
kami dan lima orang Anggota lainnya, Bapak Abdullah Zainie, S.H. diangkat menjadi Anggota
merangkap Wakil Ketua BPK-RI, pada awal Desember 2004, yang masa jabatannya akan
berakhir hingga bulan Oktober tahun ini.
Almarhum Bapak Haji Abdullah Zainie, S.H. yang kami kenal adalah merupakan figur yang
sangat bijaksana, sabar, pengayom dan teguh memegang prinsip. Kami masih ingat perkataan
beliau setelah dilantik menjadi Wakil Ketua BPK pada awal bulan Desember 2004: “Bagi saya,
ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan saya siap
bekerjasama dengan Pak Anwar sebagai Ketua BPK-RI maupun anggota lainnya”. Dan
memang benar, sebagai Wakil Ketua BPK-RI dan rekan kerja kita semua, beliau telah
menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya.
Pengalaman politiknya yang panjang dan pergaulannya yang luas dan beragam dengan
berbagai kalangan, baik di lembaga perwakilan maupun pemerintah serta organisasi politik dan
kemasyarakatan, sungguh telah memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugas kami
bersama di BPK-RI. Kami sangat kehilangan kearifan dan intuisi politik serta koneksi yang
sangat luas dari figur Almarhum Bapak Haji Abdullah Zainie, S.H.
Sumbangan beliau dalam membangun BPK-RI sangat besar untuk memperoleh kembali status
independensi yang sebenarnya. Independensi BPK-RI itu tercermin dalam UU No. 15 Tahun 3
2006 tentang BPK-RI. Indepensi BPK-RI tersebut tercermin dari berbagai bentuk. Pertama,
objek pemeriksaannya yang semakin meluas yang meliputi hampir seluruh sektor negara,
kecuali perpajakan. Kedua, penyediaan anggarannya yang kini bersumber langsung dari DPRRI. Ketiga, organisasinya yang tidak lagi dibawah kendali Pemerintah. Keempat, pengaturan
personilnya yang lebih fleksibel. Kelima, kemandiriannya dalam penetapan standar dan metoda
pemeriksaan serta pelaporan hasil pemeriksaan. Keenam, memperluas jaringan kantor
perwakilan BPK-RI dari yang tadinya hanya 7 pada saat kami masuk pada akhir tahun 2004
menjadi 33 dewasa ini. Perubahan-perubahan mendasar itu telah merubah organisasi,
menyempurnakan tata kerja, meningkatan sarana dan prasarana kerja, serta mengembangkan
baik jumlah maupun mutu sumber daya manusia di BPK-RI.
Bapak-Ibu dan hadirin sekalian,
Di tengah-tengah upaya kita semua menjadikan BPK-RI sebagai lembaga pemeriksa yang
professional, independen dan berintegritas, telah banyak nilai-nilai positif yang beliau ikut
tanamkan bagi kita semua. Semangat BPK-RI leading by example telah diwujudkan dengan
keteladanan dan perhatian beliau melalui peningkatan kinerja dan pengawasan yang ketat
terhadap perilaku auditor. Kami semua merasa bersyukur dapat memperolehnya melalui
pengalaman dalam bekerja dengan beliau. Dan hali ini pun satu bentuk keteladanan yang
diwariskan kepada kita untuk terus kita pelihara dan jaga. Saya berharap agar keteladanan Alm.
Bapak Abdullah Zainie, S.H. tersebut dapat kita teruskan dan kembangkan dimasa depan untuk
membangun BPK-RI.
Ibu Hajjah Siti Nurainah dan anak-anak serta anggota keluarga Almarhum,
Atas nama pimpinan dan keluarga besar BPK-RI, kami mengucapkan turut berbela sungkawa
yang mendalam atas kepergian Alm. Bapak Abdullah Zainie, S.H. Kami semua ikut berdoa agar
arwah beliau diterima di sisi Allah SWT sesuai amal dan ibadahnya serta diampuni segala
dosanya. Juga tidak lupa kami mendoakan agar Ibu dan putra-putri almarhum maupun keluarga
yang ditinggalkan, dapat kiranya diberikan oleh Allah SWT keikhlasan, kekuatan dan ketabahan
dalam melepas kepergian almarhum. 4
Saya mengajak kita semua yang hadir dirumah duka ini untuk membukakan pintu maaf atas
kesalahan, kealpaan maupun kehilafan almarhum, baik yang disengaja maupun yang tidak
disengaja.
Kepada Ibu Hajjah Siti Nurainah, kami berharap agar tali kekeluargaan antara Ibu dan warga
BPK-RI yang telah terjalin selama ini kiranya akan tetap terus dapat dipelihara dimasa datang.
Ibu adalah tetap merupakan keluarga besar BPK-RI walaupun Bapak Abdullah Zainie, S.H.
sudah mendahului kita.
Marilah kita iringi kepergian beliau dengan doa ikhlas kiranya Allah Subhanaha Wa Ta’ala
menganugerakan magfirah-Nya kepada almarhum dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Amin. Juga saya mengajak hadirin untuk bersama-sama membaca Surat Al Fatihah bagi Arwah
beliau.
Akhirnya, atas nama Pimpinan dan Keluarga Besar BPK-RI saya menyerahkan jenazah
Almarhum Bapak Haji Abdullah Zainie S.H. untuk diberangkatkan dan dimakamkan di tanah
kelahiran beliau di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Demikian sambutan kami.
Terimakasih.
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb. “

Dari contoh pidato sambutan duka atas kematian diatas  dalam format dinas ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan.  demikian kuliah kita tentang pidato duka cita semoga bermanfaat.

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*