Perkuliahan.com

Materi Kuliah, makalah pendidikan, beasiswa kuliah

contoh laporan pengabdian Masyarakat (KPM) KKN, KKL.

 under arsip:  Perkulihan.com.

Judul Artikel /makalah :  contoh laporan pengabdian Masyarakat (KPM) KKN, KKL.

Bidang  artikel /makalah  : tugas kampus, laporan kampus

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

nich dia boss!!! bagi yang kamarin bocah2 UNSIQ cari  contoh laporan

 

kpm, versi lain… ni tak dowload dari scrib kebetulan yang posting juga bukan i.. he hee sumbernya disini kalau yang versi UNSIQ Klik disini,   (tapi maaf potingan ke hapus, jadi gak bisa ngelink)

 

 LAPORAN PELAKSANAAN

Kuliah Pengabdian Masyarakat

Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon

Angkatan XVI Tahun Akademik 2008/2009

 

Kampung : Rime Raya

Kecamatan : Pintu Rime Gayo

Kabupaten : Bener Meriah

 

Disusun Oleh :

 

 

Nama : Handi Condro

NPM : 05.0204.2005

Jurusan : Tarbiyah

Prodi :

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

GAJAH PUTIH TAKENGON

2010

KATA PENGANTAR

Dengan meyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang serta ucapan syukur khusus kepada-Nya, satu – satunya zat yang berhak dipuji. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Muhammad Saw hamba dan rasul-Nya, serta sahabat dan pengikut-Nya yang setia.

Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui Lagi Mahabijaksana”

(QS: Al-baqarah, 2: 32)

 

Laporan ini disajikan kepada para pembaca untuk mengetahui sekilas tentang kegiatan yang telah dilakasnakan oleh mahasiswa/i KPM, yang pelaksanaanya kurang lebih selama dua bulan penuh. Penulisan laporan ini juga merupakan serangkain kegiatan akhir para mahasiswa/i peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Hal ini bersifat mutlak bagi setiap mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan praktek Kuliah Pengabdian pada Masyarakat, dan merupakan bagian dari mata kuliah yang dibebankan kepada setiap mahasiswa.

Penulisan laporan (daily report activity) ini juga bukan sekedar sebagai sebuah tugas tetapi sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa hal ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan mahasiswa/i KPM sebagai abdi Negara dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuanya di tengah masyarakat menurut specifikasinya masing – masing atau keahlian/skill lain yang dimiliki oleh peserta KPM, sehingga diharapkan kualitas dan tingkat kedewasaan mahasiswa/i KPM kedepanya akan lebih menjamin dan berkualitas serta bermanfaat bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Serta diharapkan mampu menghadapi tantangan global yang menuntut setiap insan lebih kreatif untuk mengembangkan pengetahuanya sendiri dibidangnya masing – masing.

Adapun kegiatan para Mahasiswa/i peserta KPM selama melaksanakan kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat akan didiskripsikan dalam bentuk laporan harian (daily report activity) yang terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan harian dan data – data lainya menyangkut Desa Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah. Informasi dan data – data yang tersedia dalam laporan ini kiranya dapat memberi informasi kepada pihak – pihak yang membutuhkan tetang gambaran umum Desa Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.

Penulis sangat menyadari bahwa dalam pelaksanaan penulisan laporan ini tidak terwujud tanpa ada bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapakan ribuan terimakasih kepada Bapak Drs. Al Misry, MA selaku supervisor dan Muklis selaku kepala kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo yang telah banyak menyisihkan waktu untuk membimbing penulis baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga penulis dapat meneyelesaikan penulisan laporan ini.

ebaik – baiknyapat meneyelesaikan penulisan laporan ini, aktu membimbing penulis baik secara langsung maupun tidak langsung sehTerima kasih penulis ucapkan kepeda para Dosen yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan, sehingga penulis mampu melaksanakan setiap tugas yang dibebankan kepada penulis selama kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat berlangsung sampai dengan selesai.

Penulis sangat menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis selalu terbuka kepada semua pihak untuk mendiskusikan atau memberi saran – saran dan kritikan yang bersifat konstruktif agar isi dari laporan ini lebih bermanfaat terutama untuk penulis sendiri dan para pembaca serta generasi selanjutnya.

 

Hormat Kami,

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Lembar pengesahan

Kata pengantar

Daftar isi

BAB I Pendahuluan

  1. Latar belakang

  2. Tujuan

  3. Metode

BAB II gambaran Lokasi KPM

  1. Letak geografis lokasi KPM

  2. Sarana dan prasarana yang tersedia

  3. Penduduk

  4. Tugu Radio Rimba Raya

BAB III kegiatan – kegiatan

  1. Bidang Kegiatan Utama

  2. Bidang kegaitan Pendukung

BAB IV interprestasi

  1. Bidang Kegiatan Utama

  2. Bidang Kegatian pendukung

BAB V penutup

  1. Kesimpulan

  2. Saran – saran

Lampiran – lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi yang ada di Indonesai. Sebagai sebuah lembaga penyelenggara pendidikan tinggi tentunya akan melakukan hal – hal memberi pendewasan kepada setiap mahasiswanya melalui berbagai program. Salah satunya adalah kegiatan Kuliah Pengabdian pada Masyarakat, hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu darma yang ketiga “darma pengabdian kepada masyarakat”. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat ini merupakan kegiatan yang berlaku bagi setiap mahasiswa/i yang berada di lingkungan STAI Gajah Putih Takengon. Pelaksanaan KPM ini juga tidak hanya sebatas kewajiban tetapi merupakan keberlanjutan dari Darma Perguruan Tinggi sebelumnya yaitu “darma pendidikan dan penelitian” guna mendewasakan tingkat pemikiran setiap mahasiswa yang berada di lingkungan STAI Gajah Putih Takengon sehingga kedepanya diharapkan lebih dapat mengembangkan diri dalam hal positif di tengah – tengah masyarakat serta lingkungan sekitarnya.

Menurut survei – survie semi ilmiah dan kajian lainya serta menurut informasi dari berbagai media massa tentang situasi dan kondisi masyarakat bahwa kegiatan praktek Kuliah Pengabdian Masyarakat adalah salah program yang sangat dibutuhkan masyarkat pada saat sekarang ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya merespon kebutuhan masyarakat dan bersifat real program serta realistis terutama dalam bidang Agama, sosial dan budaya.

Pelaksanaan KPM yang berlokasi di desa – desa merupakan daerah yang telah disurvie sebelumnya oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon guna memastikan perlu tidaknya daerah tersebut untuk dibina dari segala aspek dengan harapan agar tatanan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Program KPM merupakan program yang bersifat belajar, mengkaji dan mengabdi yang diwujudkan dalam bentuk pengenalan dan penghayatan tentang pembangunan masyarakat melalui kejelasan program perubahan yang direncanakan serta metode penyelesaian masalah yang berkenaan dengan kemampuan memilih serta menggunakan keterampilan yang tepat.

Dorongan untuk mengembangkan kehidupan tatanan masyarakat kearah yang lebih baik di semua aspek dilakukan dengan penuh kecermatan dan ketepatan dengan melihat situasi sosial masyarakat setempat sehingga rencana yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

 

  1. Tujuan Kuliah Pengabdian Pada Masyarakat. (KPM)

Tujuan kuliah pengabdian masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon adalah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas lulusan dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuanya di tengah – tengah masyarakat sesuai dengan specifikasinya masing – masing. Disamping itu, kuliah pengabdian masyarakat (KPM) diharapkan dapat mendidik mahasiswa untuk berbakti tanpa pamrih dalam membangun masyarakat baik moril maupun fisik. Secara lebih terperinci, tujuan kuliah pengabdian masyarakat adalah:

    1. Mempersiapkan calon sarjana yang dapat menghayati dan memahami kompleksitas permasalahan masyarakat, dan memperluas cakrawala berpikir serta belajar menyelesaikan masalah social dan keagamaan secara sistematis, objektif dan terpadu.

    2. Mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan mahasiswa melalui penerapan ajaran Islam secara langsung dalam masyarakat serta melatih mahasiswa untuk bekerja antar bidang keahlian secara terpadu

    3. Membantu program pemerintah dalam mempercepat proses pembangunan masyarakat dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang pendidikan, social dan keagamaan.

  1. Metode

Dalam pengisian laporan ini penulis menggunakan metode deskriptive, yaitu suatu metode yang penulisanya langsung kepada pokok persoalan yang di temukan di lapangan, adapun metode ini dapat diolah menggunakan metode kualitatif yaitu pembicaraan dari segenap wawancara yang dilakukan dengan pihak terkait yang diuraikan dalam bentuk kalimat serta di olah pula dengan menggunakan metode kualitatif yaitu data – data yang menyangkut jumlah pemuda/i, orang tua, remaja, balita, serta masyarakat.

Adapun untuk memproleh semua diatas penulis menggunakan beberapa instrument pengumpulan data, antara lain:

  1. Observasi, yaitu pengamatan langsung untuk mendapatkan data tentang keadaan kampung Rime Raya Kec. Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah

  2. Interview, yaitu wawancara yang dilakukan dengan beberapa pihak terkait misalnya Kepala Kampung, Imam Kampung Pemuda/i serta masyarakat Kampung Pintu Rime Gayo.

  3. Dokumentasi, yaitu data – data yang telah ada dikampung Rime Raya Kec. Pintu Rime gayo Kabupaten Bener Meriah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

GAMBARAN LOKASI KPM (Geografis dan Sosiologis)

A. Letak Geografis Lokasi KPM

Kampung Rime Raya adalah salah satu lokasi yang di tempati oleh peserta Kuliah Pengabdian Pada Masyarakat (KPM) angkatan XVI pada Tahun 2009. kampung ini terletak di daerah lintasan jalan Provinsi Kabupaten Bener Meriah.

