Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Makalah Iman Kepada Kitab dan Dalilnya

Perkuliahan.com, akhir-akhir ini masih fokus dengan posting makalah utuk materi kuliah, kali ini “Makalah Iman Kepada Kitab dan Dalilnya” dengan fokus kajian sebagaimana dalam rumusan masalah dalam makalah ini membahas beberapa hal sebagai berikut : Apa pengertian iman kepada Kitab-kitab Allah SWT, Dalil apa yang terkait dengan iman kepada kitab Allah SWT, Apa saja macam-macam Kitab Allah, Apa fungsi kitab suci terhadap kehidupan sehari-hari.

Materi kuliah semester 2 kelas PGMI, by Anisatul Mahmudah.

  1. Latar Belakang

 Kitab ialah wahyu allah swt. Yang disampaikan kepada para Rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidupnya. Sedangkan yang di maksud suhuf ialah wahyu Allah swt. yang disampaikan kepada para rasul, merupakan dasar atau nasihat secara umum tetapi tidak wajib disampaikan atau diajarkan kepada umat manusia. Suhuf dapat pula diartikan dengan lembaran-lembaran yang tertulis.

 

Rukun iman yang ketiga adalah iman kepada kitab Allah SWT. Arti kata kitab adalah tulisan atau yang ditulis, berasal dari kata “kataba” yang berarti menulis. Dalam bahasa Indonesia kitab diartikan buku. Adapun yang dimaksud kitab di sini adalah kitab suci. Continue reading

Makalah tentang Akhlak Tasawuf

Makalah tentang Akhlak Tasawuf : disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Akhlak Tasawuf” next post : Makalah Pendidikan Ilmu  Akhlak

Oleh : Anisatul Mahmudah

Latar Belakang

Tasawuf merupakan salah satu bidang studi Islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek rohani manusia yang selanjutnya dapat menimbulkan akhlak mulia. Pembersihan aspek rohani atau batin ini selanjutnya dikenal sebagai dimensi esoterik dari diri manusia. Hal ini berbeda dengan aspek Fiqih, khususnya bab thaharah yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek jasmaniah atau lahiriah yang selanjutnya disebut sebagai dimensi eksoterik. Islam sebagai agama yang bersifat universal dan mencaku berbagai jawaban atas berbagai kebutuhan manusia, selain menghendaki kebersihan lahiriah juga menghendaki kebersihan batiniah, lantaran penilaian yang sesungguhnya dalam Islam diberikan pada aspek batinnya. Hal ini misalnya terlihat pada salah satu syarat diterimanya amal ibadah, yaitu harus disertai niat.

Melalui studi tasawuf ini seseorang dapat mengetahui tentang cara-cara melakukan pembersihan diri serta mengamalkannya dengan benar. Dari pengetahuan ini diharapkan ia akan tampil sebagai orang yang pandai mengendalikan dirinya pada saat berinteraksi dengan orang lain, atau pada saat melakukan berbagai aktivitas dunia yang menuntut kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab, kepercayaan dan sebagainya. Dari suasana yang demikian itu, tasawuf diharapkan dapat mengatasi berbagai penyimpangan moral yang mengambil bentuk seperti manipulasi, korupsi, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan dan kesempatan, penindasan. Continue reading