Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

Apa Pengertian Kecerdasan Spiritual

Metode pengajaran Pendidikan Islam

Under arsip:  Perkuliahan.com.
Post title :apa yang dimaksud kecerdasan spiritual
Post  Category   : Pendidikan Islam/ Metode pengajaran Pendidikan Islam,dan kecerdasan spiritual  pencarian temen bagaimana metode pendidikan islam, metode pengajaran pai dan Kecerdasan Spiritual,  metode dalam menyampaikan materi pendidikan agama islam
data post: perkuliahan.com edition of : 9193

definisi dan Pengertian Kecerdasan Spiritual

Apa yang disajikan dalam artikel ini merupakan bagian dari tulisan yang membahas tentang pengertian kecerdasan spiritual, yang mana beberapa definisi dari tulisan ini referensinya tak tercantumkan sehingga kami sangat mohon maaf, karena beberapa tulisan kami ambil dari tulisan skripsi temen-temen.

berikut beberapa definisi : Kecerdasan merupakan perihal cerdas, kesempurnaan dan perkembangan akal budi pekerti seperti kepandaian dan ketajaman pikiran ,sedangkan  untuk pengertian spiritual adalah kejiwaan, rohani, bathin, mental dan moral.

dan pada tahap selanjutnya Kecerdasan spiritual (yang dikenal dengan istilah SQ) menurut Danah Zohar dan Ian Marshal merupakan kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan prilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan hidup seseorang lebih bermakna dengan yang lain.

Namun  perlu dimengerti SQ pembahasannya baru sebatas tataran psikologi (biologi) semata, tidak bersifat transedental (ketauhidan), akibatnya masih dirasakan adanya kebuntuan, sedangkan Ary Ginandjar Agustian dalam bukunya ESQ, mengatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap prilaku dan kegiatan melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia seutuhnya (Kamil) dan memiliki pola pemikirantauhidi (integralistik) serta berpotensi hanya kepada Allah .[33]

mengapa SQ lebih penting daripada IQ dan EQ ? karena pendidikan yang sejati itu adalah pendidikan hati dan budi pekerti, serta kecerdasan spiritual itu adalah membimbing Manusia untuk mendidik hati dan budi pekerti (akhlak) .[34] Oleh karena itu, memandang fitrah manusia yang dibekali oleh Allah SWT berupa kecerdasan (emosi, intelektual, dan spiritual) maka orang tua dan pendidik sebagai lembaga pendidikan utama dalam pembentukan dan pengembangan kecerdasan anak adalah sangat penting. Orang tua sebagai penanggungjawab atas kehidupan keluarga harus memberikan pendidikan Agama Islam kepada anak-anaknya dengan menanamkan ajaran agama dan pendidikan akhlak sehingga anak akan menjadi pribadi yang tangguh dan bermoral, karena pendidikan akhlak yang diberikan dalam keluarga adalah peletak dasar bagi pendidikan selanjutnya bagi anak.[35] Tegasnya keluarga atau lembaga adalah kontrol utama dalam pembinaaan dan pendidikan akhlak, akhlak luhur merupakan pondasi dan jaminan bekal untuk kesempurnaan Islam dalam pembinaan dan pengembangan pribadi manusia, yang mana fitrah terdapat pada setiap jiwa Manusia berupa kecerdasan dan akal serta akhlak akan terbentuk jika ada latihan dan pembiasaan melalui proses waktu yang berlangsung terus menerus yaitu proses pendidikan. Sehingga dengan penanaman pendidikan agama yang benar maka potensi kecerdasan manusia akan terbentuk terutama kecerdasan spiritual.

Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak yang harus dilaksanakan orang tua sebagai penanggung jawab utama bagi kelangsungan kehidupan anak-anak mereka dalam pandangan Islam mencakup beberapa aspek, seperti yang tercantum dalam surat Luqman ayat 13-19 antara lain adalah sebagai berikut:

a . Pembinaan iman dan tauhid (ayat 13-16)

b . Pembinaan Akhlak (ayat 14,15,18 dan 19)

c . Pembinaan ibadah (ayat 17)

d . Pembinaan kepribadian dan sosial anak (ayat 16-17).