Pada umumnya kampung – kampung di Kecamatan Pintu Rime Gayo berada dalam daerah lintasan jalan provinsi kecuali beberapa kampung lainya. Kesemua kampung yang di tempati oleh peserta KPM adalah daerah yang sudah agak maju kecuali beberapa kampung lainya seperti Uning Mas, Pancar Jelobok, dan Pantan Sinaku.

Kampung Rime Raya adalah salah satu daerah yang berada pada lintasan Jalan Takengon – Birueun. Di kampung ini terdapat suatu situs sejarah yaitu “Tugu Radio Rimba Raya”. Berdasarkan informasi dari literature – literatur dan saksi hidup dari Tugu ini lah disiarkan tentang Kemerdekaan Bangsa Indonesia, yang di siarkan dalam beberapa bahasa di antaranya bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Cina, Arab, Urdu India dan Pakistan Madras.

Kampung Rime Raya adalah kampung tertua dalam wilayah kecamatan Timang Gajah. Pada tahun 2000 kampung Rime Raya di mekarkan menjadi lima (5) kampung yaitu Rime Raya, Singah Mulo, Alur gading, Blang Rakal dan Negeri Antara. Di saat bersamaan pula wilayah ini dimekarkan menjadi Kecamatan Pintu Rime Gayo. Pada tahun 2002 Kecamatan Pintu Rime Gayo di mekarkan lagi sebanyak 18 kampung sehingga Kecamatan Pintu Rime Gayo menjadi 23 Kampung. Kesemuanya induknya adalah kampung Rime Raya.

Adapun luas kampung Rime Raya adalah ±49 KM, diantaranya 182 Ha adalah lokasi perkampungan, areal pertanian 2241 Ha, Persawahan 36 Ha, Kolam 1 Ha, lahan terlantar 2320 Ha dan hutan lindung 120 ha. Rime Raya merupakan salah satu daerah yang subur untuk areal pertanian terutama jenis tanaman tua seperti pinang, durian, coklat, kelapa, pala, dan jenis tanaman keras lainya.

Secara garis besar tentang wilayah kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Gayo Kabupaten Bener Meriah dapat dilihat dari tabel – tabel di bawah ini:

Tabel 1. Penggunaan Lahan

No

Penggunaan Lahan

Luas ( Ha)

1

Perkampungan

182 Ha

2

Pertanian

2241 Ha

3

Kolam

1 Ha

4

Hutan Lindung

120 Ha

5

Lahan Terlantar

2320 ha

6

Sawah

36 Ha

Adapun batas – batas daerah Rime Raya adalah sebagai Berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan kampung Blang Ara dan Musara 58

  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kampung Gemasih

  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Pulo Intan

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Krung Peusangan

Tabel 2 Orbitasi (jarak antar wilayah)

No

Orbitasi

Panjang (Km)

1

Ke Kecamatan

10 KM

2

Ke Kabupaten

26 KM

3

Ke Provinsi

310 KM

4

Ke Gunung

10 KM

5

Ke Laut

75 KM

6

Ke Sungai

9 KM

7

Ke Pasar

2 KM

8

Ke Terminal

41 KM

9

Ke Pinggiran Hutan

6 KM

10

Ke Pelabuhan

120 KM

11

Ke Bandara

25 KM

12

Ke Rumah Sakit

40 KM

13

Ke Kantor Polsek

10 KM

14

Ke Kantor Camat

10 KM

15

Ke Kantor Koramil

10,5 KM

 

B. Sarana dan Prasarana Yang Tersedia

  1. Jalan

Kecamatan Pintu Rime Gayo merupakan daerah pada lintasan antar Kabupaten dalam Provinsi (Provinsi NAD). Sehingga jalur transportasi menuju kampung Rime Raya merupakan jalan yang mudah di lalui, kecuali jalan menuju ke beberapa dusun seperti dusun menasah selatan, Dusun Blang Petona dan Dusun Sejahtra, dusun – dusun ini dulunya merupakan daerah yang sudah maju namun karena terjadinya konflik yang memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggalnya dalam beberapa tahun, sehingga jalan menuju dusun – dusun tersebut rusak akibat di tinggalkan warga. Kerusakanpun tidak hanya terjadi pada jalan sebagai sarana tranportasi tetapi juga sarana – sarana lainya seperti listrik, rumah ibadah, sekolah dan seluruh rumah warga hancur akibat dari imbas konflik. Dalam beberapa tahun terakhir sejak konflik mereda Pemerintah daerah baik tingkat Porvinsi maupun Kabupaten sudah melakukan perbaikan – perbaikan terhadap sarana – sarana tersebut walaupun belum maksimal. Sejumlah warga juga sudah kembali ke daerah tersebut dengan menempati rumah – rumah bantuan yang di berikan oleh pemerintah melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA)

Jalan menuju kampung Rime Raya merupakan jalan yang menghubungkan beberapa kabupaten khususnya kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah ke Ibu Kota Provinsi Aceh. Dalam waktu dekat Pemerintah Aceh juga akan melakukan pelebaran terhadap jalan ini untuk memperlancar jalur transportasi antar kabupaten dalam Provinsi maupun antara Provinsi.

  1. Sekolah

Dikampung Rime Raya fasilitas pendidikan cukup memadai baik di tinjau dari sarana dan prasarana maupun tenaga pengajar di semua tingkatan seperti TK, SD dan SMP. Hanya saja peningkatan kualitas yang perlu ditingkatkan. Terutama pada minat masyarakat dalam menyekolahkan anaknya yang masih terasa kurang. Ini terlihat dari hasil observasi dan study – study di lapangan. Secara terperinci adapun sarana pendidikan yang ada di kampung Rime Raya adalah sebagai Berikut:

Table Sarana dan Prasarana Pendidikan

No

Nama Sekolah

Unit

1

TK Cacakdi Rime Raya

1 Unit

2

SD. N I Rime Raya

1 Unit

3

SMP N. 1 Pintu Rime Gayo

1 Unit

4

TPA/TQA Mubalighin

1 Unit

5

TPA/TQA

1 Unit

 

  1. Masjid

Masjid sebagai sarana ibadah bagi masyarakat Rime Raya dan sekitarnya adalah bangunan yang sudah permanen lengkap dengan sarana pendukung seperti tempat berwudhu, MCK dan fasilitas pendukung lainya. Sekarang masjid ini (Masjid MUBALLIGHIN) sedang melakukan renovasi pada lantai dua yang didanai oleh Pemerintah Provinsi senilai Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Renovasi ini dilakukan karena lokasi masjid mengalami penyempitan yang diakibatkan oleh pelebaran jalan.

  1. Puskesmas

Salah satu sarana penting bagi masyarakat adalah adanya Puskesmas untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di kampung Rime Raya terdapat satu Unit Pustu (Puskesmas Pembantu) dan satu unit Polindes di dusun Tunas Baru. Menyangkut tenaga medis puskesmas ini memiliki dua orang tenaga medis di tambah satu tenaga medis pembantu yang di tempatkan di puskesmas pembantu. Dengan demikian pelayanan kesehatan dan tenaga medis di kampung Rime Raya cukup memadai di tinjau dari fasilitas dan tenaga medis.

  1. Sarana Lainya.

Sebagai pendukung kegiatan masyarakat baik kegiatan pemerintahan maupun kegiatan lainya, maka di desa ini juga telah di bangun beberapa sarana prasarana pendukung penunjang kegiatan kemasyarakatan tersebut di antaranya adalah satu unit Kantor Kepala Desa yang di gunakan sebagai central kegiatan pemerintahan desa. Satu unit kantor mukim dan satu unit balai pertemuan bagi masyarakat.

Untuk sarana kegiatan keolahragaan juga telah dibangun satu unit lapangan Bola Voly secara permanent. Secara terperinci dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

Tabel. Sarana dan Prasarana Pendukung

No

Nama Sarana

Jumlah (Unit)

1

Kantor Desa

1 Unit

2

Kantor Mukim

1 Unit

3

Balai Pertemuan

1 Unit

4

Monumen Radio RRI

1 Unit

5

Lapangan Bola Volly

1 Unit

 

    1. Penduduk

Kampung Rime Raya memiliki jumlah penduduk 355 KK (1168 Jiwa) yang tersebar di sembilan dusun. Mayoritas masyarakat adalah petani, sebagian lainya adalah Pegawai negeri, pedagang, TNI/POLRI, wiraswasta dan Politisi.

Pendidikan masyarakat pada umumnya sudah menamatkan program wajib belajar 9 (sembilan) tahun, bahkan sudah ada yang berpendidikan Strata 1, hanya sebagian kecil dari masyarakat setempat terutama pemuda yang tidak melanjutkan pendidikan dikarenakan minat dan keinginan serta motivasi yang lemah dari keluarga ditambah dengan keadaan lingkungan yang tidak mendukung.

Sebagai masyarakat yang mayoritasnya petani. Sistem pengolahan lahan pertanian dan perkebunan dan persawahan sudah agak maju, ini dapat dilihat dari adanya sistem pertanian tumpang sari yang di lakukan oleh masyarakat guna menambah penghasilan. Selain itu masyarakat setempat juga berternak sapi dan kambing. Dalam bidang perkebunan di kampung Rime Raya banyak di temukan hamparan perkebunan Kelapa, Coklat, Durian, Pala, Kayu Manis, Kemiri, Lada, pinang, Jati, Melinjo dan jenis – jenis tanaman perkebunan lainya.

