Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Fungsi UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003, Pendidikan Islam

Makalah / Artikel Tentang UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003  dalam Pendidikan Islam

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah /Artikel Tentang Tujuan  dalam
Pendidikan Islam

Bidang  postingan  :  UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003  dalam Pendidikan Islam

Perkuliahan.com, dalam upaya menambah wacana dan  khasanah keilmuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Islam maka perkuliahan.com berusaha untuk berkontribusi dalam mewujudkanya. Melalui makalah dan artikel ringan diharapkan  bisa sedikit memberi warna dunia pendidikan, walaupun dalam postingan perkuliahan.com belum bisa diketegorikan sebagai wacana / artikel ilmiah atau sebagai makalah pendidikan, namun hidup harus optimis dan selalu melakukan hal yang paling mudah dan terbisa saat ini. (lagi pengen meramaikan Google dan  Yahoo he)

Serial postingan perkuliahan.com kali ini mengangkat beberapa materi yang terkait dan berkesinambungan dalam dimensi pendidikan Islam, diantaranya beberapa wacana kecil tentang, Pengertian Pendidikan Islam, Dasar Filosofis Pendidikan Islam,Tujuan  Pendidikan Islam, Metode Pendidikan Islam, Kurikulum dan Materi Pendidikan Islam, Evaluasi Pendidikan Islam, Sosial Keagamaan, Dimensi Sosial Keagamaan, Peran Sosial Keagamaan dalam Pendidik Islam, Aplikasi  Sosial Keagamaan dalam Pendidikan Islam, Pendidikan Islam dalam Perspektif  Sosial Keagamaan.

Selanjutnya memposting juga  mengenai hubungan strategis dalam keilmuan yang mendukung  yaitu wacana tentang, Hakekat Manusia dalam Perspektif Islam,  Kedudukan Manusia dalam Konteks Pendidikan Islam

………………

Fungsi  Strategis UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003  dalam Pendidikan Islam

Oleh; Mizanto, S.Pd.I

( Universitas Sains Al-Qur’an ( UNSIQ ) Jawa Tengah di Wonosobo )

 

Kelembagaan  di suatu negara tanpa ditopang dengan konstitusi yang menagatur dan memayungi secara jelas dan kuata maka lembaga-lembaga tersebut kedudukanya sangat rapuh, terlebih ketika menyangkut hak-hak normatif  kelembagaan. Dan ini yang menjadi sorotan utama dalam membangun kelembagaan mislakan pendidikan Islam, karena dengan adanya perundang-undangan yang jelas dalam memperlakukan sistem pendidikan Islam, maka sudah jelas membantu dalam menata dan membenahi pendidikan yang sistematis.

Adanya UU Sisdiknas dalam usahanya memberikan sumbangan untuk menata dan memperbaiki pendidikan keagamaan di negri ini ternyata mempunyai 2 (dua) sisi yang bertentangan, kedua sisi ini antara golongan yang pro dan kontra terhadap UU Sisdiknas yang dianggap terlalu mengurusi dan ikut campur dalam urusan beragama siswa dan keluarga, bahkan dinilai dari mereka (yang kontra) ini merupakan agenda politik untuk merencanakan tujuan-tujuan tertentu yang bertujuan mereduksi hak personal, terlebih dengan keterlibatan pemerintah dalam mengatur dan menentukan pendidikan keagamaan siswa.

Menurut  pandangan orang-orang yang kontra terhadap UU Sisdiknas ini sebagaimana tulisan yang digagas dalam buku Membuka Jendela Pendidikan,  yang ditulis oleh Imam Tolhkah dan Ahmad Barizi disana  secara lugas menuliskan beberapa poin tentang gugatan-gugatan mereka (golongan kontra)  diantaranya pada poin 2 (dua) sebagai berikut:

“Bagi mereka yang kontra terhadap RUU Sisdiknas berpandangan bahwa anak didik, perlu atau tidak, memperoleh pelajaran agama sejatinya adalah hak anak dan hak keluarga. Negara menurut mereka, tidak berwenang terhadap keagamaan seseorang dan karena itu, tidak berhak mewajibkan pelajaran agama. Anak didik seharusnya hanya disarankan untuk memperoleh keterampilan supaya ia mampu menjalankan “tugas panggilan” sebagai manusia dan warga negara. Namun agama menurut Franz Magnis Suseno- bukan sebuah keterampilan, melaikan keyakinan, dan keyakinan bukan urusan negara”[1]

Alasan ini cukup masuk akal, terlebih sebagaiman dalam UU Sisdiknas yang dalam pasal 12 ayat 1 poin a, yang menjelaskan tentang pelajaran agama yang diajarkan oleh mereka guru agama yang seagama, yang dinilai mengkerdilkan wawasan multikulturalisme keagamaan, karena hanya mempelajari agamanya, sehingga dalam hidup berdampingan dimasyarakat yang multi agama maka akan sulit untuk hidup berdampingan dalam suasana yang toleran, karena tak pernah tau kebenaran agama orang lain, dan cenderung menganggap superioritas dalam beragama yang berlebihan, sehingga tidak bisa melihat keyakinan dan kepercayaan orang lain secara obyektif.

Adanya UU Sisdikas bukan sebagaimana ungkapan diatas bahwa seakan-akan pemerintah merampas hak-hak siswa, namun justru pemerintah akan mendampingi, memfasilitasi, dan mengejawantahkan hak keberagamaan mereka dalam bingkai undang-undang dan hukum yang berlaku.[2] Ini merupakan konstruksi kelembagaan yang sangat strategis, karena dengan adanya pengayoman hukum yang berlaku akan menjadikan sarana untuk mengaktualisasikan potensi dibawah naungan hukum dan perundang-undangan.

Kalau dicermati lebih detail lagi bahwa sebenarnya pemerintah ingin mengaktualisasikan ide dan gagasan untuk membangun peradaban yang dilandasi dengan kekuatan moral dan norma yang lebih fundamental melalui jalur agama,  yaitu dengan adanya penanaman keyakinan agama sejak dini pada generasi masa depan bangsa. Bukan ditafsirkan sebagaiman mereka yang kontra dan berpandangan negatif tentang UU Sisdiknas yang seakan-akan dijadikan legitimasi pemerintah untuk mengambil alih kebebasan hak asasi.

 



[1] DR. Imam  Tholkhah, dan Ahmad Barizi, MA, Opcit, hal.174- 175

[2] Ibid, hal 178

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah /Artikel Tentang Tujuan  dalam
Pendidikan Islam

Makalah / Artikel Tentang Tujuan Pendidikan Islam

Makalah / Artikel Tentang Tujuan  dalam
Pendidikan Islam

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul postingan : Makalah /Artikel Tentang Tujuan  dalam
Pendidikan Islam

Bidang  postingan  :  Pendidikan Islam,tujuan dari pendidikan Islam, tujuan pendidikan dalam  islam, tujuan pi,

Perkuliahan.com, dalam upaya menambah wacana dan  khasanah keilmuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Islam maka perkuliahan.com berusaha untuk berkontribusi dalam mewujudkanya. Melalui makalah dan artikel ringan diharapkan  bisa sedikit memberi warna dunia pendidikan, walaupun dalam postingan perkuliahan.com belum bisa diketegorikan sebagai wacana / Continue reading