Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Apa yang dimaksud Bimbingan dan Konseling Islam

Apa yang dimaksud  Bimbingan dan Konseling Islam

under arsip:  Perkulihan.com.

Judul Artikel /makalah :  Apa yang dimaksud  Bimbingan dan Konseling Islam 

Bidang  artikel /makalah  : tugas makalah  pendidikan, artikel pendidikan dan orang tua

Pengertian Bimbingan dan Konseling Islam /Apa yang dimaksud  Bimbingan dan Konseling Islam

dalam pembahasan kuliah bersama perkuliahan.com kali ini kita akan menyimak beberpa materi terkait bimbingan konseling dalam islam.

Setiap manusia dalam hidupnya tidak terlepas dari masalah-masalah yang ditemui/dihadapi dan tentu ia ingin memecahkan/mengatasi masalahnya sendiri. masalah tersebut bersifat kompleks dan berbeda tingkatannya, sesuai dengan perkembangan zaman dan persepsi manusia terhadap zaman itu. Bilamana masalahnya tidak dapat diatasi sendiri, maka ia memerlukan bantuan orang lain untuk memcahkannya atau mengatasinya. Itu pun kalau ia sadar, bahwa ia memiliki masalah dalam dirinya, sebab seringkali masalah tersebut tidak disadari oleh seseorang, dan bahkan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa saja. Jadi diperlukan bantuan orang lain, bukan hanya untuk mengatasi masalah yang dihadapi seseorang, melainkan juga untuk memberitahukan kepadanya bahwa ia mempunyai masalah.
Masalah manusia dan kemanusiaan dalam lingkup kehidupan manusia begitu kompleks, terutama sekali penyesuaian diri dengan lingkungan. Pendekatan masalah dalam lingkup pendidikan, dilakukan dengan sistem pendidikan, dalam mana bimbingan adalah merupakan pelengkap pendidikan formal.
Bimbingan dan konseling merupakan alih bahasa dari istilah Inggris guidance dan counseling. Dalam kamus bahasa Inggris kata guidance berarti: pimpinan, bimbingan, pedoman, petunjuk. Kata counseling berarti: pemberian nasihat, perembukan, penyuluhan. Dahulu istilah counseling diindonesiakan menjadi penyuluhan. Akan tetapi, karena istilah penyuluhan banyak digunakan di bidang lain, semisal dalam penyuluhan pertanian dan penyuluhan keluarga berencana yang sama sekali berbeda isinya dengan yang dimaksud counseling, maka agar tidak menimbulkan salah paham, istilah counseling tersebut langsung diserap saja menjadi counseling.
Dalam hubungan ini ada yang kurang sependapat jika “counseling” hanya diterjemahkan dengan “penyuluhan”. Kata “counseling” meliputi perembugan, pemberian nasihat, penyuluhan, penerangan (informasi). Sedang kata penyuluhan (lebih sempit) pengertiannya penerangan atau penyelidikan, pengintaian. Kata penyuluhan memberi kesan hanya satu pihak yang aktif yaitu orang yang memberi penerangan saja.
Bimbingan dan konseling di lingkungan lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat Indonesia pada umumnya, semakin dirasakan kehadirannya, sebagai kebutuhan dalam usaha pemberian bantuan kepada seseorang yang mengalami problema kehidupan pribadi, terutama yang berkaitan dengan aspek mental spiritual dan psikologis. Problema kehidupan mental spiritual tersebut timbul karena adanya gangguan psikologis dari pengaruh faktor internal dan eksternal, atau faktor kemampuan individual, dan faktor lingkungan sekitar.
Adapun bimbingan itu sendiri adalah pemberian bantuan kepada seseorang atau kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan itu bersifat psikologi dan tidak berupa pertolongan finansial, medis dan sebagainya. Dengan adanya bantuan ini seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya yang kelak kemudian menjadi tujuan bimbingan. Jadi yang memberikan bantuan menganggap orang lain mampu menuntun dirinya sendiri, meskipun kemampuan itu mungkin harus digali dan dikembangkan melalui bimbingan. Adsapun rumusan lainnya dapat dikemukakan sebagai berikut:
Menurut Bimo Walgito, “bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghadapi atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupannya, agar individu atau sekumpulan individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya” sementara menurut Dewa Ketut Sukardi, bimbingan adalah pemberian bantuan oleh seseorang kepada orang lain dalam menentukan pilihan, penyesuaian dan pemecahan masalah. Bimbingan bertujuan membantu seseorang agar bertambah kemampuan bertanggung jawab atas dirinya.
Dalam konteks ini M. Arifin mengatakan, pengertian harfiyyah “bimbingan” adalah “menunjukkan, memberi jalan, atau menuntun” orang lain ke arah tujuan yang bermanfaat bagi hidupnya di masa kini, dan masa mendatang. Istilah “bimbingan” merupakan terjemahan dari kata bahasa inggris guidance yang berasal dari kata kerja “to guide” yang berarti “menunjukkan”. Priyatno dan Ermananti memaparkan : rumusan tentang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, sejak dimulainya bimbingan yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. sejak itu, rumusan demi rumusan tentang bimbingan bermunculan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan itu sendiri sebagai suatu pekerjaan khas yang ditekuni para peminat dan ahlinya. Dalam kaitan ini Priyatno dan Ermananti sebagaimana mengutip pendapat Crow & Crow, 1960, bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri.
Dengan memperhatikan rumusan-rumusan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah merupakan pemberian bantuan yang diberikan kepada individu guna mengatasi berbagai kesukaran di dalam kehidupannya, agar individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.
Adapun Konseling diartikan sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
Menurut Andi Mappiare AT, konseling (counseling), kadang disebut penyuluhan karena keduanya merupakan bentuk bantuan. Ia merupakan suatu proses pelayanan yang melibatkan kemampuan profesional pada pemberi layanan. Ia sekurang-kurangnya melibatkan pula orang kedua, penerima layanan, yaitu orang yang sebelumnya merasa ataupun nyata-nyata tidak dapat berbuat banyak dan setelah mendapat layanan menjadi dapat melakukan sesuatu.
Mengenai kedudukan dan hubungan antara bimbingan dan konseling terdapat banyak pandangan, salah satunya memandang konseling sebagai teknik bimbingan, sebagaimana dikemukakan oleh arthur j. jones yang dikutip oleh Abu Ahmadi dan Ahmad Rohani, bahwa konseling sebagai salah satu teknik dari bimbingan, sehingga dengan pandangan ini maka pengertian bimbingan adalah lebih luas bila dibandingkan dengan konseling , konseling merupakan bagian dari bimbingan. Dengan kata lain, konseling berada di dalam bimbingan. Pendapat lain menyatakan: bimbingan terutama memusatkan diri pada pencegahan munculnya masalah, sementara konseling memusatkan diri pada pencegahan masalah yang dihadapi individu. Dalam pengertian lain, bimbingan sifat atau fungsinya preventif, sementara koseling kuratif atau korektif. Dengan demikian bimbingan dan konseling berhadapan dengan obyek garapan yang sama, yaitu problem atau masalah. Perbedaannya terletak pada titik berat perhatian dan perlakuan terhadap masalah tersebut. Bimbingan titik beratnya pada pencegahan, konseling menitik beratkan pemecahan masalah. Perbedaan selanjutnya, masalah yang dihadapi atau digarap bimbingan merupakan masalah yang ringan, sementara yang digarap konseling yang relatif berat.
Dalam tulisan ini, bimbingan dan konseling yang di maksud adalah yang Islami, maka ada baiknya kata Islam diberi arti lebih dahulu. Menurut etimologi, Islam berasal dari bahasa arab, terambil dari asal kata salima yang berarti selamat sentosa. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama yang artinya memeliharakan dalam keadaan selamat sentosa, dan berarti juga menyerahkan diri, tunduk, patuh dan taat. Kata aslama itulah menjadi pokok kata Islam mengandung segala arti yang terkandung dalam arti pokoknya, sebab itu orang yang melakukan aslama atau masuk Islam dinamakan muslim. Secara terminologi sebagaimana dirumuskan oleh Harun Nasution, Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul.
Bertitik tolak dari uraian di atas, maka yang di maksud bimbingan Islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah sehingga dapat mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akherat. Sedang konseling islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar menyadari kembali akan eksistensinya sebagai makhluk Allah yang seharusnya hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
1. Dasar Pijakan Bimbingan dan Konseling Islam