Selain pertanian masyarakat kampung Rime Raya juga mengembangkan perikanan darat/ air tawar. Jenis ikan yang di budidayakan warga adalah Mujahir, Nila, Ikan Mas dan Bawal sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Secara terperinci masalah kependudukan kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah dapat dilihat dari table di bawah ini

Table 1. Jumlah Penduduk

No

Penduduk

Jumlah (Jiwa)

1

Jumlah KK

355 KK

2

Jumlah Jiwa

1168 Jiwa

3

Laki – Laki

593 Jiwa

4

Perempuan

  1. jiwa

 

    1. TUGU RADIO RIMBA RAYA (Sekilas Tentang Perjalanan Radio (Rimba Raya)

  1. Sejarah Singkat

Pada tanggal 19 Desember 1948 Ibu Kota Yogyakarta diduduki belanda dan menawan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta dan beberapa pemimpin tinggi lainya. Setelah itu tentara Belanda menyerang dan menguasai wilayah – wilayah Negara Republik Indonesia lainya sehingga wilayah yang dikuasai indonesia semakin ciut, kecuali Aceh.

Ketika itu daerah Aceh adalah daerah yang tidak bisa di masuki para penjajah dan merupakan daerah yang menjadi tumpuan dan harapan pemimpin – pemimpin dan pejuang dari daerah lain. Di Banda Aceh ditempatkan para perwira inti dari semua angkatan untuk memperkuat barisan perjuangan di Aceh, bila daerah Yogyakarta diserang dan diduduki Belanda.

Pada tanggal 20 Desember 1948, sehari setelah pertempuaran besar – besaran berkecamuk dimana – mana, sebuah pemancar Radio dipindahkan dari Cot Gue Aceh Besar ke Bireuen dan tergesa – gesa disingkirkan ke suatu tempat di pegunungan Aceh tengah.

Menyadari betapa pentingya peranan sebuah pemancar Radio bagi mempertahankan perjuangan kemerdekaan Indonesia, baik untuk menyampaikan pesan – pesan kepada pejuang dan masyarakat umum untuk menangkis propaganda pihak penjajah agar semangat para pejuang tidak melemah. Pada saat itu pula Komando Tentara Republik Indonesia Divisi Gajah I dibawah pimpinan Kolonel Husin Yusuf berkedudukan di Bireuen berhasil memasukan sebuah pemancar Radio merk Marcori dari Malaya. Pemancar tersebut adalah hasil seludupan dari seseorang yang bernama Mayor Jhon Lie, beliau adalah seorang penyeludup yang disebut – sebut sebagai “raja penyeludup Asia Tenggara”. Dalam melakukan proses penyeludupan Mayor Jhon Lie menggunakan dua buah speedboad yang satu berisi berisi perangkat pemancar Radio sedang yang satu lagi berisi barang – barang kelontong dan makanan. Hal itu dilakukan untuk mengelabui musuh untuk menembus blokade dan mengelakan kemungkinan penggeledahan oleh pasukan patroli Belanda yang simpang siur di selat Malaka.

Ketika berada di tengah – tengah laut mereka berpapasan dengan pasukan patroli Belanda, speedboad yang bersisi barang – barang kelontong sengaja menancap gas seolah – olah ingin melarikan diri dari pasukan patroli Belanda ketika berpaspasan pasukan patroli Belanda menggeledah speedboard yang melarikan diri tersebut ternyata hanya berisi barang – barang kelontong, sementara speedboard yang berisi perangkat pemancar radio berhasil lolos merapat ke pesisir Tanjung Pura. Mereka bergegas mengangkat perangkat radio tersebut ke daratan kemudian dibawa kelangsa dan selanjutnya ke bireuen dengan selamat.

Pada awal agresi militer pertama yaitu tanggal 27 Juli 1947 pemancar radio rimba raya berhasil dibawa dengan menembus blokade penjajah Belanda yang dibawa oleh Kapten NIP Karim, komandan Batalyon B yang berkedudukan di tanjung pura langkat dari Singapura.

Atas inisiatif Komandan Devisi Gajah I Kolonel Husin Yusuf meminta pemancar tersebut kepada Kapten NIP Karim untuk dibawa ke Bireuen guna keperluan perjuangan kemerdekaan Indonesia karena sumatera timur telah diduduki penjajah Belanda.

Pada mulanya pemancar radio itu dipasang di Krueng Simpo, sementara studionya dibawa ke kediaman Komandan devisi Kolonel Husin Yusuf di bireuen yang berjarak 20 KM dari Kreung Simpo. Dengan alasan keamanan beberapa bulan kemudian pemancar radio tersebut dipindahkan ke Kuta Raja ( Banda Aceh) untuk mempercepat pemberitaan – pemberitaan bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun pemancar radio di Cot Gue tidak sempat berfungsi karena ketika dalam proses pemasanganya terjadi aksi militer Belanda kedua tepat pada tanggal 19 Desember 1948. kemudian Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo Tgk. Muhammad Daud Beureuh memerintahkan supaya pemancar radio itu dipindahkan dari Cot Gue ke salah satu tempat yang lebih aman dan strategis di dataran tinggi Gayo Aceh Tengah, untuk menghindari serangan Belanda baik dari laut, udara dan darat.

Pada tanggal 20 Desember 1984, pemancar diberangkatkan dengan sangat rahasia dari Cot Gue ke Aceh Tengah. Proses pengangkutan pemancar itu juga sangat sulit karena sering di intai oleh pesawat musuh yang menghambat proses pengangkutan.

Singkat cerita, setelah beberapa hari pemancar radio tersebut berada di takengon tetapi belum di pasang juga karena masih melihat situasi dan tempat yang pas, pada awalnya sempat direncakan pembangunanya di Burni Bius namun gagal disebabkan pasukan pengintai Belanda sudah mengetahuinya. Selang beberapa hari kemudian W.Schult pergi kesuatu tempat yang belum diketahui yang berada dihutan lebat (Rime Raya) disana dia bertemu dengan Letnan Satu Candra dan Sersan Nagris keduanya berkebangsaan India, Sersan Syamsuddin dan Abubakar berkebangsaan Pakistan serta Letnan Satu Abdulah berkebangsaan Inggris. Mereka adalah tentara Inggris yang bergabung dengan sekutu kemudian membantu perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tenaga mereka sangat diperlukan terutama dalam penyiaran berbahasa asing.

Mereka membuat gubuk dan membangun radio itu sesuai dengan keahlian masing – masing. Studio darurat itu dibangun diatas empat potong kayu besar sebagai penyangga di bawah pohon kayu yang tinggi dan rindang dimana disana di gantungkan antena type Y dan Type T yang diikat pada sepotong bambu. Digubuk itu juga mereka memasang beberapa pesawat Radio penerima berita khusus dari telegrafie. Dengan menggunakan mesin diesel yang ada, radio tersebut dimanfaatkan mulai pukul 16.00 Wib – 18 Wib. Radio itu juga menggunakan beberapa bahasa dalam proses pelaksanaa penyiaran diantaranya adalah Bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Arab, Cina Urdu India dan Pakistan Madras. Sementara disiang hari pelaksanaan penyiaran tidak dapat dilaksanakan karena kondisi keamanan yang tidak mengizinkan.

Adapun para pejuang yang melaksanakan kegiatan penyiaran dan kegiatan lainya adalah sebagai berikut:

  1. Kolonel Husin Yusuf sebagai Pimpinan TPRR dan Pemancar Radio

  2. Teknik Pemancar Radio, Abdulah

  3. Teknik Listrik oleh Darwis dan M. Saleh

  4. Protokol penyiaran oleh Idris

  5. Penyiaran dalam bahasa Indonesia Letnan Muda TRI Suryadi

  6. Penyiaran dalam bahasa Inggris oleh Abdullah ( pelarian tentara sekutu dari Medan)

  7. Penyiaran dalam bahasa Madras oleh Abubakar (pelarian tentara sekutu dari Medan)

  8. penyiaran dalam bahasa Tionghoa oleh Wong Fie dari Bireuen

 

  1. Kondisi Tugu Sekarang

Monumen tugu rimba raya sebagai sebuah situs sejarah adalah salah satu monumen yang dibangun untuk mengenang dimana Radio Rimba Raya mengumandangkan tentang kemerdekaan Republik Indonesia. Tugu ini berlokasi di desa Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah. Menurut literature – literatur yang pernah ada dan dari saksi hidup tentang tugu rimba raya ini. Dari sinilah di kumandangkan tentang kemerdekaan bangsa Indonesia keseluruh penjuru dunia dengan menggunakan berbagai bahasa. Sehingga bangsa lain didunia mengetahui kondisi dan perkembangan Indonesia pada saat itu.

Sebagai sebuah monumen yang bersejerah dan sangat berarti bag kemerdekaan Indonesia adalah sesuatu yang layak dan tidak berlebihan kiranya apabila mendapat perhatian dari berbagai komponen baik masyarakat maupun pemerintah di semua tingkatan. Dilihat dari kondisi fisik atau sarana dan prasarana tugu rimba raya masih kategorikan kurang memadai serta dari segi perawatan yang hanya seadanya. Jalan menuju tugu yang hanya berjarak ± 300 meter dari Jalan provinsi kondisinya sangat memprihatinkan seolah – olah terkesan hanya sebagai jalan desa biasa tanpa ada kesan menuju ketempat yang bersejarah. Bahkan dimalam hari jalan menuju ke tugu tidak memiliki penerangan dan komplek – komplek tugu juga tidak memiliki penerangan (Listrik), sedikit ekstrim bisa dikatakan tugu radio rimba raya adalah situs sejarah yang terlupakan di republik ini.

Melihat komplek tugu mulai dari taman, pagar dan fasilitas – fasilitas lainya juga tidak terawat dengan baik. Kondisi tugu radio rimba raya hari ini benar – benar sangat memprihatinkan dan benar – benar membutuhkan perhatian khsusus dari semua element terutama pemerintah daerah maupun pusat.