2. Tujuan Pembentukan Kecerdasan Spiritual

Dalam usaha pembentukan kecerdasan spiritual sejak dini adalah dengan penanaman pendidikan agama menjadi sesuatu yang sangat signifikan.

Pendidikan agama merupakan hal terpenting dalam kehidupan di dunia, sebab memusatkan pada perbaikan spiritual, disiplin diri dan perbaikan tingkah laku disamping itu juga memperhatikan tentang kaidah-kaidah utama tentang akhlak mulia serta keteladanan yang baik.

Puncak dari kecerdasan spiritual adalah pemahaman diri sendiri yang pada muaranya akan memahami hakikat sang khaliq. Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri, maka ia akan mengenal Tuhannya.

Dalam ungkapan al-Ghazali, istilah kecerdasan spiritual yaitu disamakan dengan kecerdasan qalbiyah. Menurutnya tujuan puncak kecerdasan spiritual atau kecerdasan qalbiyah adalah mencapai tazkiyah alnafs (pensucian jiwa) yang optimal dengan keuletan melaksanakan arriyadhah (latihan-latihan spiritual).

Adapun ciri-ciri orang yang spiritualnya bekerja secara efektif adalah sebagai berikut:

1. Memiliki prinsip dan pegangan hidup jelas dan kuat yang berpijak pada kebenaran universal baik berupa cinta, kasih sayanga dan lain-lain.

2. Memiliki kemampuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan dan memiliki kemampuan dalam menghadapi rasa takut.

3. Mampu memaknai semua aktivitasnya dalam kerangka yang lebih luas dan bermakna .

4. Memiliki kesadaran diri yang tinggi.

Sedangkan tujuan pembentukan kecerdasan spiritual bagi siswa diantaranya adalah :

1. Untuk selalu mengabdi hanya kepada Allah.

2. Untuk membentuk manusia yang tenang dan damai dalam batinnya.

3. Untuk membentuk manusia bersikap positif.

4. Untuk membentuk manusia yang tahan bantin dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

3. Metode Pembentukan Kecerdasan Spiritual Bagi Siswa

Dalam upaya pembentukan kecerdasan spiritual pada anak dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Sebagaimana kita ketahui bahwa pendidikan dan bimbingan yang diberikan kepada anak ketika mereka masih kanak-kanak akan memiliki pengaruh yang kuat di dalam jiwa mereka, sebab masa tersebut memang merupakan masa persiapan dan pengarahan.

Tauhid merupakan pelajaran pertama yang harus diberikan orang tua kepada anak-anaknya untuk mengembangkan fitrahnya, sebab secara fitri anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah tauhid. Dengan pendidikan ibadah maka si anak akan mampu mengembangkan potensi fitrahnya, dan dengan pendidikan hati/jiwa akan mampu membersihkan jiwa dan penyakit hati.

Dari uraian diatas, maka kita bisa menyimpulkan bahwa pembentukan kecerdasan spiritual bagi anak adalah hal yang paling utama untuk dapat diberikan kepada anak-anak sejak sedini mungkin. Sehingga dengan pendidikan yang didapatkan dari keluarga akan menjadi bekal utama bagi kehidupan anak dan akan berpengaruh dalam perkembangan serta pertumbuhan selanjutnya yang diharapkan akan terwujud anak yang cerdas secara spiritual, intelektual dan beradab. Dengan bimbingan, pendidikan, pengarahan dan penjelasan serta aplikasi yang benar tentang ajaran agama hal itu suatu upaya bagi lembaga atau keluarga dalam pembentukan kecerdasan spiritual siswa atau anaknya, pendidikan agama menjadi hal yang terpenting bagi itu semua lebih-lebih pendidikan akhlak.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*