Yang menjadi dasar pijakan utama bimbingan dan konseling Islam adalah al-Qur’an dan Hadits. Keduanya merupakan sumber hukum Islam atau dalil-dalil hukum.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara atau pusaka, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, selama kalian berpegang kepada keduanya; kitabullah (Qur’an) dan Sunnah Rasulnya (HR Muslim).

Dalam al-Qur’an Allah berfirman:
Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah (Q.S. Al-Hasyr:7)

Al-Qur’an dan Hadits merupakan landasan utama yang dilihat dari sudut asal-usulnya, merupakan landasan naqliyah, maka landasan lain yang dipergunakan oleh bimbingan dan konseling islami yang sifatnya aqliyah adalah filsafat dan ilmu, dalam hal ini filsafat Islam dan ilmu atau landasan ilmiah yang sejalan dengan ajaran Islam.
Landasan filosofis Islam yang penting artinya bagi bimbingan dan konseling Islam antara lain :
1. Falsafah tentang dunia manusia (citra manusia)
2. Falsafah tentang dunia dan kehidupan
3. Falsafah tentang pernikahan dan keluarga.
4. Falsafah tentang pendidikan.
5. Falsafah tentang masyarakat dan hidup kemasyarakatan.
6. Falsafah tentang upaya mencari nafkah atau falsafah kerja.
Dalam gerak dan langkahnya, bimbingan dan konseling islami berlandaskan pula pada berbagai teori yang telah tersusun menjadi ilmu. Sudah barang tentu teori dan ilmu itu, khususnya ilmu-ilmu atau teori-teori yang dikembangkan bukan oleh kalangan Islam, yang sejalan dengan ajaran Islam sendiri. Ilmu-ilmu yang membantu dan dijadikan landasan gerak operasional bimbingan dan konseling Islam itu antara lain:
1. Ilmu jiwa (psikologi)
2. Ilmu hukum Islam (syari’ah)
3. Ilmu kemasyarakatan (sosiologi, antropologi sosial dan sebagainya).
Dari uraian diatas, jelaslah bahwa al-Qur’an dan Hadits merupakan basis utama yang mewarnai gerak langkah bimbingan dan konseling Islam.

Apa yang dimaksud  Bimbingan dan Konseling Islam

under arsip:  Perkuliahan.com.

Category: Psikologi

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*