Dari segi publikasi mengenai tugu rimba raya juga masih sangat kurang, hal ini dapat di buktikan dari pengalaman dan study dilapangan banyak para pelajar dan mahasiswa yang satu wilayah kabupaten dengan tugu rimba raya, tidak mengetahui tentang keberadaan tugu apalagi mengenai sejarahnya adalah sesuatu yang sangat jauh dari mereka kecuali hanya sedikit. Apalagi pelajar – pelajar dan mahasiswa dari daerah lain, padahal hal ini sangat penting untuk diketahui oleh generasi muda agar kelak para generasi negeri ini tidak melupakan tentang sejarahnya sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KEGIATAN – KEGIATAN

 

  1. Bidang Kegiatan Utama

Adapun kegiatan utama yang telah dilaksanakan peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah adalah sebagai Berikut:

  1. Mengajar Al-Qur’an (dengan menggunakan metode Iqra’)

  2. Mengajar di sekolah – sekolah

  3. Membuka sekaligus mengjar les di sekolah dan tempat terbuka (Alam terbuka)

  4. Penataan administrasi pendidikan ( khusus TQA/TPA)

 

  1. Bidang Kegiatan Pendukung

Kegiatan pendukung yang telah dilaksanakan oleh peserta KPM di kampung Rime Kecamatan Pintu Rime Gayo adalah sebagai berikut :

  1. Mendukung serta membantu program kampung Rime Raya sebagai salah satu kampung Binaan Kabupaten Bener Meriah atau GAMMAWAR (Gampong Mawadah Warahmah)

  1. Melakukan diskusi dengan warga setempat tentang program kampung binaan

  2. Membuat rancangan untuk program kampung binaan terutama program yang akan menjadi penilaian oleh tim penilai dari tingkat Provinsi.

  3. Membantu aparatur kampung membuat proposal – proposal kampung binaan serta mendampingi proses pengajuanya.

  4. Mengajukan rancangan program ke pihak pemerintah daerah bersama aparatur kampung

  5. Membuat denah sketsa penghijaun dan taman kampung Rime Raya sebagai salah satu point yang akan menjadi penilaian dalam program Gamawar yang akan dinilai oleh Tim penilai dari Tingkat Provinsi

  6. Membuat kerawang di pintu gerbang SMP

  1. Kegiatan pembinaan dan kemantapan keimanan akhlak serta pembinaan kerukunan hidup internal uamt Islam. Adapun kegiatan yang sudah di lakasanakan adalah sebagai berikut.

  1. Mengadakan diskusi – diskusi keagamaan

  2. Mengikuti pengajian – pengajian seperti pengajian Ibu – Ibu dan wiritan setiap kamis malam dan hari Jum’at

  3. Menghidupkan kegiatan shalat berjamaah di masjid

  4. Bimbingan akhlak bagi anak – anak

  5. Menyusun perlombaan tingkat TPA dan TKA

 

 

  1. Penataan organisasi kelembagaan ekonomi social keagamaan.

  1. Pembenahan system pengelolaan group pengajian anak – anak, kaum ibu dan orang dewasa terutama bidang pengelolaan dan manajemen

  2. Membuat sanggar belajar bahasa Inggris dan Bahasa Arab dan Matematika

  3. Membantu restrukturisasi remaja masjid kampung Rime Raya

  4. Penataan dan pembinaan administrasi dan manajemen organisasi TP PKK kampung Rime Raya.

  5. Penataan organisasi keagamaan pada tingkat kampung

  1. Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana

  1. Rehabilitasi kantor Kepala Kampung

  2. Pembuatan pamplet kampung

  3. Mengadakan gotong royong setiap hari jum’at (Jum’at Bersih)

  4. Penanaman bunga di samping kanan – kiri jalan kampung yang akan menjadi salah satu point penilaian program Gammawar (Gampong Mawadah Warahmah)

  5. Mengikuti kegiatan gotong royong bersama seluruh peserta Mahasiswa KPM yang bertempat di desa uning mas

  6. Melakukan penghijauan di sekitar kampung terutama jalan ke tugu RRI dan jalan kampung lainya, termasuk komplek sekolah ( SD/SMP).

 

  1. Pelayanan Jasa

  1. Memberikan bantuan atau bimbingan kepada orang yang ingin melanjutkan study ke perguruan tinggi

  2. Memberikan bantuan bimbingan kepada orang yang tidak berniat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan memberi gambaran pilihan pendidikan lifeskill

  3. Melakukan sosialisasi pendidikan terutama menyangkut pemahanan tentang makna pendidikan (metode diskusi)

Dengan adanya pelaksanaan kuliah pengabdian masyarakat para mahasiswa/i dapat mengetahui dan memahami kondisi sosial kemasyarakat. Secara garis besar dapat di gambarkan sebagai berikut:

  1. Para peserta KPM dapat mengetahui gambaran umum keadaan kampung Rime Raya yang ditinjau dari berbagai sudut pandang (ekonomi, sosial kemasyarakatan dan system pemerintahan kampung.

  2. Dapat menggali dan mengetahui informasi dan data – data tentang kampung Rime Raya seperti yang tertulis dalam laporan ini. Dan diharapkan data – data awal ini dapat memberikan kontribusi yang bersifat konstruktif bagi pihak – pihak yang membutuhkan serta mahasiswa perserta KPM sendiri.

  3. Mengetahui berbagai sarana – prasarana yang ada dan mengetahui rancangan akan dilaksanakan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

  4. Mengetahui potensi – potensi alam yang dapat dikembangkan bagi kesejahtraan masyarakat.

  5. Mengetahui perkembangan terkini yang ada dikampung Rime Raya serta memprediksi perkembangan ke depan.

Dengan adanya praktek kuliah pengabdian pada masyarakat (KPM) mahasiswa/i diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemahamannya tentang masyarakat serta lebih berpikir maju sehingga mampu menjadi contoh di tengah – tengah masyarakat dimanapun berada.

Kepada para Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon diharapkan terus – menerus meningkatkan system pelayanan birokrasi dan system pengajaran yang lebih baik dan kooperatif dalam berbagai permasalahan dengan mahasiswa sehingga kualitas mahasiswa akan lebih baik dengan mengikuti pola dosen dalam mengaplikasikan ilmunya di tengah – tengah masyarakat.

Kepada Pemda Kabupaten Bener Meriah diharapakan tidak hanya terfokus kepada hal – hal fisik dalam melakukan pembangunan tetapi pembangunan – pembangunan lain pun perlu di perhatikan seperti pembangunan mental masyarakat agar lebih bersemangat dan mandiri dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini penting untuk dilakukan karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa daerah ini adalah salah satu daerah bekas konflik terparah di Aceh. Sangat disayangkan ketika hal ini tidak menjadi perhatian karena diprediksi akan berakibat pada lambanya proses pembangunan seperti yang diharapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

INTERPRESTASI

  1. Bidang Kegiatan Utama

  1. Mengajar Al Qur’an

Pada dasarnya Iqra’ merupakan cara cepat bagi santriwan/i dalam membaca Al Qur’an. Pengajian di Kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah. Santriwan/i di bagi dalam beberapa kelompok kecil, hal ini di lakukan agar mempermudah ustadz/ustadzah dalam memberi materi yang akan diajarkan, dan memudahkanb santriwan/i dalam memahami materi yang diajarkan. Bentuk pengajian tersebut adalah:

  1. Pengajian Iqra’

Pengajian Iqra’ dibagi atas iqra’ 1, 2, 3, 4, 5, dan 6, yang bertujuan agar santriwan/i dapat membedakan bunyi huruf dan tulisan, antara yang satu dengan yang lainnya.

  1. Pengajian Al Qur’an

Pengajian ini bertujuan agar santriwan/i dapat membaca huruf dengan mahkraj yang benar, sesuai dengan tajwid yang ada dalam A Qur’an.

  1. Strangh

Selama peserta KPM mengabdikan diri di masyarakat Kampung Rime Raya terutama dalam proses mengajar Al Qur’an pesrta KPM telah mendapatkan fasilitas khususnya tempat dimana pesrta KPM dapat mengajar, serta peserta KPM juga mendapat dukungan dari para ustazd dan santriwan/i, dukungan tersebut berupa antusias para santriwan/i dalam belajar, sehingga mereka mampu mengamalkan ilmu dari peserta KPM.

  1. Weakness

Kuranganya motivasi santriwan/i serta lemahnya dorongan dari orang tua, dilandasi kurangnya managemen TKA/TPA, dan adanya kubu-kubu dalam masyarakat sehingga berefek pada seluruh kegiatan.

  1. Opportunity

Dalam mengajar Iqra’ diperlukan keahlian dalam bidang tersebut. Hal ini pesrta KPM diberikan kesempatan untuk mengajar dan diberikan pula kesempatan dalam restrukturisasi managemen Pendidikan TKA/TPA.

  1. Thret

Pada umumnya kondisi Kampung Rime Raya Kecamatan Pintu Rime Gayo masih kekurangan ustadz dan ustadzah, dan adanya perselisih pahaman antar warga atau adanya kubu dalam masyarakat (gesekan kecil) sehingga menghambat proses kegiatan pendidikan khususnya tingkat TKA/TPA.

  1. Mengajar di Sekolah

Selain kegiatan rutinitas, kegiatan lain yang dilaksanakan oleh pesrta KPM adalah mengajar di sekolah terdekat. Dalam hal ini sekolah yang terdekat adalah SD Negeri 1 Rime Raya dan SMP Negeri 3 Rime Raya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini pesrta KPM hanya membantu proses kegiatan pembelajaran dengan mengisi kelas dengan masing-masing jurusan dan keahlian pesrta KPM.

  1. Strangh

Peserta KPM yang terjun di sekolah khususnya di SD Negeri 1 Rime Raya banyak memberikan masukan dari para dean guru tentang keadaan para murid-murid yang tengah dalam proses pendidikan, mereka sepenuhnya mendukung program program yang diadakan oleh peserta KPM demi meningkatkan ilmu pengetahuan yang belum mereka dapatkan. Selain itu juga di SD Negeri 1 Rime Raya juga telah didapati fasilitas dan tenaga pengajar.

  1. Weakness

Di SD Negeri 1 Rime Raya dapat pesrta KPM mersakan bahwa adanya kelemahan didalam managemen sekolah, dan kurangnya motivasi kepala sekolah dalam memajukan pendidikan, serta kurangnya motivasi masyarakat dalam mendukung kegiatan sekolah (lemahnya perhatian dalam pendidikan anak).

  1. Opportunity

Para pesrta KPM mendapatkan dalam berpartisipasi untuk menjadi guru yang ahli dalam bidang masing-masing, sehingga pendidikan dapat terus dikembangkan oleh anak-anak khususnya di SD Negeri 1 Rime Raya.

  1. Thret

Dalam mengajar pesrta KPM perlu mempersiapkan materi-materi yang harus disampaikan kepada peserta didik dan perlu adanya keterkaitan materi yang diberikan dengan kondisi anak di SD tersebut. Yang menjadi tantangan kedepan agar tidak terjadi yang tidak diinginkan seperti kurangnya respon dari para guru-guru dalam menjalankan program kerja disekolah tersebut, dan melihat situasi dan kondisi sekolah secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi dikhawatirkan prestasi sekolah kedepan tidak menjadi lebih baik.

 

  1. Membuka sekaligus mengajar less di Sekolah dan tempat terbuka (Alam Terbuka)

  1. Strengh

Mengajar less di sekolah merupakan salah satu bentuk usaha peserta KPM dalam memberikan pembelajaran yang tidak terselesaikan disekolah karena keterbatasan waktu, dalam mengajar less adanya keinginan yang kuat/minat yang tinggi dari para pesrta less, khususnya murid-murid tingkat sekolah dasar.

  1. Weakness

Dalam memberikan pengajaran tambahan selain dari sekolah di Kampung Rime Raya less ini juga berbentrokan waktu dengan salah satu LSM Internasional yang Bernama CHIDLFUND.

  1. Opportunity

Diberikannya kesempatan kepada peserta KPM untuk membuka less di sekolah dan di alam terbuka (komplek tugu RRI).

  1. Thret

Penyampaian dan pembelajaran dalam mengajar less tidak sama dengan pembelajaran disekolah. Yang menjadi tantangan kedepan lemahnya dorongan dari orang tua, ini dapat dibuktikan kurngnya para peserta dari waktu ke waktu, dan salah satu alas an peserta dalam mengikuti less yaitu ikut membantu orang tua (berkebun).

  1. Penataan Administrasi Pendidikan (khusus TKA/TPA)

  1. Strengh

Adanya keinginan para ustadz/ustadzah untuk memperbaiki managemen dan pengelolaan organisasi TPA, serta adanya kepercayaan penuh dari ustadz/uastadzah kepada peserta KPM untuk membenahinya.

  1. Weakness

Dalam hal ini yang menjadi kelemahan dalam penataan administrasi TPA yaitu kurangnya respon dari orang tua santri, masih banyak beranggapan bahwa pendidikan TPA itu lebih baik dilakukan dirumahnya sendiri tetapi tidak pada implementasinya.

  1. Opportunity

Yang menjadi kesmpatan dalam penataan administrasi yaitu tersedianya fasilitas yang memadai sehingga memungkinkan proses pembelajaran akan berjalan dengan baik, dan dilengkapi tersedianya tenaga pengajar.

  1. Thret

Tantangan kedepan yang harus di perhatikan dan dibenahi ialah lemhnya dorongan dan motivasi dari orang tua santriwan/i.

  1. Bidang Kegiatan Pendukung

  1. Mendukung serta membantu program Kampung Rime Raya sebagai salah satu Kampung Binaan Kabupaten Bener Meriah atau GAMMAWAR (Gampong Mawadah Warahmah).

GAMMAWAR adalah salah satu program pemerintah untuk menciptakan kampung yang peduli terhadap lingkungan dalam makna yang luas, yang pelaksanaannya dibuat melalui berbagai program-program agar kampong tersebut berkualitas dari seluruh segi dan elemen. Program ini lebih dikenal dengan istilah pilot projek untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat baik yang berada di kampung binaan tersebut maupun untuk masyarakat dari kampung lainnya.

  1. Kegiatan pembinaan dan kemantapan keimanan akhlak serta pembinaan kerukunan hidup internal umat Islam.

Dalam melaksanakan pembinaan dan pemantapan keimanan, akhlak serta pembinaan kerukunan hidup internal umat Islam khususnya masyarakat kampung Rime Raya. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat menjalin silaturahmi dengan baik. Dalam melakukan kegiatan pembinaan dan pemantapan hidup internal umat Islam peserta KPM berusaha mensosialisasikan dan dapat memberikan yang lebih baik kepada masyarakat kampung rime raya.

      1. Strength

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pendukung para peserta KPM guna meningkatkan kebersamaan. Program ini juga didukung oleh adanya fasilitas selain dari pada masjid dan kebersamaan yang kuat dalam mengikuti pengajian.

      1. Weakness

Ketidakseriusan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan sehingga terkesan sebagai hiburan dalam menjalani suatu acara dalam setiap minggunya serta terjadinya konflik kecil antara pengurus pengajian.

      1. Opportunity

Terbukanya peluang untuk melakukan pembinaan dari piahk – pihak terkait

      1. Thret

Kebiasaan masyarakat yang tidak serius dalam menjalankan kegiatan dan seringnya terjadi saling menyalahkan diantara pengurus pengajian

  1. Penataan organisasi kelembagaan ekonomi social keagamaan.

  1. Strength

Kampung rime raya sebelumnya telah memiliki struktur organisasi tapi masih lemah dibidang manajemen sehingga berakibat pada lambatnya laju organisasi

  1. Weakness

Salah satu yang menjadi kendala adalah lemahnya tingkat pemahaman di masing – masing tingkatan sehingga menghambat proses laju organisasi.

  1. Opportunity

Masih adanya dari sebagian masyarakat untuk membenahi organisasi kampung walaupun sedikit sulit, salah satu penyebabnya adalah kondisi social kemasyarakatan yang kurang baik dan pengaruh arus politik dari luar

  1. Thret

Kemungkinan akan terjadi terhambatnya segala kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan yang direncanakan

  1. Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pemerintah kabupaten Bener Meriah meluncurkan program kampung binaan dan kampung yang ditunjuk sebagai pilot project adalah desa rime raya, sehingga peluang pembangunan sarana dan prasarana akan menjadi lebih besar dengan mengikutsertakan masyarakat

  1. Strength

Diberikanya peluang kerjasama antara peserta KPM dengan aparatur kampung untuk membuat perencanaan program kampung binaan dan didukung oleh pemerintah daerah yang tertuang dalam satu surat keputusan Bupati Bener Meriah

  1. Weakness

Adapun kelemahan dalam menjalankan program pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana diantaranya adalah lambanya proses administrasi ditingkat pemerintahan (birokrasi yang panjang) dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membina lingkungan yang sehat.

  1. Opportunity

Adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam menjalankan program ini walaupun sedikit terkesan lambat

  1. Thret

Rasa kebersamaan masyarakat kampung rime raya dalam membina kampung ini merupakan tantangan ke depan

  1. Pelayanan jasa.

Dalam hal pelayanan jasa, yang dapat peserta KPM berikan kepada masyarakat secara garis besar hanya sebatas memberikan bimbingan/arahan kepada orang tua murid atau kepada siswa yang ingin melanjutkan study keperguruan tinggi serta member penjelasan secara detail tentang pendidikan.

  1. Strengh

Adanya keinginan masyarakat untuk melanjutkan study anak – anaknya ke jenjang yang lebih tinggi dan sebagian lainya memilih lifeskill

  1. Weakness

Jumlah masyarakat Rime Raya untuk memotivasi anaknya melanjutkan pendidikan masih minim, karena mereka berpikir walaupun anak mereka mengenyam pendidikan yang lebih tinggi akan menjadi pengangguran.

  1. Opportunity

Diberikan kesempatan kepada peserta KPM untuk melakukan diskusi dengan para remaja yang ingin melanjutkan pendidikan (metode diskusi)

  1. Threat

Adapun tantangan kedepanya yaitu merubah rendahnya dorongan dan motivasi dari orang tua dengan kata lain dorongan hanya bersifat sementara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi tentunya memiliki program – program yang bermuara pada peningkatan kualitas mahasiswanya. Salah satunya adaalah Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dimana kegiatan ini diwajibkan kepada setiap mahasiswa/i yang berada di lingkungan STAI Gajah Putih Takengon. Hal ini guna memenuhi tuntutan tri darma perguruan tinggi terutama darma yang ketiga yaitu “darma pengabdian pada masyarakat”.

Melihat perkembangan social kemasyarakatan saat ini KPM merupakan masih sebagai suatu kebutuhan dan harus dilakukan guna mengakomodir permasalahan masyarakat serta membantu masyarakat dalam memecahkan persoalan yang ada sesuai dengan kemampuan dan kondisi masyarakat setempat.

Dalam proses pelaksanaanya, kuliah pengabdian masyarakat dipandang perlu mengembangkan berbagai program – program yang menyentuh pada kebutuhan masyarakat setempat. Kendatipun setiap akan melaksanakan KPM para mahasiswa telah dibekali dengan berbagai program yang akan dilaksanakan dilapangan namun bukan berarti harus mutlak dilaksanakan seperti apa yang tertulis karena para peserta KPM juga harus melihat kondisi social masyarakat atau dengan kata lain sebuah program bisa saja berubah karena kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya pelaksanaan kuliah pengabdian masyarakat para mahasiswa/i dapat mengetahui dan memahami kondisi sosial kemasyarakatan. Secara garis besar dapat di gambarkan sebagai berikut:

  1. Para peserta KPM dapat mengetahui dan memahami kondisi sebuah daerah secara umum (keadaan social kemasyarakat kampung Rime Raya).

  2. Memiliki sejumlah data yang tertulis tentang kampung Rime Raya serta dapat memberi gambaran umum keadaan masyarakat kampung Rime Raya.

  3. Mengetahui berbagai sarana – prasarana yang ada dan mengetahui rancangan akan dilaksanakan baik dalam jangka pendek maupun panjang.

  1. Mengetahui dan memiliki data potensi alam yang dapat dikembangkan bagi kesejahtraan masyarakat ke depan

  2. Dapat memprediksikan kondisi dan keadaan masyarakat kedepan

  3. Belajar memahami dan memecahkan persoalan – persoalan di tengah – tengah masyarakat

  4. Mengetahui perkembangan terkini yang ada dikampung Rime Raya serta memprediksi perkembangan ke depan.

Dengan adanya praktek kuliah pengabdian pada masyarakat (KPM) ini ke depan diharapkan setiap mahasiswa/i yang berada dilingkungan STAI Gajah Putih Takengon dapat meningkatkan kualitas pemahamannya tentang masyarakat serta lebih termotivasi untuk lebih maju sehigga menjadi contoh di tengah – tengah masyarakat dimanapun berada.

Kepada para Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon diharapkan terus – menerus meningkatkan system pelayanan birokrasi dan system pengajaran yang lebih baik dan kooperatif dalam berbagai permasalahan dengan mahasiswa sehingga kualitas mahasiswa akan lebih baik dengan mengikuti pola dosen dalam mengaplikasikan ilmunya di tengah – tengah masyarakat.

 

  1. Saran – Saran

Melihat situasi dan kondisi di lapangan baik masyarakat maupun peserta KPM sendiri. Maka kami menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Diharapakan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon dan seluruh elemen yang ada dilingkungan STAI Gajah Putih Takengon untuk terus – menerus membenahi diri serta melakukan peningkatan kualitas mahasiswa/i STAI gajah Putih kedepan agar para mahasiswa lebih siap diterjunkan ke tengah – tengah masyarakat sesuai dengan specifikasinya masing – masing.

  2. Kepada seluruh mahasiswa STAI Gajah Putih Takengon diharapkan untuk terus menerus mengembangkan diri sesuai dengan specifikasinya masing – masing dan tanpa mengabaikan hal – hal lain yang dapat memberi nilai positif untuk pengembangan diri.

  3. Kepada pemerintahan desa dan seluruh aparatur kampung Rime Raya diharapkan untuk terus – menerus mengembangkan kampung Rime Raya agar lebih maju dalam segala bidang serta menjalin komunikasi dengan mahasiswa STAI Gajah Putih Takengon terutama dalam bidang pendidikan guna memberi dorongan kepada mahasiswa STAI Gajah Putih Takengon agar lebih sukses dalam mengaplikasikan pengetahuanya ke tengah – tengah masyarakat.

  4. Kepada para pemuda/i kampung Rime Raya agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi yang ada di kampung Rime Raya dan mampu memberi perubahan baik secara individu dan umum. Terutama dalam hal menjaga dan melestarikan situs sejarah tugu Radio Rimba Raya.

  5. Kepada Pemda Kabupaten Bener Meriah hendaknya memperhatikan pembangunan masyarakat selain hal – hal fisik yang berpengaruh kepada perkembangan dan kemajuan masyarakat kampung Rime Raya.

  6. Kepada pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga diharapkan untuk memperhatikan keberadaan tugu Radio Rimba Raya yang sangat monumental sebagai asset daerah. Serta menjadikanya sebagai salah satu asset wisata dikabupaten Bener Meriah. Selain itu, baik pemerintah daerah maupun pusat hendaknya memasukan sejarah tugu rimba raya sebagai salah satu bahan ajar disekolah, agar para generasi muda memahami tentang sejarah tugu rimba raya serta mengetahui seberapa pentingnya keberadaan Radio Rimba Raya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PROGRAM DAN SCHEDUL KEGIATAN

KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM GAJAH PUTIH TAKENGON

ANGKATAN XVII

TAHUN AKADEMIK 2009

No

MATERI KEGIATAN

TANGGAL PELAKSANAAN

VOLUME EGIATAN

TEMPAT/

LOKASI

1.

  • Persiapan dan pelepasan peserta KPM Kab,A.Tengah dan Bener –Meriah

GGGGGG

nulisan laporan ini.

  • Penyerahan peserta KPM kepada Pemda Bener Meriah dan pelepasan peserta KPM ke Kecamatan

  • Penyerahan dan penerimaan Peserta KPM kepada Camat Pintu Rime Gayo dan penyerahan kembali kepada setiap desa yang ada di kecamatan Pintu Rime Gayo. Dan peserta KPM diberangkatkan ke desa-desa yang telah di tetapkan oleh Panitia KPM.

2 Mei 2009

 

 

 

 

 

08.00 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

 

11.30 Wib s/d selesai

Dilapangan Sekda kab,A.tengah

Di Kantor Bupati Bene Meriah

 

Di kantor camat Pintu Rime Gayo Blang Rakal.

2

  • Membersihkan tempat tinggal/rumah untuk mahasiswi peserta KPM.

  • Mengikuti Wirit

3 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

20.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

 

 

3

  • Melanjutkan pembersiahn tempat tinggal/posko KPM.

  • Koordinasi sekaligus silaturahmi dengan Babinsa Rime Raya.

  • Observasi.

  • Breafing Kegiatan.

  • Silaturahmi dengan Bapak Imam Desa Rime Raya.

  • Silaturahmi dengan Pemuda Desa Rime Raya

  • Silaturahmi serta diskusi dengan pemuda desa Rime Raya

4 Mei 2009

 

 

 

 

08.00 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

13.00 Wib s/d selesai

15.00 Wib s/d selesai

16.30 Wib s/d seselai

17.20 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

  • Observasi wilayah desa rime raya bersama ketua pemuda

5 Mei 2009

14.30 Wib s/d selesai

Dusun Pelita

5

  • Membersihkan halaman rumah

  • Observasi dengan peserta KPM

6 Mei 2009

07.10 Wib s/d selesai

08.00 Wib s/d selesai

Posko KPM

1. Dusun Selatan

2. Dusun Yaqin

3. Dusun Sejahtera

4. Dusun Tunas

Baru

5. Dusun Km 60

6

  • Istirahat (sehari penuh)

  • Wirit

7 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

20.00 Wib s/d selesai

Posko KPM

Dusun Tugu

7

  • Gotong Royong Masal dengan Warga.

  • Shalat Jum’at

  • Beramahtamah dengan warga

  • Membersihkan halan untuk tanaman serta mengisi polybeg

  • Ke shalat berjamaah di Masjid

  • Silaturahmi kerumah salah satu aparatur desa ( Kaur pemerintahan)

8 Mei 2009

 

 

 

08.00 Wib s/d selesai

11.40 Wib s/d selesai

13.40 Wib s/d selesai

14.30 Wib s/d selesai

18.20 Wib s/d selesai

19.20 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

 

 

 

8

  • Ta’ziyatul Mayat di dusun kedai.

  • Breafing

1.20 Wib s/d selesaiaratur desa ( Kaur pemerintahan)Menanam strobery bersama peserta KPM untuk Kantin sehat SD Rime Raya.

  • Menyabut kedatangan supervisor dari Kampus STAI Gajah Putih

  • Mendiskusikan masalah peta kampung di rumah kaur pemerintahan

  • Membuat denah/sketsa rencana penghijauan desa rime raya

9 Mei 2009

 

 

10.00 Wib s/d selesai

13.00 Wib s/d selesai

14.00 Wib s/d selesai

19.30 Wib s/d selesai

20. 00 Wib s/d selesai

22.00 Wib s/d selesai

Dusun Kedai

Posko Kpm Desa Rime Raya

Posko Kpm Desa Rime Raya

 

 

 

Desa Rime Raya

 

Posko KPM

9

  • Rapat Koordinasi Kecamatan seluruh peserta KPM.

  • Makan bersama seluruh peserta KPM

  • Istirahat karena kondisi cuaca hujan yang menyebabkan aktivitas terhenti

  • Diskusi dengan wakil ketua pemuda rime raya

  • Ke tempat acara hajatan salah seorang warga

10 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

13.40 Wib s/d selesai

15.00 Wib s/d selesai

 

15.30 s/d selesai

20.30 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

 

Kulus

 

 

Desa Rime Raya

Desa Rime Raya

10

  • berkunjung ke smp negeri 3 pintu rime gayo

  • berkunujung ke tk cacakdi rime raya

  • ke rumah kepala desa dalam rangka diskusi lanjutan tentang rencana penghijauan

  • mendiskusikan tentang kebersihan kampung di rumah bapak imam desa rime raya

11 Mei 2009

09.00 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

 

16.20 Wib s/d selesai

 

Desa Rime Raya

11

  • Mengukur jalan dan tapal batas desa Rime Raya sekaligus mengecek lokasi penghijauan

  • Istirahat

  • Beramahtamah dengan kepala SD Rime Raya sekaligus membicarakan masalah jadwal mengajar di sekolah

  • Mengunjungi rekan – rakan KPM di desa lain untuk melihat serta menanyakan tentang kegiatan – kegiatan yang sudah dan akan dikerjakan

  • Mengoreksi ulang denah penghijauan.

12 Mei 2009

8.30 Wib s/d selesai

 

10.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

19.30 Wib s/d selesai

12.00 Wib s/d selesai

 

 

19.20 Wib s/d selesai

 

12

  • Ke rumah kepala desa

  • Observasi bersama kepala desa

 

 

 

 

  • Menerima tamu (Bapak Camat Pintu Rime Gayo) serta mendiskusikan pelaksanaan program kampung

  • Ikut serta dalam rapat PKK serta membantu membuat program dalam menyukseskan program Gammar

  • Berkunjung serta bersilaturrahmi kerumah Penjaga Tugu RRI.

13 Mei 2009

08.30 Wib s/d selesai

09.00 Wib s/d selesai

 

 

 

10.00 Wib s/d selesai

 

 

14.30 Wib s/d selesai

 

 

 

19.30 Wib s/d selesai

 

  • Dusun belang Petona

  • Dusun menasah yakin

  • Dusun sejahtra

Posko KPM

 

 

Balai chilfund

 

 

 

Desa Rime Raya

13

  • Breafing

  • Ke Takengon mengambil contoh format proposal penghijauan

  • Mengikuti wiritan

14 Mei 2009

08.30 Wib s/d selesai

09.00 Wib s/d selesai

20.00 Wib s/d selesai

Posko KPM

Takengon

Desa Rime Raya

14

  • Gotong royong (Jum’at bersih)

  • Shalat Jum’at

  • Ke rumah kepala dusun belang petona bersama kepala desa

  • Memberikan materi tentang pengelolaan organisasi PKK serta membantu membuat perencanaan program

  • Mengambil buku ke arul cincin

  • Mengikuti ta’ziah di rumah salah seorang warga

15 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

11.30 Wib s/d selesai

13.20 Wib s/d selesai

 

14.30 Wib s/d selesai

 

 

17.00 Wib s/d selesai

19.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

 

 

 

 

Menasah Nurul Iman

 

 

 

 

 

 

15

  • Breafing

  • Dirumah ketua pemuda

  • Membuat proposal Gammar dan proposal pembangunan Menasah dusun

  • Jalan – jalan disekitar kampung dengan ketua pemuda

16 Mei 2009

08.30 Wib s/d selesai

09.l0 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

 

16.30 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

16

  • Melanjutkan pembuatan Proposal

  • Istirrahat

  • Silaturahmi ke rumah Bapak Imam Desa Rime Raya

17 Mei 2009

09.30 Wib s/d selesai

17.00 Wib s/d selesai

 

20.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

17

  • Membantu Membenahi Managemen PKK.

  • Ke dusun blang petona dengan bapak kepala desa

  • Rapat korcam tentang kegiatan gotong royong ke desa uning mas

18 Mei 2009

10.00 Wib s/d selesai

11.40 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

Desa Belang Rakal

18

  • Menemani kepala desa ke kantor camat

  • Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan ke desa uning mas

  • Silaturahmi ke rumah warga

  • Berbincang – bincang dengan beberapa warga di rumah kepala desa

19 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

14.00 Wib s/d selesai

15.00 Wib s/d selesai

17.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

Desa Rime Raya

 

 

 

19

  • Berangkat ke desa uning mas

  • Sampai ke uning mas

  • Istirahat

  • Observasi kawasan

  • Silaturahmi ke rumah warga

  • Silaturahmi serta menginap ke rumah kepala desa uning mas

20 Mei 2009

10.00 Wib s/d selesai

13.30 Wib s/d selesai

14.20 Wib s/d selesai

15.00 Wib s/d selesai

17.30 Wib s/d selesai

19.00 Wib s/d selesai

Perjalanan menuju uning mas

Desa Uning Mas

Desa Uning Mas

20

  • Mengikuti gotong royong membuat tempat rumah ibadah (menasah)

  • Mengambil dokumentasi desa uning mas

  • Observasi wilayah desa uning mas

  • Mencatat kondisi social kemasyaratan desa uning mas

21 Mei 2009

09.00 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

14.00 Wib s/d selesai

Desa Uning Mas

 

 

 

21

  • Persiapan pulang dari uning mas

  • Berangkat pulang

22 Mei 2009

08.30 Wib s/d selesai

09.00 Wib s/d selesai

 

22

  • Diposko KPM

  • Mendampingi ketua pemuda ke kantor camat

  • Ke ronga – ronga membeli tinta computer

  • Memperbaiki computer

  • Mendiskusikan tentang kegiatan kampung binaan dirumah ketua BPK bersama dengan aparatur desa lainya serta bapak camat pintu rime gayo

  • Refreshing dengan pemuda setempat

  • Breafing

  • Mengikuti wiritan di rumah ketua PKK

23 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

09.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

13.30 Wib s/d selesai

14.00 Wib s/d selesai

 

 

15.20 Wib s/d selesai

19.00 Wib s/d selesai

19.30 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

23

  • Mengambil pas photo pemuda untuk kegiatan perlengkapan persyaratan pertandingan sepak bola

  • Pulang ke takengon

  • Di takengon satu hari penuh

24 Mei 2009

09.00 Wib s/d selesai

 

14.40 Wib s/d selesai

——————–

Desa Rime Raya

 

 

 

Takengon

24

  • Pulang ke tempat KPM

  • Dirumah ketua PKK memberi penjelasan tentang manajemen organisasi

  • Dirumah kepala desa sambil istirahat

25 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

15.00 Wib s/d selesai

 

14.30 Wib s/d selesai

———————–

Desa rime raya

Desa rima raya

25

  • Menemani kepala desa

 

 

 

 

  • Breafing

26 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

 

 

 

 

20.00 Wib s/d selesai

Ke kantor camat

Ke desa ulunaron

Ke kantor camat

Ke rumah ketua BPK desa rime raya

26

  • Menemani kepala desa mengurus pajak kampung dan mengurus proposal kampung sehari penuh

27 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

Kantor Camat

27

  • Kunjungan ke SMP 3 Rime Raya

  • Bersama kepala desa rime raya mengambil surat rekomendasi serta mendiskusikan masalah kampung binaan

  • Evaluasi program harian

  • Mengikuti wiritan dirumah warga

28 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

10.15 Wib s/d selesai

 

 

17.00 Wib s/d selesai

20.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

Kantor Camat

 

 

Posko KPM

Desa Rime Raya

28

  • Mengajukan proposal program kampung binaan sehari penuh dengan kepala desa rime raya

29 Mei 2009

08.00 Wib s/d selesai

  • Ke Kantor DPRK Bener Meriah

  • Menjumpai sekda Bener Meriah

  • Ke Kantor BPM Bener Meriah

  • Shalat jumat di belang panas

  • Ke kantor dinas perhubungan dan pariwisata Bener Meriah

29

  • Bersih – bersih halaman

  • Membersihkan pekarangan

  • Memperbaiki saluran air

  • Mengajar less di TPA

  • Silaturahmi ke rumah warga

30 Mei 2009

7.30 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

11.45 Wib s/d selesai

14.30 Wib s/d selesai

17.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

30

  • Rapat dengan koordinator di kecamatan Pintu Rime Gayo menyangkut maslah – malasah yang dihadapi peserta KPM di lapangan

31 Mei 2009

10.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

31

  • Mengkoordinir Evaluasi kegiatan kelompok

  • Tidak ada agenda khusus setelah evaluasi hanya istirahat dan bertamu ke rumah warga

1 juni 2009

08.30 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

Desa Rima Raya

32

  • Ke kantor Bupati Bener Meriah mengurus proposal program kampung binaan satu hari penuh

  • Mengikuti wirit

2 juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

 

20.00 Wib s/d selesai

Redelong

 

Rime Raya

33

  • Gotong royong (Jumat bersih)

  • Mengkoordinir evaluasi kegiatan

3 juni 2009

 

08.00 Wib s/d selesai

14.30 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

34

  • Ke dinas pertamanan mengantar teman untuk mengambil bibit pohon untuk penghijauan

  • Rapat evaluasi korcam di kecamatan

4 juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

 

10.00 Wib s/d selesai

Ke Pante Raya

 

Desa Belang Rakal

35

  • Gotong Royong sekaligus penanaman pohon dikanan kiri jalan kampung

  • Shalat Jumat

  • Membagi – bagi bibit untuk pkomplek sekolah dan tugu RRI

5 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

 

11.40 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

36

  • Melakukan penghijauan dikomplek sekolah

 

 

  • Ke dusun tunas baru

  • Membersihkan tanaman di halaman posko KPM

  • Jalan – jalan dengan pemuda

6 Juni 2009

08.30 Wib s/d selesai

 

 

11.00 Wib s/d selesai

15.20 Wib s/d selesai

16.20 Wib s/d selesai

SD

SMP

Komplek Tugu

Desa Rima Raya

37

  • Mengecat Seksligus Rehabitasi Kantor Desa rime raya sehari penu

7 juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

38

  • Melanjutkan pengecatan kantor desa

  • Melayat ke rumah salah satu warga Desa Rime raya

8 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

11.30 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

39

  • Melanjutkan pengecatan kantor desa sehari penuh

  • Wiridtan dan Takziah

9 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

20.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

40

  • Melanjutkan pengecatan kantor desa sehari penuh

10 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

41

  • Rapat evaluasi persiapan perlombaan tingkat TPA/TKA

11 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

42.

  • Membuat proposal untuk kegiatan korcam (perlombaan TPA/TKA)

  • Ke rumah warga

12 Juni 2009

09.00 Wib s/d selesai

15.40 Wib s/d selesai

Posko KPM

43

  • Mengecat kantor desa

13Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

44

  • Melanjutkan pengecatan dan perahapan kantor desa

  • Istirahat

  • Ke rumah kepala desa

14 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

16.00 Wib s/d selesai

17.00 Wib s/d selesai

Desa Rima Raya

45

  • Memotong dan megetam kayu untuk tiang papan nama jalan dan pamplet 9 K di kantor desa

  • Ke tunas baru mencari buah – buahan

  • Mengikuti rapat pemuda dalam rangka acara hajatan disalah seorang warga

14 juni 2009

09.00 Wib s/d selesai

 

11 Wib s/d selesai

 

19.20 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

 

 

 

 

 

 

46

  • Mengecet papan nama ruas jalan.

  • Ke kantor Bupati Bener Meriah untuk mengajukan proposal acara perlombaan TPA/TKA

15 juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

10.00 Wib s/d selesai

 

Rime Raya

Redelong

47

  • Ke kantor Bupati Bener Meriah mengurus pendanaan kegiatan perlombaan

16 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Redelong

48

  • Melanjutkan pengurusan pendanaan kegiatan perlombaan yang akan dilaksanakan

17 Juni 2009

 

08.00 Wib s/d selesai

Redelong

49

  • Melanjutkan pengurusan pendanaan kegiatan perlombaan yang akan dilaksanakan

18 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Redelong

50

  • Melanjutkan pengurusan pendanaan kegiatan perlombaan yang akan dilaksanakan

19 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Redelong

51

  • Melanjutkan pengurusan pendanaan kegiatan perlombaan yang akan dilaksanakan
20 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Redelong

 

  • Menjumapi sekda Bener Meriah dikantornya memastikan dana kegiatan
21 Juni 2009 09.00 Wib s/d selesai Redelong

52

  • Mendiskusikan acara dengan panitia inti dalam menyukseskan acara perlombaan TPA/TKA

22 Juni 2009

09.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

53

  • Ke rakal untuk menyiapkan perlengkapan perlombaan TPA/TKA

  • Menyiapkan surat – surat dan lainya untuk keperluan perlombaan

23 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

54

  • Menyiapkan surat – surat untuk keperluan acara dan administrasi lainya

24 Juni 2009

09.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

55

  • Membantu menyukseskan acara perlombaan TKA/TPA

25 Juni 2009

07.30 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

56

  • Membantu menyukseskan acara perlombaan TKA/TPA

26 Juni 2009

07.30 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

57

  • Membersihkan temat acara perlombaan

27 Juni 2009

07.30 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

58

  • Mengikuti acara hajatan dirumah warga

  • Melanjutkan pengecatan kerawang di pintu gerbang sekolah

28 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

11.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

59

  • Evaluasi sekaligus pembubaran panitia MTQ tingkat TPA/TKA

29 juni 2009

10.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

60

  • Melanjutkan mengecat pamplet dan memasang pamplet
30 Juni 2009

08.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

61

  • Mengecat kerawang

1 Juli 2009

09.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

62

  • Memasang pamplet

2 Juli 2009

09.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

63

  • Membersihkan posko KPM

  • Mengumpulkan barang – barang (Packing)

  • Membagi – bagikan tanaman dalam polybeg kepada warga

  • Perpisahan dengan masyarakat
3 Juli 2009

08.00 Wib s/d selesai

 

15.00 Wib s/d selesai

16.00 Wib s/d selesai

Desa Rime Raya

64

  • Penjemputan Peserta KPM Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Aceh Tengah

4 Juli 2009

09.00 Wib s/d selesai

Desa Belang Rakal

 

Takengon, 30 Juli 2009

Mengetahui,

Kepala Kampung Supervisor Mahasiswa Ybs

 

M u k l i s Drs. Al Misry, MA Mahyuddin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

INTERPRESTASI

 

  1. Bidang Kegiatan Utama ( Analysis Swot)

 

No

KEGIATAN

STRENGH

WEAKNESS

OPPORTUNITY

 

THRET

1

Mengajar Al-Qur’an (dengan menggunakan metode Iqra’)

 

  • Adanya fasilitas

  • Adanya tenaga pengajar
  • Kurangnya motivasi santriwan/santriwati serta lemahnya dorongan dari orang tua

  • Lemahnya manajemen

  • Adanya kubu – kubu dalam masyarakat sehingga berefek pada seluruh kegiatan
  • Diberikanya kesempatan kepada mahasiswa peserta KPM dalam restrukturisasi manajemen

  • Dukungan pemerintah daerah dalam membangun sarana dan prasarana
  • Adanya kubu dalam masyarakat (geseken kecil) sehingga menghambat proses kegiatan pendidikan khususnya tingkat TPA/TQA

2

Mengajar di Sekolah

 

  • Adanya fasilitas

  • Adanya tenaga pengajar
  • Lemahnya manajemen sekolah

  • Kurangnya motivasi kepala sekolah dalam memajukan pendidikan

  • Kurangnya motivasi masyarakat dalam mendukung kegiatan sekolah(lemahnya perhatian pendidikan anak )
  • Diberikanya kesempatan kepada mahasiswa/i untuk mengajar di sekolah

  • kurangnya respon dari para guru – guru dalam menerima kehadiran mahasiswa/i, sehingga terkesan kurang memuaskan

  • melihat situasi dan kondisi sekolah secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi, dikhawatirkan prestasi sekolah kedepan tidak menjadi lebih baik.

3

Membuka sekaligus mengajar les di sekolah dan tempat terbuka (Alam terbuka)
  • adanya keinginan yang kuat/minat yang tinggi dari para peserta less, khususnya siswa/i tingkat Sekolah Dasar

 

 

  • Diberikanya kesempatan kepada mahas secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi, dikhawatirkan prestasi sekolah kedepan tidaiswa peserta KPM untuk membuka les di sekolah dan di alam terbuka (komplek tugu RRI)
  • Lemahnya dorongan dari orang tua, ini dapat dibuktikan kurangnya para peserta dari waktu ke waktu

  • Salah satu alasan peserta adalah ikut orang tua ke kebun

4

Penataan Administrasi Pendidikan ( khusus TQA/TPA)

 

  • Adanya keinginan para ustadz/ustadzah untuk memperbaiki manajemen dan pengelolaan organisasi TPA
  • Kurangnya respon dari para orang tua santri

  • Masih banyak beranggapan bahwa pendidikan TPA itu lebih baik dilakukan dirumahnya tetapi tidak pada implementasinya

  • Tersedianya fasilitas yang memadai sehingga memungkinkan proses belejar dan mengajar akan berjalan dengan baik

  • Tersedianya tenaga pengajar
  • Lemahnya dorongan dan motivasi dari orang tua santri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Bidang Kegiatan Pendukung

No

KEGIATAN

STRENGH

WEAKNESS

OPPORTUNITY

 

THRET

1 Mendukung serta membantu program kampung Rime Raya sebagai salah satu kampung Binaan Kabupaten Bener Meriah atau GAMMAWAR (Gampong Mawadah Warahmah)
  • Adanya keinginan sebagian kecil dari masyarakat terutama orang tua untuk memajukan kampungnya sendiri yang di dukung oleh pemerintah daerah.

  • Diberikanya kesempatan kepada Mahasiswa Peserta KPM untuk merancang sebagian dari program – program yang telah digulirkan oleh pemerintah
  • Adanya kelompok – kelompok dalam masyarakat sehingga berbenturan dengan program kampung binaan yang sedang dalam pelaksanaan

  • Kepedulian sebagian besar masyarakat yang lemah dalam memajukan kampung.

 

 

  • Diberikannya kesempatan kepada peserta KPM oleh aparatur desa untuk membuat program – program yang akan di nilai dalam kampung binaan.

  • Adanya keinginan sebagian masyarakat untuk memajukan kampungnya sendiri
  • Lemahnya rasa kebersamaan yang dimiliki masyarakat

  • Bila tidak dilakukan pembinaan oleh pihak – pihak terkait, maka dikhawatirkan akan berdampak pada penghambatan pembangunan kampung

  • Salah satu penyebabnya adalah dampak dari konflik
2 Kegiatan pembinaan dan kemantapan keimanan akhlak serta pembinaan kerukunan hidup internal uamt Islam
  • Adanya fasilitas kegiatan keagmaan selain dari pada Masjid

  • Adanya rasa kebersamaan dalam mengikuti pengajian
  • Ketidakseriusan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan sehingga terkesan sebagai hiburan

  • Terjadinya konflik kecil antara pengurus pengajian
Terbukanya peluang untuk melakukan pembinaan dari pihak – pihak terkait

Kebiasaan masyarakat yang tidak serius dalam menjalan kegiatan

Seringnya terjadi saling menyalahkan diantara pengurus pengajian

3 Penataan organisasi kelembagaan ekonomi sosial keagamaan

Adanya keinginan dari masyarakat terutama para pengurus organisasi baik, pengajian, pemuda, dan aparatur kampung untuk membantu membenahi administrasi dan manajemen kelembagaan kampung

Diberikanya peluang kepada mahasiswa peserta KPM untuk melakukan kegiatan pembenahan manajemen

Salah satu yang menjadi kendala adalah lemahnya tingkat pemahaman di masing – masing tingkatan sehingga menghambat proses. Masih adanya keinginan dari masyarakat untuk membenahi organisasi kampung walaupun sedikit sulit, salah satu penyebabnya adalah kondisi social kemasyarakatan yang kurang baik dan pengaruh arus politik dari luar.
  • kemungkinan akan terjadi terhambatnya segala kegiatan kemasyarkatan dan pembangunan yang direncanakan

 

 

 

4

Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana

 

 

  • Diberikanya peluang kerjasama antara mahasiswa peserta KPM dengan aparatur kampung untuk membuat perencanaan kampung binaan dan didukung oleh pemerintah daerah dan tertuang dalam satu surat keputusan

 

 

  • Lambanya proses adiministrasi di tingkat pemerintah daerah (birokrasi yang panjang)

  • Minimnya kesadaran masyarakat untuk membina lingkugan yang sehat.
  • Adanya dukungan pemerintah daerah walau sedikit terkesan lambat
Rasa kebersamaan masyarakat dalam membina kampung masih minim
5

Pelayanan Jasa

 

 

Adanya keinginan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke perguruan tinggi dan sebagian lainya memilih pendidikan lifeskill

 

 

  • Jumlah masyarakat untuk memotivasi anaknya melanjutkan pendidikan masih minim
Diberikannya kesempatan kepada mahasiswa peserta KPM untuk melakukan diskusi dengan para remaja yang ingin melanjutkan pendidikan. (metode diskusi dan pencerahan) Rendahnya dorongan dan motivasi dari orang tua atau dengan kata lain dorongan yang hanya bersifat sekedarnya

NOTE : FORMAT LAPORAN KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT (KPM) PADA SEKOLAH

TINGGI AGAMA ISLAM GAJAH PUTIH TAKENGON DAPAT BERUBAH PADA WAKTU

TERTENTU ATAU SETIAP TAHUN SEDIKIT MENGALAMI PERUBAHAN

 

 

Category: Tugas Kuliah

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*